Welcoming

Hi pals...nice to meet u all here ^_^
Please feel free to search any info which u need.


Rabu, 07 April 2010

Suara Serak? Bisa Jadi Anda Kena Laringitis

SUARA serak adalah suara yang kasar atau suara yang susah keluar atau suara dengan nada yang lebih rendah daripada biasanya. Suara serak memang bukanlah suatu penyakit. Tetapi suara serak bisa menjadi gejala dari penyakit, umumnya yang berhubungan dengan gangguan pita suara.
 
Suara diproduksi oleh pita suara. Biasanya pita suara membuka dan menutup dengan lancar, membentuk suara melalui pergerakan dan getaran. Tapi bila terjadi peradangan pada pita suara, pergerakan pita suara akan terganggu. Setiap keadaan yang menimbulkan gangguan getaran, ketegangan, dan pendekatan kedua pita suara kiri dan kanan dapat menimbulkan suara serak.
 
Peradangan pada pita suara disebut laringitis. Laringitis dapat  berlangsung dalam waktu singkat atau panjang. Sebagian besar kasus laringitis disebabkan oleh infeksi virus atau penggunaan suara yang berlebihan. Tapi terkadang laringitis bisa juga menjadi tanda yang lebih serius dari kondisi medis seseorang.
 
Faktor Penyebab dan Gejala
 
Laringitis bisa menyerang semua orang, semua usia, termasuk anak-anak. Menurut dr Hanekung Titisari SpTHT dari Rumah Sakit Pelni Petamburan, Jakarta Barat, laringitis terjadi karena adanya peradangan pada pita suara. Proses peradangan pada laring sering kali juga melibatkan seluruh saluran napas, baik hidung, sinus, faring, trakea, maupun bronkus. “Laring terletak di puncah saluran udara yang menuju ke paru-paru (trakea) dan mengandung pita suara,” jelasnya.
 
Ada banyak faktor penyebab laringitis. Salah satunya, adanya virus dan kuman pada pita suara. Laringitis yang disebabkan oleh virus biasanya muncul karena penyakit yang menyerang tubuh pasien, misalnya, influenza dan infeksi saluran pernapasan. “Virus tersebut bisa membuat pita suara menjadi meradang,” katanya.
 
Penyebab lainnya dan yang paling sering terjadi adalah penggunaan suara yang terlalu berlebihan (vocal abuse) dan gaya hidup yang tidak sehat. Orang yang biasanya menggunakan suara berlebihan, antara lain penyanyi, pengajar, pembicara, dan sales. “Pita suara tidak baik jika digunakan terus-menerus. Jika digunakan terus-menerus, akan terjadi peradangan,” tuturnya.
 
Selain penggunaan suara yang berlebihan, faktor gaya hidup juga bisa menjadi penyebab dari penyakit ini. “Laringitis juga banyak ditemukan pada mereka yang banyak mengonsumsi rokok, minuman dingin, dan minuman yang mengandung kafein seperti kopi,” sambungnya.
 
Lingkungan pun bisa menyebabkan laringitis. Lingkungan yang dimaksud adalah lingkungan yang dingin. “Suhu dingin bisa membuat pita suara menjadi alergi, sehingga suara menjadi serak,” tukasnya. Mengapa? Karena pada suhu dingin pita suara bisa mengalami alergi. Udara dingin yang melewati laring akan menyebabkan pita suara sulit untuk bergerak. Akibatnya suara akan terdengar serak.
 
Gejala-gejala yang muncul, salah satunya adalah suara menjadi serak dan lemah. “Gejala biasanya berupa perubahan suara berupa serak perubahan suara berupa serak sampai hilangnya suara,” katanya. Umumnya juga disertai dengan rasa sakit dan gatal pada tenggorokan. Bahkan dalam beberapa kasus laringitis, ada juga yang disertai dengan rasa sakit dan gatal pada tenggorokan. Bahkan dalam beberapa kasus laringitis, ada juga yang disertai demam tinggi. Dan pada pasien dalam kondisi berat akan disertai dengan sesak napas dan mendengkur pada malam hari.
 
Diagnosa dan Pengobatan
 
Diagnosa laringitis dapat ditegakkan dengan anamnesis, pemeriksaan fisik, dan pemeriksaan penunjang. “Akan lebih baik jika dilakukan pemeriksaan laringoskopi untuk melihat kondisi pita suara pasien,” jelasnya. Biasanya pita suara yang meradang akan lebih merah dan bengkak. Pada tahap anamnesis akan diketahui gejala demam, batuk, nyeri saat menelan makanan atau minuman yang dapat berlangsung selama 3 minggu.
 
Pengobatan untuk laringitis tergantung pada penyebab. Laringitis yang disebabkan oleh virus sering membaik dengan sendirinya dalam seminggu atau lebih. Tapi jika penyebabnya adalah infeksi, maka infeksi tersebut harus diatasi dengan obat anti-infeksi. “Kita akan memberikan antibiotik untuk mengobati infeksi yang terjadi pada pita suara,” sambungnya. Dokter juga menganjurkan pasien untuk minum air hangat agar memulihkan kondisi pita suaranya.
 
Untuk laringitis yang disebabkan oleh terlalu seringnya pita suara digunakan, cara penyembuhan yang tepat ialah mengurangi penggunaan suara. “Vocal rest sangat membantu untuk memulihkan kondisi pita suara,” katanya.
 
Selain itu, pasien juga disarankan untuk tidak minum minuman yang mengandung kafein sampai suara benar-benar pulih. Mengapa? Biasanya bagian yang mengalami radang akan sangat sensitif terhadap zat yang terkandung dalam minuman itu.
 
“Sangat dianjurkan untuk meminum minuman hangat dan menghindari minuman bersifat dingin untuk sementara waktu,” imbuhnya. Dalam hal ini tentu saja minum air putih akan sangat membantu proses penyembuhan. Pasien yang tenggorokannya sakit diperbolehkan mengonsumsi obat pelega tenggorokan.
 
Selain itu, ada cara paling mudah, yakni dengan menghirup uap panas. Uap panas bisa meringankan gejala dan membantu penyembuhan daerah pita suara yang meradang. Yang perlu dihindari pada masa penyembuhan banyak minyak dan pedas.
 
Jika ternyata lebih dari 2 minggu radang pita suara tak sembuh, segeralah memeriksakan diri ke dokter. Asal tahu saja, laringitis bisa mengakibatkan obstruksi pada saluran napas yang kemudian memicu terjadinya sesak napas yang apabila tidak cepat ditangani dapat menyebabkan kematian.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar