Welcoming

Hi pals...nice to meet u all here ^_^
Please feel free to search any info which u need.


Senin, 31 Mei 2010

Tips Pacaran Beda `Kasta`

Perempuan biasanya memimpikan seorang kekasih atau pacar yang selalu lebih darinya, misalnya lebih tinggi, lebih tajir ataupun lebih cerdas. Bukan begitu? Sayangnya, terkadang kenyataan tak seindah harapan.

Adakalanya Anda justru yang lebih dari si dia, Anda lebih tinggi, lebih tajir, lebih sukses ataupun lebih cerdas dari dia. Tapi ingat! Setiap individu selalu diciptakan berbeda, tidak ada individu di muka bumi ini yang diciptakan identik atau sama persis.

Karena itu menyatukan dua individu yang berbeda secara "Kasta" merupakan sebuah tantangan yang apabila berhasil, akan menjadi perekat yang kuat pada hubungan Anda dan pasangan. Berikut ini Tips mengatasi Pacaran Beda "Kasta".

1. Pacaran Beda Status (Kencan Mahasiswa).
Perbedaan status antara Anda yang sudah bekerja (karyawan) dengan dia yang masih menjadi mahasiswa bisa membuat si dia merasa tidak nyaman ketika jalan bareng. Misalnya ketika Anda bertemu dengan teman-teman Anda, pertanyaan yang sering mereka utarakan kepada si dia adalah, “Sekarang kerja dimana?”

Atau ketika Anda berdua nonton bareng. Walaupun Anda sama sekali tidak keberatan untuk mentraktir dia, namun sebagai laki-laki hal tersebut menjadi sebuah ganjalan di hati atau gengsi.

Mengatasinya: buatlah dia merasa nyaman dan percaya diri dengan hubungan Anda. Cobalah untuk mengarahkan ke tempat-tempat kencan yang tidak terlalu mahal, sehingga tidak membebaninya ketika dia bermaksud mentraktir Anda. Jika Anda ingin menikmati kencan di restoran yang agak mahal, coba sampaikan, “Yang, aku baru saja dapat bonus, nih. Kali ini aku yang pilih restorannya ya..?”

Banyak alternatif kencan yang murah tapi tidak mengurangi kemesraan. Memang sesekali Anda harus menurunkan standar: rela naik bus daripada naik taksi atau makan di pinggir jalan. Tapi pikirkan juga asyiknya: Anda jadi sering datang ke bazaar mahasiswa, talkshow kampus, ngumpul dengan teman-temannya yang masih kuliah juga serasa jadi muda kembali.

2. Pacaran Beda Posisi (I am The Boss!).
Sebelum menjalin cinta di kantor, Anda harus tahu terlebih dahulu konsekuensi dan meyakini kesiapan Anda menjalaninya. Bagaimana caranya Anda bisa tetap profesional dan tetap sayang padanya dalam waktu yang bersamaan.

Mengatasinya: Hal pertama yang harus Anda lakukan adalah membuang rasa sungkan. Anda tentu tidak mungkin bersikap terlalu lembut padanya untuk menjaga wibawanya di depan staf lainnya. Jadi Anda memang harus sedikit lebih ‘tega’ menegurnya sampai menekan dia untuk menyelesaika deadline.

Selain itu, Anda juga harus bisa bersikap adil dengan tidak membedakan pacar dengan staf lainnya. Satu hal lagi yang harus diingat, jangan sampai sifat bos Anda terbawa saat berduaan dengannya. Sebisa mungkin tidak membahas masalah kantor atau kesalahannya di kantor ketika Anda sedang berkencan dengannya. Jika Anda sudah mampu bersikap tepat sesuai dengan situasi dan kondisi, dijamin, hubungan cinta Anda pasti akan terus berlanjut.

3. Pacaran Beda Wawasan (Masa Gitu Aja Ngga Ngerti Sih?).
Pergaulan lebih luas, pendidikan lebih tinggi, bisa membuat Anda terlihat lebih cerdas dan tahu segala hal. Mulai dari isu politis, seleb yang sedang digosipin, TKI, masalah AIDS, sampai pertandingan bola di italia, semua mungkin Anda kuasai.

Anda mungkin tidak merasa terlalu mem-blow up saat ngobrol dengannya. Tetapi jika dia baru mengeluarkan satu kalimat, sementara Anda langsung menganalisanya sampai tuntas, tentunya akan membuatnya ‘ketakutan’. Sekali lagi, Anda tidak bisa menyamaratakan standar Anda dengan orang lain, termasuk dengan pacar.

Mengatasinya: Menertawakan (dengan) nada melecehkan bukan cara yang tepat, hal ini akan semakin menunjukan betapa besar gap wawasan antara Anda berdua. Cobalah untuk lebih banyak mendengarkan dan bertindak pura-pura tidak tahu.

Sesekali timpali pembicaraannya dengan hal-hal yang Anda ketahui, sehingga dia tidak merasa digurui dan pengetahuannya pun bertambah. Namun, sebaliknya jika informasi yang dia berikan salah, jangan ragu untuk mengoreksinya, tentunya dengan cara yang tepat.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar