Welcoming

Hi pals...nice to meet u all here ^_^
Please feel free to search any info which u need.


Rabu, 21 Juli 2010

Cerdas Kelola Uang untuk Masa Depan

MEMPERSIAPKAN diri untuk menjadi orang tua ternyata tidak hanya butuh persiapan fisik dan psikis. Namun, dibutuhkan juga persiapan dan pengelolaan keuangan.

Masa kehamilan adalah masa yang menyenangkan. Apalagi bagi mereka yang benar-benar sudah lama menantikan hadirnya seorang bayi mungil. Nah agar kehamilan berjalan lancar hingga sang bayi lahir, butuh persiapan yang benar-benar matang. Penting sekali agar orang tua mengetahui apa saja yang harus dipersiapkan selama masa kehamilan sampai kelahiran.

Salah satu persiapan yang juga penting dilakukan adalah dengan mengelola keuangan untuk masa kehamilan, kelahiran, bahkan sampai untuk masa depan anak nantinya. Sebab, jangan sampai masalah finansial menjadi penghambat ingin mempunyai anak atau menjadi alasan untuk menunda kehamilan.

Dikatakan oleh Direktur Marketing PT Sari Husada, Anastasia Inneke Sutadji, agar masa kehamilan dapat berjalan dengan menyenangkan dan lancar, maka dibutuhkan persiapan yang matang. Hal itu bisa dilakukan dengan mencari-cari informasi, semisal membaca buku parenting, bertanya kepada ahlinya, sampai mengikuti seminar.

“Menjadi ibu adalah sebuah komitmen yang dijalani seumur hidup. Oleh karena itu, diperlukan persiapan yang menyeluruh bagi para calon ibu agar mendapatkan pengaruh positif bagi keselarasan pikiran, jiwa, dan kesehatan fisiknya, termasuk juga dalam hal keuangan,” tuturnya dalam acara seminar pembekalan holistik dengan tema ”Lactamil With You In Your Motherhood Journey” yang diadakan oleh Lactamil beberapa waktu lalu.

Hal yang sama juga dikatakan oleh pakar perencana keuangan dari Quantum Magna Financial planning and consulting, Ligwina Hananto. Dalam mempersiapkan rencana keuangan, pasangan harus memperhitungkan biaya-biaya, seperti biaya masa kehamilan, biaya perlengkapan bayi, biaya melahirkan, biaya setelah melahirkan, hingga dana pendidikan anak. Siapkan daftar pengeluaran pada saat hamil, di antaranya ada empat hal yang menjadi perhatian, yakni kemampuan investasi, cicilan utang, pengeluaran rutin, dan pengeluaran untuk gaya hidup.

“Persiapkan dana hamil, melahirkan, dan pasca-melahirkan sejak kita merencanakan memiliki anak,” tuturnya dalam acara yang sama.

Ligwina menuturkan, beberapa hal yang harus dikelola pada masa awal kehamilan, di antaranya adalah untuk tes dan periksa kehamilan, tahapan berikutnya adalah pengelolaan keuangan untuk periksa ke dokter dan USG minimal 1 bulan satu kali, termasuk biaya untuk membeli vitamin, dan biaya mengikuti senam hamil agar ibu dan janin senantiasa sehat.

“Jangan lupa menuliskan biaya untuk hal-hal kecil seperti membeli baju hamil, buku, dan majalah untuk sumber informasi, sampai biaya untuk syukuran anak,” papar lulusan Curtin University of Technology ini.

Selain memperhatikan biaya untuk ibu, jangan lupa untuk memperhatikan biaya yang harus dikeluarkan untuk membeli perlengkapan bayi seperti tempat tidur anak, baju, sampai perlengkapan makannya.

Tahap berikutnya adalah mengelola biaya untuk melahirkan. Persiapan dana melahirkan untuk caesar itu lebih besar. Jadi, ada baiknya apabila Anda memilih melahirkan normal apabila biaya menjadi masalah. Ligwina menuturkan, apabila seorang wanita memilih melahirkan normal, maka kelebihan dana dapat digunakan untuk keperluan lain.

“Dana pendidikan anak misalnya,” tandas wanita yang kerap menjadi narasumber di berbagai media untuk membicarakan pengelolaan keuangan ini.

Setelah mengelola biaya melahirkan, jangan lupa untuk mencatat persiapan biaya setelah melahirkan, seperti syukuran, dokter anak, imunisasi, pengasuh anak, susu, makanannya, sampai popok. Jangan berlebihan membeli perlengkapan, karena bayi cepat sekali berkembang. Jangan berutang kalau tidak perlu. Sebaiknya optimalkan dana yang ada. Jadi, lebih baik menahan diri untuk membeli nanti, ketimbang Anda harus berutang.

Nah, setelah anak beranjak besar, anak mulai butuh pendidikan. Dalam mempersiapkan dana pendidikan anak, jangan hanya menabung. Namun, orang tua dianjurkan untuk mulai berinvestasi. “Banyak sekali penawaran investasi pendidikan, asuransi pendidikan, dan lain-lain. Jangan asal terima saja, pilihlah yang benarbenar bermanfaat,” sarannya.

Ligwina menyarankan untuk mempersiapkan dana untuk kondisi terburuk. Tidak lupa untuk melisting daftar perlengkapan bayi yang akan dibeli, dan buat prioritasnya. Apabila biaya melahirkan ditanggung perusahaan, tetap siapkan dana tak terduga. Ligwina mengatakan, orang tua harus melihat kemampuan keuangan, apalagi setelah memiliki seorang anak akan begitu banyak dana tambahan yang dibutuhkan, terutama untuk biaya pendidikannya. “Mulai investasi untuk dana pendidikan sejak dini,” pesannya.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar