Welcoming

Hi pals...nice to meet u all here ^_^
Please feel free to search any info which u need.


Kamis, 11 Oktober 2012

Teknik Foto: Festival Malam yang Menakjubkan – Kembang Api

Peralatan utama untuk memotret kembang api adalah kamera DSLR yang dilengkapi dengan mode bulb, lensa zoom, tripod, kabel pelepas, dan papan atau topi hitam. Karena kita tidak mengetahui lokasi di mana tepatnya kembang api akan meletus, sebaiknya Anda menggunakan lensa zoom bersudut lebar danbukan lensa primer untuk mendapatkan komposisi layar yang fleksibel. Karena kembang api bisa saja sangat besar dan meletus di ketinggian tertentu dan meleset dari perkiraan, Anda harus menggunakan lensa bersudut lebar, khususnya jika memotret dari jarak dekat. Gunakan lensa zoom untuk mendapatkan sudut tampilan atau komposisi sesusi keinginan. Setelah menentukan sudut, Anda dapat mengganti dengan lensa primer untuk mendapatkan gambar yang lebih jelas.

Kembang api biasanya meletus di udara setelah lima detik sejak disulut. Oleh karena itu, Anda bisa memperoleh foto kembang api yang bagus menggunakan pengaturan bukaan F8 hingga F16 dan kecepatan ISO 100 hingga 200.

Untuk mengambil gambar beberapa kembang api, setel kamera ke mode bulb, buka rana, dan tutupi lensa dengan papan atau topi hitam. Kemudian, buka tutup lensa tepat saat kembang api meletus. Dengan mengulang metode ini, Anda bisa memotret beberapa kembang api dalam satu foto. Hindari penggunaan tudung lensa karena dapat menyebabkan kamera sedikit bergerak dan akan membuat latar belakang kabur. Anda harus menggunakan kabel pelepas saat mengaktifkan fitur bulb, karena ini akan mencegah gerakan kamera.

Pengaturan AF (autofokus) mungkin akan gagal memfokus pada kembang api, jadi gunakan MF (fokus manual) untuk pengaturan fokus kamera. Karena lokasi meletusnya kembang api juga akan sedikit berbeda, sebaiknya Anda menggunakan bukaan yang lebih kecil untuk mendapatkan kedalaman bidang meskipun menggunakan fokus manual. Anda dapat menggunakan mode otomatis untuk WB (imbangan putih), namun menggunakan mode tungsten atau WB manual, atau menyetel nilai Kelvin (K) secara manual, dapat menghasilkan warna latar belakang yang lebih baik dan lebih biru.



Tips fotografi 1: Anda bisa mendapatkan foto kembang api yang lebih jelas pada letusan awal, karena kembang api susulan biasanya sudah terkontaminasi asap sehingga hasil foto kurang bagus.
Tips fotografi 2: Sebaiknya jangan hanya memotret kembang api, dapatkan foto yang lebih bagus dengan mengikutsertakan pemandangan kota sebagai latar belakang. Untuk melakukannya, periksa pencahayaan untuk pemandangan kota terlebih dulu. Kemudian, potret menggunakan fitur bulb. Anda dapat menggunakan papan untuk menutupi lensa setelah pencahayaan cukup. Kemudian, buka lensa saat kembang api meletus untuk memotret kembang api dengan pemandangan kota. 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar