Welcoming

Hi pals...nice to meet u all here ^_^
Please feel free to search any info which u need.


Kamis, 29 Juli 2010

Jitu Memulai Bisnis Sampingan

BANYAK yang mengatakan bahwa untuk menjadi seorang wirausahawan (entrepreneur), seseorang harus memulai bisnisnya terlebih dahulu sebelum berhenti bekerja. Ini mungkin saran yang bagus, tapi belum tentu mudah dipraktikkan.

Saat seseorang menjadi karyawan tetap di perusahaan, tentu tak punya waktu yang banyak untuk mengurusi bisnisnya. Namun, jika meninggalkan pekerjaan tetapnya, ia harus membangun bisnisnya hingga skala tertentu terlebih dahulu agar bisa membiayai hidupnya sehari-hari. Lalu, bagaimana solusinya?

Yang pasti, jika Anda berada dalam posisi ini, Anda tentu tak ingin atasan mengetahui bahwa Anda mengerjakan pekerjaan lain di luar pekerjaan kantor. Kalau ia tahu, bisa-bisa Anda dicap sebagai karyawan yang tidak berdedikasi. Jadi, yang paling penting untuk pertama kali ialah, selesaikan tugas Anda di kantor sebelum mengerjakan bisnis. Ini sebenarnya bisa memotivasi Anda untuk segera menyelesaikan pekerjaan agar bisa segera menangani bisnis. Ini juga berarti bahwa Anda tidak boleh mengerjakan bisnis Anda selagi di kantor. Apalagi sekarang ini banyak komputer kantor yang diawasi manajemen kantor.

Nah, jika ke depannya Anda berencana meninggalkan pekerjaan dan membesarkan bisnis Anda, berikut langkah-langkah yang bisa dilakukan, menurut saran Deborah A Bailey, penulis buku “Think Like an Entrepreneur: Transforming Your Career and Taking Charge of Your Life”.


Pilih tanggal pada setiap bulannya

Pada hari itu Anda harus bekerja penuh untuk membesarkan bisnis Anda. Saat memilih waktunya, Anda harus realistis. Pastikan bahwa hari itu adalah hari yang tepat, nyaman, dan mungkin bagi Anda untuk mengerjakan bisnis.


Cek pengeluaran Anda

Hitunglah berapa banyak dana yang dibutuhkan untuk membesarkan bisnis dan untuk kebutuhan Anda setiap bulannya. Jika Anda tak lagi bekerja, lihatlah apakah dana yang ada bisa mencukupi untuk menutupi pengeluaran tersebut. Jika belum, berarti Anda harus menghitung berapa lama lagi Anda harus tetap menjadi seorang karyawan.


Mulai membayar tagihan kartu

Buatlah target untuk melunasi semua tagihan kartu kredit Anda. Rencanakan juga dana untuk bisnis.

Siap untuk bekerja sendiri Jika bisnis Anda dilakukan di rumah, maka bersiaplah untuk bekerja sendiri, tanpa rekan kerja. Karena itu, bangunlah jaringan agar Anda mendapatkan dukungan dari banyak pihak sebelum Anda meninggalkan pekerjaan.


Buat perencanaan bisnis

Tetapkan misi dan filosofi bisnis Anda, juga alasan mengapa Anda melakukannya. Alasan bahwa Anda tidak ingin bekerja pada orang lain tidak cukup untuk membangun sebuah bisnis, maka yakinkan diri Anda tentang bisnis yang akan Anda masuki.
Bagaimana jika Anda tidak ingin meninggalkan pekerjaan tetap Anda? Artinya, Anda ingin menjalankan dua-duanya secara bersamaan? Berikut langkah-langkah yang bisa dilakukan untuk menyeimbangkannya.


Buat batasan

Klien bisnis Anda bisa jadi meminta waktu lebih, tetapi Anda harus tetap mengutamakan pekerjaan tetap Anda. Disiplinlah pada waktu dan katakan kepada klien Anda kapan Anda bekerja di kantor dan kapan mengurusi bisnis. Tentunya Anda tidak ingin energi Anda habis untuk mengurusi bisnis setiap pulang dari kantor karena ini bisa membuat stamina Anda saat bekerja besok menjadi berkurang.


Hati-hati menggunakan sosial media

Berhati-hatilah mempromosikan produk atau keahlian Anda di jaringan sosial seperti Facebook dan Twitter. Sebab, perusahaan bisa saja melacak kegiatan Anda di dunia maya. Jika bisnis yang Anda lakukan sama dengan bisnis yang dilakukan perusahaan Anda, jelas ini bisa semakin membahayakan posisi Anda di kantor.


Jangan boros

Dengan adanya penghasilan tambahan dari bisnis, bukan berarti Anda jadi boros. Menabunglah lebih besar atau gunakan untuk keperluan pengembangan bisnis, bukan untuk keperluan kepuasan diri atau untuk bersenang-senang.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar