Welcoming

Hi pals...nice to meet u all here ^_^
Please feel free to search any info which u need.


Jumat, 13 Juli 2012

Yang Khas dari Lombok

Satu hal yang tidak boleh dilupakan saat traveling ke Lombok adalah membeli oleh-oleh khasnya. Kain songket, manisan rumput laut sampai tenun ikat. Wah, Anda bisa kalap berbelanja.

Setiap daerah tentu memiliki cinderamata khasnya yang mungkin tidak ada di tempat lain, tak terkecuali Lombok. Daerah yang masuk dalam Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) ini juga punya oleh-oleh khasnya yang tidak ada di tempat lain.

detikTravel Kamis, (12/7/2012) mengumpulkan 4 oleh-oleh khas Lombok, yang bisa Anda bawa untuk kerabat di kota asal:

1. Manisan rumput laut

Manisan dengan bahan rumput laut mungkin bisa Anda temukan di berbagai tempat. Tapi manisan yang ada di Lombok berbeda dari yang lain. Manisan rumput laut khas Lombok dibuat mirip seperti permen. Rasanya pun beraneka macam, ada rasa nanas, stoberi, melon dan masih banyak lagi.

Semua rasa digabung dalam satu kemasan. Anda pun bisa mencicipi seluruh rasa. Saat ini, manisan rumput laut menjadi primadona di kalangan turis, rasa manisnya yang pas dan kelembutannya begitu terasa saat meluncur ke tenggorokan.

Biasanya, manisan ini dijual per 1 kg atau satu bungkus besar. Harga satu bungkus besarnya mencapai Rp 80.000. Yummy!

2. Kain songket

Siapa bilang kain songket hanya dimiliki dataran Sumatera. Lombok ternyata juga punya kain songket yang tak kalah cantik.

Kain songket Lombok dibuat dengan cara tradisional, yaitu dengan mesin tenun. Warna yang ditawarkan pun beraneka ragam, ada merah, hijau, atau pun hitam yang dikombinasikan dengan warna emas. Cantik!

Kain ini dijual di berbagai tempat, seperti pasar dan Sentral di Gili Trawangan dan Air. Tapi, kalau ingin mendapat songket dengan harga yang cukup miring, belilah di Mataram, hindari Sentral. Di Mataram, harga yang ditawarkan mulai Rp 60.000, sedangkan Sentral bisa 2kali lipat.

3. Ragam tenun ikat

Nah, ini dia oleh-oleh khas yang tidak boleh dilewatkan saat liburan ke Lombok, aneka tenun ikat. Sama seperti Nusa Tenggara Timur yang memiliki ragam tenun ikat, Lombok juga punya yang tak kalah cantik.

Kain tenun ikat ini dibuat dengan mesin tenun tradisional, dan menggunakan pewarna yang masih alami. Berbeda dengan kain tenun NTT yang cenderung berwarna gelap dan berbahan halus, tenun ikat milik Lombok lebih beraneka warna dan kaku.

Kain ini disediakan dalam berbagai ukuran. Harga pun di sesuaikan dengan ukuran. Untuk ukuran sedang, harga ditawarkan mulai Rp 50.000. Semakin jago menawar, semakin murah harga yang didapatkan.

4. Mutiara

Lombok ada sebuah pulau yang salah satu pekerjaan penduduknya sebagai peternak kerang mutiara. Jadi, aneka pernah-pernik mutiara pun menjadi suvenir yang tak boleh ketinggalan.

Ada banyak penjual yang menjajakan aksesoris dengan bahan mutiara, seperti gelang, kalung dan giwang. Eits, tapi berhati-hatilah saat membelinya, pastikan mutiara yang Anda beli adalah asli, bukan imitasi. Cara memastikannya adalah dengan membakar mutiara.

Mutiara asli tidak akan mengalami perubahan dari pembakaran, tapi muatiara imitasi umumnya meleleh. Harga yang ditawarkan beragam, tergantung banyaknya mutiara yang ada di aksesoris. Biasanya harga dimulai dari puluhan hingga jutaan rupiah.

Itulah 4 jenis oleh-oleh yang bisa Anda bawa setelah liburan asyik di Lombok. Semuanya bisa Anda dapatkan dengan mudah di Pasar Mataram, atau pun Sentral yang ada di Gili Trawangan dan Air.

Namun, jika ingin mendapatkan harga yang lebih murah dan lebih banyak variasi, tak ada salahnya Anda membeli di kawasan Mataram daripada Sentral. Jumlah toko yang lebih banyak, menjadi faktor harga yang ditawarkan lebih kompetitif.

------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Selain alam yang memesona, Lombok juga tersohor oleh kuliner bercitarasa pedas. Ada beberapa masakan yang wajib Anda coba saat berlibur ke pulau di Nusa Tenggara Barat ini. Pokoknya, dijamin Anda bergoyang lidah!

Lombok jadi saingan Padang dalam hal kuliner bercitarasa pedas. Buktinya, restoran Ayam Taliwang bisa Anda temukan di berbagai kota di Indonesia. Tapi jangan salah, citarasa Ayam Taliwang asli yang dibuat di Lombok tentu saja berbeda. Ayam Taliwang adalah awal yang baik untuk mengenal ranah kuliner di pulau pemilik Pantai Senggigi ini.

Pada hakikatnya, Taliwang adalah nama ibukota di Sumbawa Barat. Namun, Ayam Taliwang justru tersohor di seantero Lombok. Ini adalah ayam yang diungkep menggunakan bumbu-bumbu, lalu digoreng atau dibakar sesuai selera. Satu hal yang paling menonjol dari Ayam Taliwang adalah sambal yang melimpah, dan sangat pedas!

Sebagian etnis Sasak yang berdiam di Lombok Utara menyebutnya Manuk Pelalah. Bumbunya dapurnya masih sama, dengan minyak kelapa dan bawang putih yang juga ikut serta. Waktu ayam dimasak setengah matang, campuran bumbu dan minyak itu kembali dilumuri. Jadilah citarasa pedas mendominasi masakan ini.

Bumbu Ayam Taliwang yang asli hanya dijual di pulau ini, dibuat langsung oleh warga yang meraciknya sesuai tradisi yang berlangsung sejak belasan hingga puluhan tahun lalu. Ayam yang digunakan adalah ayam kampung muda berusia 3-5 bulan, maka jangan heran kalau ukurannya mungil. Namun, itulah yang membuat bumbunya meresap hingga ke tulang. Nyam!

Ayam Taliwang biasa disuguhkan dalam keadaan panas, disajikan dengan plecing kangkung dan timun mentah. Mengutip situs Info Lombok pada Kamis (12/7/2012), Anda bisa menemukan restoran Ayam Taliwang di seluruh Lombok terutama daerah Cakranegara.

Masakan kedua yang juga tersohor adalah Sate Bulayak. Layaknya sate pada umumnya, Sate Bulayak terbuat dari daging sapi yang disajikan dengan lontong. Perbedaannya terletak pada bumbu khas Lombok, terdiri dari kacang tanah tumbuk yang direbus dengan santan dan bumbu-bumbu dapur. Hasilnya, citarasa bumbu ini mirip kari!

Lontong di Sate Bulayak juga berbeda dari yang lain. Bentuknya lonjong bulat, dibalut daun kelapa atau daun nira muda. Sate Bulayak pertama dibuat oleh warga Kecamatan Narmada di Lombok Barat. Maka, ini menjadi lokasi paling pas untuk mencicipinya.

Sate Bulayak bisa ditemukan di Taman Narmada, Suranadi, Taman Wisata Aiknyet, Taman Wisata Udayana, Taman Wisata Loang Baloq, sampai Pantai Senggigi. Seporsi Sate Bulayak berisi 10 tusuk dibandrol sekitar Rp 12.000. Cukup murah untuk citarasa nikmat, bukan?

Walaupun Ayam Taliwang dan Sate Bulayak adalah kuliner yang paling diburu di Lombok, ada beberapa masakan yang patut Anda coba juga. Bebalung misalnya, sup iga sapi yang disajikan dengan nasi putih hangat bertabur bawang goreng. Ada juga Beberuk, lalapan khas Lombok yang terdiri dari irisan terong dan kacang panjang yang disiram sambal tomat.

Eits, jangan berpuas hati dulu. Cobalah Nasi Balap Puyung yang berasal dari Lombok Tengah. Nasi ini dibungkus dengan daun pisang dengan lauk ayam plecing, ayam kering, dan kacang kedelai goreng. Pedas, gurih, dan nagih!

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar