Welcoming

Hi pals...nice to meet u all here ^_^
Please feel free to search any info which u need.


Jumat, 02 Maret 2012

Serunya Ngomongin "ITU" (Kehamilan)

Apa “ITU”? Bagi yang seorang wanita kehamilan dan kehadiran buah hati adalah sesuatu yang sangat dinantikan dalam sebuah pernikahan. Apalagi yang disebut dengan Kehamilan Pertama.
Mengapa “ITU”? Karena kehamilan pertama akan memberikan efek yang cukup besar pada proses kehamilan selanjutnya. Biasanya hal yang dihadapi saat kehamilan pertama adalah stress, kecemasan, dan rasa ketidaknyamanan. Dari mulai proses persiapan, kehamilan itu sendiri, kelahiran, dan mengasuh bayi sampai pada masa kehamilan selanjutnya.
“Lalu mengapa kehamilan pertama terkesan begitu istimewa?”
“Yuk simak penuturan dr Atiek Arini (dokter puskesmas Tambakrejo Surabaya) dalam sesi materi Kehamilan Pertama di SPN. Maaf sekali ya pembaca baru sempat posting hari-hari ini karena kemaren super sibuk.”
Secara fisiologis kehamilan didefinisikan sebagai proses pemeliharaan janin dalam kandungan yang disebabkan pembuahan sel telur oleh sel sperma. Pada saat hamil akan terjadi perubahan fisik dan psikis pada seorang wanita karena pengaruh hormon yang sangat drastis.
Kehamilan dibagi menjadi 3 trimester (3 bulanan). Berikut gejala yang umum ditemukan pada bumil (ibu hamil) agar para calon ibu dapat lebih mengontrol emosinya karena ini lumrah dan para calon ayah dapat lebih memberikan perhatian untuk istri dan janin.

Trimester 1, umumnya mual, muntah, payudara membesar, sering buang air kecil, cepat lelah, emosi tidak stabil, lebih sering cepat marah. Saran untuk fase ini jaga kestabilan emosi karena psikologi ibu sangat berperan pada pembentukan jiwa.

Trimester 2, penambahan berat badan yang sangat signifikan karena nafsu makan meningkat, perut bagian bawah membesar, bayi kadang terasa bergerak, denyut jantung meningkat, kaki, tumit, betis kadang membengkak, gatal pada permukaan kulit di bagian perut, sakit pinggang, gangguan pembuangan air besar/sembelit. Emosi lebih stabil dan seluruh perhatian tertuju pada sang bayi. Saran untuk fase ini mulailah kenalkan anak dengan pendidikan agama. Kenalkan dengan kata yang baik, biasakanlah melakukan hal-hal yang baik karena pembiasaan ibu akan menjadi kebiasaan anak. Kemudian kenalkan pada anggota keluarga.
Saran juga dari dr Atiek, hendaknya pada trimester ini calon ibu sudah mulai melakukan perawatan payudara karena ASI sudah diproduksi pada usia 7 bulan. Sehingga ketika bayi lahir ibu pun sudah siap melakukan inisiasi dini atau memberikan ASI yang pertama untuk buah hatinya.

Trimester 3, bayi mulai menendang, puting susu semakin hitam, payudara membesar, kadang terjadi kontraksi ringan dan suhu tubuh dapat meningkat, emosi mulai tidak stabil, perasaan gembira disertai rasa cemas karena menunggu proses persalinan pertama.
Kehamilan dan proses persalinan adalah suatu proses alamiah, namun tanpa manajemen yang baik dapat menyebabkan kematian baik bagi ibu dan anak. Oleh karena itu, berikut adalah hal yang perlu diperhatikan bagi bumil :
1. Periksa ke petugas kesehatan min 4 x. Trimester 1 (1x), trimester 2 (1x), trimester 3 (2x). Ini standar minimal lho. Lebih baik lagi jika kontrol dilakukan setiap bulan
2. Makan makanan yang bergizi dengan porsi secukupnya
3. Minum tablet Fe dan vitamin sesuai anjuran petugas kesehatan
4. Persalinan harus dilakukan pada petugas kesehatan bukan di dukun. Mengingat banyaknya kasus pasca persalinan karena alat yang digunakan tidak steril
5. Meningkatkan kepedulian pada bumil. Yang ini tugas calon ayah sebagai manajer agar resiko kehamilan dapat diminimalisasi.

Sedangkan PROMKES (Program Kesehatan) yang dicanangkan pemerintah di balai  kesehatan untuk bumil dapat dilakukan dengan :

1. Pemeriksaan bumil sedini mungkin
2. Screening resiko tinggi pada bumil – uji score puji rochyati
3. Imunisasi TT pada bumil
4. Pemberian tablet tambah darah
5. Keikutsertaan KB

Berikut adalah Tips sehat selama hamil

Banyak minum air putih, makan sedikit tapi sering, kurangi makanan berlemak, senam hamil usia kehamilan sudah mencapai 6 bulan, sering beraktivitas, bila ada riwayat alergi hindari makanan beralergen, jangan minum teh dan kopi, jangan makan makanan yang merangsang batuk dan diare dan sebisa mungkin hindari asap rokok dan polusi (nah yang ini tugas suami buat beliin mobil buat istrinya, hehe)
Berikut sekilas info dari saya. Selamat membaca dan semoga bermanfaat.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar