Welcoming

Hi pals...nice to meet u all here ^_^
Please feel free to search any info which u need.


Senin, 18 Juni 2012

Cegah Penuaan? Belajar Main Musik dan Bahasa Baru!

Hanya ada satu hal yang bisa Anda lakukan untuk memastikan Anda nyaman dengan usia tua yaitu menjaga kondisi mental. Lalu tanyakan kepada diri Anda sendiri: seberapa besar cadangan kognitif saya?

Cadangan kognitif adalah istilah yang digunakan para ilmuwan untuk menggambarkan kapasitas otak untuk melawan penuaan dan kondisi degeneratif seperti penyakit Alzheimer.

Gagasan tentang cadangan kognitif itu berasal dari penemuan mengejutkan hampir 25 tahun lalu setelah membedah 137 otak lansia penghuni sebuah panti jompo setelah kesemuanya meninggal dunia.

Hebatnya, para peneliti gagal menemukan hubungan langsung antara penyakit Alzheimer yang terdeteksi di otak lansia (terungkap dari adanya struktur yang disebut plak) pada beberapa individu.

Dengan kata lain, beberapa individu ini mampu melawan kerusakan akibat penyakit lebih baik daripada yang lain. Pertanyaannya sekarang, bagaimana hal itu bisa terjadi?

Para ahli saraf dari University of California, San Diego melaporkan bahwa partisipan yang kemampuan otaknya sedikit terpengaruh oleh Alzheimer adalah partisipan yang ukuran otaknya lebih besar dan lebih banyak neuronnya.

Hal ini memberikan bukti sugestif bahwa dengan menjaga otak tetap aktif berarti telah melawan penurunan kemampuan otak.

Sejak saat itu, gagasan bahwa cadangan kognitif dapat memberikan perlindungan pada otak telah menerima dukungan dari berbagai pihak.

Penelitian tentang bilingualisme oleh Ellen Bialystok dari York University di Toronto, misalnya, telah menunjukkan bahwa berbicara lebih dari satu bahasa bisa menunda timbulnya gejala Alzheimer rata-rata hingga lima tahun.

Dalam studi yang dipublikasikan tahun lalu di jurnal Cortex tersebut, Bialystok dan rekannya menggunakan pemindai otak untuk mengukur tingkat atrofi otak pada individu monolingual (berbicara dalam satu bahasa) dan bilingual (berbicara dengan dua bahasa atau lebih) yang menunjukkan tanda-tanda awal penyakit Alzheimer.

Hasilnya, jumlah atrofi dalam otak orang bilingual jauh lebih besar. Hal ini menunjukkan bahwa meskipun penyakit fisiknya lebih parah daripada orang-orang yang monolingual, otak orang yang berbicara dalam dua bahasa atau lebih bisa tetap berfungsi pada tingkat yang sama.

"Latihan mental seumur hidup dengan berbicara beberapa bahasa sekaligus, terutama latihan mengingat kata apa masuk ke dalam bahasa apa dapat membantu orang-orang bilingual menambah cadangan kognitifnya," terang Bialystok seperti dilansir dari time.com, Senin (18/6/2012).

Sebuah penelitian baru pun menunjukkan bahwa aktivitas mental dapat mengimbangi efek tidak hanya penyakit degeneratif, tetapi juga proses penuaan.

Dalam sebuah artikel yang diterbitkan dalam jurnal Neurobiology of Aging tersebut, Nina Kraus dan rekan-rekannya di Northwestern University mengukur kemampuan partisipan untuk merespon dengan cepat dan akurat terkait suara yang didengarnya.

Sejumlah partisipannya adalah orang dewasa muda berusia 32 tahun ke bawah, sementara yang lain berusia antara 46 dan 65 tahun; beberapa diantaranya merupakan musisi yang berpengalaman dan ada juga yang tidak.

Dari situ, Kraus menemukan bahwa musisi setengah baya yang telah menghabiskan waktu puluhan tahun untuk mengasah keterampilan bermusiknya mampu mengungguli rekan-rekannya, tak hanya yang non-musisi yang seumuran dengannya tetapi juga non-musisi yang usianya bertahun-tahun di bawahnya.

Kekakuan mental yang diperlukan dalam bermusik secara efektif bertindak sebagai penangkal penuaan dan menjaga sistem sarafnya tetap muda.

Jadi untuk menghadapi hari tua, Anda harusnya tak hanya menghemat uang untuk pensiun, namun juga mengumpulkan modal mental (cadangan kognitif).

Salah satunya dengan belajar memainkan alat musik, berbicara dalam bahasa asing atau menguasai berbagai keterampilan yang membutuhkan kemampuan kompleks dimulai dari sekarang.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar