Welcoming

Hi pals...nice to meet u all here ^_^
Please feel free to search any info which u need.


Jumat, 31 Agustus 2012

Do's & Don'ts Jika Ingin Jadi Public Relations

Public relation (PR) termasuk salah satu profesi yang cukup diminati saat ini. Selain penghasilan yang terbilang menjanjikan, juga jenjang karier yang cukup tinggi.

Namun menjadi PR bukanlah pekerjaan mudah. Diperlukan kemampuan komunikasi yang baik, kelihaian bersosialisasi dan kepercayaan diri tinggi. Salah langkah atau berkata-kata, citra perusahaan yang dibawa seorang PR bisa rusak. Berminat menjadi PR berkualitas? Intip dulu do's and don'ts berikut ini:

Do's
1. Pandai membawa diri, tahu cara berpenampilan, cara berbicara dan menjaga silaturahmi dengan rekan media. "Misalnya ada teman media yang sakit, kalau ada waktu kita bisa jenguk. Rasa kedekatan dari jalinan silaturahmi yang kita buat mau nggak mau pasti akan berbekas di pribadi setiap orang," ujar Maurin Handayani, seorang media expert dari perusahaan communications consultant Inke Maris & Associates, saat berbincang dengan wolipop di kantornya, Tebet, Jakarta, belum lama ini.

2. Menjaga silaturahmi dengan klien, media atau partner kerja lainnya dan memperlakukan mereka selayaknya teman. PR & Social Media Manager The Body Shop Ratu Ommaya menjelaskan, "Menelepon teman media tidak hanya kalau ada acara saja, tapi menjalin silaturahmi dengan mereka juga."

3. Cepat menanggapi jika ada konsumen yang komplain atau bertanya tentang produk perusahaan di tempatnya bekerja. "Jangan berlarut-larut, harus lebih cepat responnya. Dari sisi timing dan cara mengatasinya juga penting," ungkap wanita yang biasa disapa Maya ini, saat diwawancara wolipop lewat telepon, beberapa waktu lalu.

4. Melibatkan publik dalam kegiatan yang bersifat edukasi. Maurin mencontohkan, mengadakan acara yang mengajak publik untuk bergabung dan berpartisipasi. "Seperti roadshow ke sekolah-sekolah, story telling, games, atau kegiatan lain tergantung publik yang sedang dihadapi," jelas Maurin, yang bergabung di Inke Maris sejak 2007.

Don'ts
1. Jangan berpikir bahwa PR hanya mengutamakan penampilan dan kemampuan berkomunikasi. Maya menyayangkan banyaknya anggapan bahwa tugas PR kesannya hanya bersenang-senang dan yang paling penting pintar berbicara. Padahal, tidak sesederhana itu.

"Sebenarnya PR nggak cuma pinter ngomong, tapi juga harus pinter strategic thinkingnya. Gimana satu produk ini dilaunching, gimana cara membuat releasenya, supaya pesan yang mau diberikan sampai ke masyarakat," urai lulusan London School of Public Relation ini.

2. Jangan berkata bohong, dalam artian, saat ingin menyampaikan pesan harus mengungkapkan kebenaran dari produk tersebut. Tidak dilebih-lebihkan juga tidak dikurangi. Maurin menjelaskan, "Jangan asal ngomong. Bagaimanapun juga hal yang bohong itu nggak bisa ditutupi."

Senada dengan Maurin, Maya pun menegaskan untuk tidak berhohong dalam menjalankan profesi sebagai PR. Sekali Anda tidak mengungkapkan fakta dengan benar, karir yang akan terancam. "Jangan bohong karena kredibilitasnya bakal turun, senggaknya dia harus 100 persen jadi orang bisa dipercaya, jangan kriminal," pungkasnya.

3. "Jangan pernah meremehkan seseorang atau suatu media," tutur Brand Manager yang sempat menjadi PR SHY Rooftop Herlina Widowati. Seorang PR harus melihat setiap pihak sebagai 'aset' yang berpotensi baik bagi peningkatan citra perusahaan. Begitu mendapati PR yang berperilaku buruk, imej itu akan melekat di diri PR dan perusahaan untuk seterusnya.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar