Welcoming

Hi pals...nice to meet u all here ^_^
Please feel free to search any info which u need.


Rabu, 01 Agustus 2012

Obat Diabetes Alami

1) KUNYIT
Kunyit banyak digunakan untuk menyedapkan masakan dan menjadi pewarna dalam makanan. Ternyata, rempah-rempah ini juga ampuh memerangi risiko diabetes lho.


Temuan dalam journal Diabetes Care yang dilakukan peneliti Thailand menunjukkan bahwa mengonsumsi dosis harian kunyit selama lebih dari sembilan bulan dapat mencegah risiko diabetes pada orang-orang pra-diabetes.

Pra-diabetes merupakan kondisi di mana kadar gula dalam darah penderitanya di atas batas normal, namun belum termasuk diabetes. Jika tidak diatasi, dapat berkembang menjadi diabetes.

Peneliti menjelaskan, senyawa aktif kurkumin yang terkandung dalam kunyit menjadi pahlawannya. Uji laboratorium menunjukkan bahwa kurkumin dianggap efektif melawan peradangan dan kerusakan oksidatif pada sel tubuh. Kedua proses ini dianggap memicu berbagai penyakit, termasuk diabetes tipe 2.

"Karena manfaat dan keamanan, kami menganjurkan ekstrak kurkumin dapat digunakan untuk terapi intervensi pada mereka yang pra-diabetes," tutur pemimpin penelitian Somlak Chuengsamarn dari Srinakharinwirot University di Nakomnayok, Thailand, dilansir melalui Reuters (30/7).

2) Kombinasi MANGGIS & SAWO
Tiga mahasiswa Universitas Diponegoro, Semarang, berhasil mengembangkan ekstrak kulit manggis dan sawo untuk menurunkan kadar gula darah pada tubuh penderita diabetes melitus. Ketiga mahasiswa dari program studi D3 Teknik Kimia itu adalah Isabel Triesty, Aprisal Setyo dan Novia Nurul. Melalui penelitian tentang khasiat ekstrak kulit manggis dan sawo itu, mereka meraih juara harapan III dalam Lomba Karya Tulis Inovatif Mahasiswa (LKTIM). Acara lomba diadakan oleh Dinas Pendidikan Jawa Tengah.
Isabel Triesty mengatakan kombinasi ekstrak kulit manggis dan sawo dapat menurunkan kadar gula darah tubuh karena mengandung antioksidan tinggi. Antioksidan dapat digunakan untuk memperbaiki insulin dalam tubuh yang rusak.
Isabel berharap karya mereka itu dapat menjadi obat herbal yang dapat dijangkau masyarakat luas, terutama dari kalangan tidak mampu. Sebab, menurut dia, penyakit diabetes melitus juga menyerang masyarakat kurang mampu.
Dengan adanya ekstrak kulit manggis dan sawo, obat herbal untuk penderita diabetes melitus dapat dibuat dengan biaya yang murah tetapi memiliki khasiat yang tidak kalah dengan obat dari apotek.
Masyarakat biasanya mengonsumsi buah manggis hanya daging buahnya saja. Sementara, kulitnya dibuang. ''Padahal, ternyata kulit manggis yang biasa dibuang itu memiliki khasiat tinggi,'' kata Isabel.

3) Mengurangi Konsumsi Nasi Putih
Mulai untuk berpuasa makan nasi sepertinya baik untuk dicoba. Penelitian terbaru menunjukkan ada kemungkinan untuk mengembangkan risiko diabetes tipe 2 melalui makan nasi.

Penelitian dilakukan dengan melihat kembali empat penelitian sebelumnya yang melibatkan sekitar 350.000 orang. Hasilnya, semakin banyak makan nasi putih, maka semakin tinggi kesempatan seseorang untuk mengembangkan kondisi tersebut.

Temuan yang dimuat dalam British Medical Journal menganalisis seluruh partisipan melalui satu porsi nasi 18 gram dan faktor lain, seperti berat badan, tingkat olahraga dan diet. Selama masa penelitian (4-22 tahun), sekitar 13.200 orang mengembangkan diabetes.

Orang Asia dianggap berisiko tinggi terkena diabetes tipe 2. Hal ini disebabkan orang Asia cenderung memiliki asupan jauh lebih tinggi untuk mengonsumsi nasi dibandingkan orang Barat, rata-rata tiga hingga empat porsi dalam sehari.

Para peneliti menjelaskan bahwa terdapat efek negatif terhadap kadar gula darah karena nasi putih mengandung indeks glikemik yang tinggi dibanding nasi merah. Selain itu, nasi putih juga memiliki nutrisi yang lebih sedikit, termasuk serat dan magnesium, yang dapat mencegah diabetes tipe 2.

Indeks glikemik merupakan ukuran seberapa cepat glukosa dilepaskan kedalam aliran darah setelah makan. Makanan yang mengandung indeks glikemik rendah, seperti beras merah, membuat orang merasa kenyang lebih lama dan menjaga kadar gula lebih stabil.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar