Welcoming

Hi pals...nice to meet u all here ^_^
Please feel free to search any info which u need.


Selasa, 26 Januari 2010

Bagaimana Menentukan Target yang Benar?

Huuuu... serem rasanya kalo udah denger kata "TARGET". Rasanya setres deh kalo sampe kerjaan kita tidak mencapai TARGET yang diwajibkan atau diharapkan perusahaan. Pasti ada aja efek samping yang bikin parno kalau yang namanya TARGET tidak tercapai/terpenuhi. Terutama buat orang-orang yang kerja di divisi Sales and Marketing. Udah kena omel atau sindiran bos, gaji tetep, bonus pun tak ada. Jiahhh....


Bingung juga sih sebenernya, gimana cara menaklukkan si TARGET itu yah??? Sesuai dengan judul blog diatas, saya mau coba bahas sedikit tentang "Bagaimana menentukan Target yang Benar". Terlebih dengan adanya kutipan dari blog seorang CEO terkenal di perusahaan operator selular ternama.


Menurut sang CEO,

"Saya lebih percaya pada usaha ketimbang target. Begitulah cara saya melihat dan menetapkan sebuah tujuan, bukan dalam jarak yang jauh, melainkan bertahap. Bukan nomor tiga atau nomor dua itu yang penting, melainkan bagaimana cara untuk mengarah ke sana. Ada risiko yang harus dikalkulasi dan lain-lain."

Dari kutipan tersebut, saya sih menyimpulkan bahwa untuk mencapai/meraih suatu tujuan bukan dilihat/diukur dengan pencapaian dari target-target yang dibuat oleh kita. Melainkan dilihat berdasarkan hasil usaha dan jerih payah apa saja yang telah kita lakukan untuk sampai ke tujuan kita. Yang paling berharga sebenarnya adalah seberapa besar pengorbanan yang telah kita lakukan untuk meraih tujuan kita.


Sebenarnya membuat suatu target tidak dilarang, tapi janganlah target itu yang kemudian jadi patokan keberhasilan kita. Jangan dibuat/dikondisikan seolah-olah kalau target tidak tercapai maka hasil kerja kita selama ini buruk dan tidak berarti apa-apa. Itu salah besar!Yang terpenting adalah seberapa besar usaha yang mampu kita perbuat dalam meraih tujuan atau cita-cita kita itu. Apakah sudah diusahakan semaksimal mungkin atau tidak?! Bila sudah diusahakan semaksimal mungkin, tetapi target kita untuk mencapai tujuan tersebut belum terpenuhi, sebaiknya kita tetap patut bersyukur karena paling tidak sudah ada kerja keras yang dilakukan, dan kita sudah melewati satu atau beberapa langkah dalam hidup ini lagi. Dimana yang tadinya kita pikir tidak mungkin akan kita lakukan, ternyata bisa juga kita lewati demi meraih tujuan/impian kita.



Kita harus menghargai hal-hal kecil apa saja yang telah kita lakukan hanya demi untuk meraih tujuan besar kita tersebut. Karena biasanya dari hal-hal kecil tersebut kita banyak belajar hal-hal baru yang berguna untuk nantinya kita melakukan hal-hal yang lebih besar lagi. Menurut pengalaman pribadi saya sendiri juga banyak merasakan seperti itu, dimana hal-hal kecil yang pernah saya perbuat, dikemudian hari berguna untuk melakukan hal-hal lain yang lebih complicated

Contoh sederhana saja misalnya, ketika sedang berkomunikasi dengan klien kita harus menunjukkan wibawa kita dengan menatap matanya selama berkomunikasi, serta berbicara dengan tegas dan lugas. Sebenarnya itu adalah hal sepele banget bagi orang kebanyakan, tapi bagi mereka yang berjiwa bisnis itu merupakan satu langkah awal kecil yang membuka peluang kerjasama bisnis baru. Dengan berbicara sambil menatap lawan bicara kita, lawan bicara akan merasa diperhatikan, dihargai, dan dihormati; berbicara dengan tegas dan lugas akan menunjukkan kita adalah orang yang percaya diri, pintar (smart), dan nyambung dengan apa yang sedang dibicarakan.


Jadi, untuk mencapai suatu tujuan besar janganlah hanya berpatokan pada target-target yang terlalu besar (muluk-muluk) dengan batasan waktu tertentu. Melainkan kita harus lebih berfokus pada proses pencapaiannya. Melakukan usaha secara bertahap, serta memperhitungkan resiko-resiko yang mungkin terbentang di depan kita, serta faktor-faktor lain yang tak terduga yang bisa menyulitkan atau bahkan menguntungkan. Itu yang harus terlebih dulu kita usahakan. Proses yang dilakukan secara bertahap niscaya akan memberikan hasil yang lebih memuaskan hati, daripada hasil yang diperoleh tanpa proses dan terburu-buru hanya demi mengejar limit waktu mengejar target saja.

So, buat yang suka diuber-uber TARGET, coba deh.... lebih santai dikit, jangan parno sama yang namanya TARGET, tapi jangan terlalu cuek juga.  Trus buat para bos yang seneng banget ngasih TARGET ke anak buahnya, hmm... coba pikirkan ulang apa yang harus dilakukan kalau TARGET tidak tercapai. 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar