| M mode / ISO: 100 / F8 6 detik / Imbangan Putih: Pengaturan nilai Kelvin / Gambar diambil dalam sRGB jpeg / Kompensasi: 8211 / Ketajaman dan keseimbangan warna diedit dengan Photoshop |
I'll try to share everything, from light news, effusion, reviews, until hard news (maybe).
Welcoming
Hi pals...nice to meet u all here ^_^
Please feel free to search any info which u need.
Please feel free to search any info which u need.
Tampilkan postingan dengan label ilmu. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ilmu. Tampilkan semua postingan
Kamis, 11 Oktober 2012
Teknik Foto: Klimaks Lanskap Kota di Malam Hari - Gedung
Salah satu keuntungan memotret di malam hari adalah foto lampu kota yang gemerlapan. Jika cuaca mendukung dan Anda bahkan dapat melihat awan melintas di atas kota yang gemerlap, mungkin Anda merasa seperti dapat memotret semuanya, termasuk pemandangan kota di malam hari, sungai, dan jalan raya dengan lampu mobil yang bergerak. Namun, sekalipun cuaca buruk, jangan keluar rumah tanpa membawa kamera dan tripod. Lebih baik Anda bersiap daripada kecewa jika memiliki kesempatan namun terbuang sia-sia. Memotret gedung-gedung tinggi di Seoul di malam hari tidak semudah kedengarannya. Meskipun Anda dapat naik ke gunung yang tinggi, kadang Anda masih harus naik ke atap gedung yang tinggi untuk menemukan objek yang tepat dan menciptakan komposisi yang unik dan menarik. Sebaiknya Anda naik ke atap gedung setelah mendapatkan izin dari manajer gedung. Secara umum, Anda harus menggunakan ISO paling rendah saat memotret, dengan pengaturan bukaan F8 hingga 13. Saat memotret gedung yang gemerlap, sebaiknya setel kecepatan rana mulai 2-6 detik menjadi 8-13 detik. Untuk mencegah gerakan kamera, selalu gunakan kabel pelepas dan juga pengaturan kunci cermin untuk mencegah guncangan cermin. Untuk mengekspresikan efek lampu yang jernih dan tegas, saya menggunakan clear mode di kamera. Saya juga sering menggunakan lensa mata ikan dengan sudut tampilan ekstrim karena memiliki karakteristik dan efek yang unik. Jika objek yang akan dipotret terlalu dekat dan sudah tidak bisa mundur, berarti saatnya menggunakan lensa mata ikan untuk memotret objek tersebut tanpa mengorbankan apa pun. Sungguh sangat memuaskan. Beberapa orang menghindari lensa ini karena menimbulkan distorsi, namun saya suka dengan efeknya yang menarik. Salah satu keunggulannya yaitu memungkinkan konfigurasi ulang pada objek yang dipotret menggunakan lensa selain mata ikan. Seperti pada gambar di atas, gedung yang tinggi atau beberapa objek dapat termuat dalam satu foto, ini adalah salah satu keunggulan lain lensa ini. Jika Anda memotret gedung yang gemerlap, maka tidak perlu menggunakan pencahayaan yang lama. Karena suasananya gelap saat mengambil foto ini, saya menggunakan kecepatan rana yang lambat untuk membuat langit menjadi lebih terang.
Teknik Foto: Cahaya Ekor Lampu yang Melintas di Keheningan Malam
| Judul: Garis Lokasi: Jianjae, Hamyang-gun ISO100, F8, 30 detik |
Memotret ekor lampu dari kendaraan yang melaju di sepanjang jalan di lereng gunung tanpa pencahayaan buatan adalah esensi dari fotografi di malam hari. Khususnya jika jalan raya tersebut memiliki belokan atau lereng turunan yang tajam, ekor lampu yang tertangkap dalam foto malam memiliki kualitas dinamis yang jarang ditemukan dalam foto malam. Secara umum, mobil yang dikemudikan di jalan pegunungan yang gelap cenderung berkecepatan rendah. Karena kecepatan rana maksimum yang didukung oleh DSLR AV, mode TV dan M hanya selama 30 detik, fitur bulb dan kabel pelepas harus digunakan untuk mendapatkan kecepatan rana lebih dari 30 detik, dan ini diperlukan untuk mendapatkan ekor lampu yang tanpa cela. Untuk pilihan lensa, lensa sudut lebar lebih cocok daripada lensa telefoto untuk menghasilkan efek ekor lampu yang lengkap, tanpa terputus. Ingat, lensa ultra lebar – kurang dari 20 mm – akan menghasilkan ekor lampu yang lebih lebar dan jelas pada foto. Untuk pengaturan imbangan putih, sebaiknya pilih mode fluorescent atau tungsten. Kontras yang jelas antara ekor lampu putih dan langit yang gelap akan langsung menarik perhatian orang yang melihat. Juga ingat bahwa warna ekor lampu akan lebih putih jika suhu warna turun, dan usahakan menyetel WB ke mode fluorescent atau tungsten. Anda juga dapat memeriksa beberapa hasil foto dan menerapkan beragam suhu warna yang berbeda. Untuk pencahayaan, sebaiknya kurang pencahayaan akan lebih bagus. Dalam beberapa situasi, mungkin Anda juga perlu menegaskan ekor lampu dengan mempergelap latar belakang agar kualitas gerakan mobil lebih dinamis dengan langit yang gelap. Oleh karena itu, Anda harus mengetahui bagaimana cara menonjolkan ekor lampu dibandingkan latar belakang dan menerapkan kompensasi pencahayaan yang lebih gelap 1 hingga 2 stop, dan bukan hanya mengandalkan nilai pencahayaan optimal. Dengan memperhatikan sifat pemotretan, sebaiknya Anda mengajak dua atau tiga teman daripada memotret sendirian. Menemukan mobil yang melintas di jalan pegunungan di tengah malam cukup sulit, jadi mungkin Anda harus mengemudikan sendiri mobil Anda dan kemudian memotretnya daripada menunggu ada mobil yang melintas. Jika Anda membawa teman yang dapat menekan kabel pelepas saat Anda mengemudi, makan juga menjadi ide yang bagus. Pastikan sebelumnya Anda mengecek pola gerakan dan komposisi foto. Menemukan komposisi yang tepat dalam kegelapan hanya dengan mengandalkan indera bukanlah tugas yang mudah. Sebaiknya Anda memeriksa lokasi sebelum matahari terbenam untuk mengecek beberapa pola gerakan dan menentukan bagaimana dan di mana lokasi ekor lampu mobil yang akan dipotret.
| Judul: Menikmati Keheningan Lokasi: Jalur Motor Lokal Nonsan hingga Wanju ISO100, F8, 221 detik |
Teknik Foto: Menyinari Bunga dengan Cahaya - Foto Bunga Ceri Mekar di Malam Hari
| MF 50 mm F1.4S / Mode pencahayaan: M / Bukaan: F8 / Kecepatan rana: 10 detik / ISO: 100 / Imbangan Putih: Nilai Kelvin 2780 / pemotretan file RAW / sRGB |
Kesulitan saat memotret bunga ceri di malam hari yaitu objek tidak diam, namun sedikit bergerak saat diterpa angin. Oleh karena itu ujung cabang mungkin akan lebih kabur dibandingkan bagian lain dalam foto jika menggunakan pencahayaan yang lebih lama. Ini berarti Anda harus menambah ISO atau menggunakan bukaan yang lebih lebar untuk menambah kecepatan rana.
Namun, jika Anda berusaha mendapatkan gambar yang lebih jelas dengan objek seluruh cabang atau bunga yang sedang mekar, pengaturan bukaan harus lebih kecil agar kedalaman bidang lebih tinggi. Hasilnya, kecepatan rana akan lebih lama. Tentu saja, kedalaman bidang akan lebih dalam jika Anda menggunakan lensa bersudut lebar. Oleh karena itu, Anda akan mendapatkan hasil dengan kedalaman bidang yang dalam - meskipun pengaturan bukaan lebih rendah - dengan menggunakan lensa bersudut lebar dan bukan lensa telefoto. Tergantung pada fokus oleh fotografer, nilai bukaan, kecepatan rana dan pengaturan ISO juga bisa berbeda. Saya pribadi menggunakan pengaturan ISO 100 untuk kualitas gambar, nilai bukaan F8 hingga 16 untuk mendapatkan kedalaman bidang yang sesuai, dan kecepatan rana 10 hingga 15 detik. Selain itu, Anda harus sabar menunggu momen yang tenang tanpa hembusan angin sehingga cabang bisa diam, karena waktu pencahayaan cukup lama. Selama periode Festival Bunga Ceri di Korea, biasanya pohon ceri disinari dengan lampu. Oleh karena itu Anda harus teliti sehingga tidak ada "lubang" putih pada foto karena ada bunga yang terlalu terang. Jika warna lampu berubah, Anda dapat memotret beberapa kali untuk menciptakan foto dengan berbagai efek dan suasana.
Jika menggunakan auto white balance, Anda mungkin akan mendapatkan foto yang kurang memuaskan karena warna foto berbeda pada setiap kali pemotretan meskipun pengaturan lainnya sama. Setel nilai Kelvin secara manual untuk menetapkan suhu warna sebelum memotret dapat menjadi langkah terbaik.
| AAF 180 mm F2.8D ED / Mode pencahayaan: M / Bukaan: 11 / Kecepatan rana: 15 detik / ISO: 100 / Imbangan Putih: Nilai Kelvin 2500 / Pemotretan file RAW / sRGB |
Teknik Foto: Esensi Fotografi Malam - Foto Interchange (IC)
Faktor utama untuk memotret IC di malam hari adalah ekor lampu kendaraan dan gemerlap lampu-lampu kota yang sungguh indah. Untuk menyertakan seluruh IC di frame, Anda memerlukan lensa bersudut lebar; dalam beberapa situasi, Anda mungkin memerlukan lensa mata ikan. Tentu saja, sudut tampilan da komposisinya akan berbeda tergantung pada area yang dipotret. Kisaran foto juga menjadi pertimbangan, dan banyak fotografer seringkali menggunakan lensa primer standar. Untuk mendapatkan foto yang bagus dengan ekor lampu kendaraan, Anda memerlukan kecepatan rana yang lebih lama. Sehingga, Anda tidak perlu menambah sensitivitas, meskipun untuk foto malam, dan dapat disetel hingga sekitar ISO 100. Secara umum, kecepatan rana harus lebih dari 15 detik untuk mendapatkan ekor lampu yang cantik, jadi bukaan harus disetel sedemikian rupa dengan memperhatikan kecepatan rana. Seringkali, gambar diambil dengan pengaturan bukaan F8 hingga F16 atau lebih. Bila perlu, kecepatan rana juga dapat ditambah menggunakan filter ND (neutral density). Para penyuka fotografi malam senang memotret dalam kurun waktu "waktu ajaib" - 30 menit sebelum dan sesudah matahari terbenam. Kurun waktu tersebut sungguh sangat cocok untuk memotret matahari terbenam dan pemandangan malam. Namun, foto IC tidak harus selalu dipotret selama waktu ajaib. Meskipun mungkin Anda mendapatkan warna yang lebih bagus selama waktu ajaib, menurut saya waktu-waktu sesudahnya setelah langit gelap lebih cocok untuk menjadikan IC sebagai subjek: Latar belakang yang gelap lebih dapat menegaskan lampu kendaraan yang berwarna putih dan merah. Saya lebih memilih metode menekan rana separuh untuk fokus pada objek menggunakan AF daripada beralih ke MF. Bila memungkinkan, gunakan kabel pelepas dan pilih WB manual dan bukan WB auto atau setel nilai Kelvin (K) secara manual untuk mendapatkan foto yang lebih bagus dan pemandangan malam yang luar biasa. Tips fotografi 1: Setel WB ke manual dengan fokus pada garis tengah IC saat mobil melintas. Tersedia banyak aksesoris untuk menyetel WB. Saya pribadi lebih sering menggunakan "cakram imbangan putih" untuk menyetel WB dan memotret IC di malam hari. Tips fotografi 2: Suasana foto berubah berdasarkan kecepatan rana. Anda harus memutuskan seberapa banyak ekor lampu kendaraan yang akan dipotret. Waktu rana yang lama dapat membuat jalan raya dipenuhi banyak lampu, atau Anda dapat menyederhanakan ekor lampu hanya dengan beberapa garis. Membandingkan kedua foto akan membuat Anda lebih paham dengan karakteristik masing-masing dan memberikan inspirasi.
Titik Fokus Lanskap Seoul yang Baru - Pemandangan Hangang di Malam Hari
Orang lain biasanya menyertakan gambar jembatan saat memotret pemandangan Hangang di malam hari. Anda bisa mendapatkan foto yang bagus dan warna langit yang jelas dengan cara memotret tepat sebelum atau sesudah matahari terbenam. Visibilitas, yang sangat mempengaruhi fotografi, mungkin berbeda-beda tergantung kondisi cuaca, jadi Anda harus selalu mempertimbangkannya. Kondisi cuaca ketika saya memotret ini yaitu saat langitnya terlalu cerah, sehingga kecepatan rana sangat tinggi. Hal ini juga tidak cukup untuk memotret ekor lampu kendaraan yang melintas di Jembatan Banghwa. Akhirnya, saya memperlambat kecepatan rana dari ISO 100 menjadi 50 untuk memotret ekor lampu mobil, namun sekaligus menggunakan bukaan yang lebih kecil yaitu sekitar F13 untuk memotret gunung yang jauh. Dengan menyetel kamera ke clear mode, saya juga berusaha menciptakan warna yang lebih kuat di dalam foto.
Jembatan Banghwa
1. Lokasi: di tengah gunung sehingga terlihat ujung utara Jembatan Banghwa
2. Tanggal & waktu: 16 Feb 2008 sekitar 18:30, tepat sebelum matahari terbenam
3. Info pengaturan: 135 mm F2.0 Pengukuran cahaya: Multi-bukaan: F13 Kecepatan Rana: 10 detik ISO: 50 Mode: Clear
1. Lokasi: di tengah gunung sehingga terlihat ujung utara Jembatan Banghwa
2. Tanggal & waktu: 16 Feb 2008 sekitar 18:30, tepat sebelum matahari terbenam
3. Info pengaturan: 135 mm F2.0 Pengukuran cahaya: Multi-bukaan: F13 Kecepatan Rana: 10 detik ISO: 50 Mode: Clear
Jika Anda memotret dalam kurun periode antara matahari terbenam dan malam tiba, sebaiknya gunakan mode tungsten karena masih tersisa warna yang agak kebiruan di langit. Pengaturan kamera untuk pemandangan malam yang saya gunakan adalah mode tungsten, untuk mendapatkan efek warna yang jernih dan kebiruan; pengaturan nilai Kelvin manual; dan AWB (auto white balance) yang akan menghasilkan imbangan putih yang bagus karena performa kamera semakin ditingkatkan. Untuk fokus, saya fokus pada titik antara 1/3 hingga 1/2 dalam kisaran tengah (Untuk objek tanpa titik tengah, saya fokus ke titik tengah dalam bayangan dan separuh yang disorot) saat melihat ke jendela bidik. Dengan demikian, saya mendapatkan pencahayaan yang tepat dengan kedalaman bidang dan gambar yang jernih secara keseluruhan.
Jembatan Sungsan
1. Lokasi: ujung sungai bagian utara Jembatan Sungsan
2. Tanggal & waktu: 8 Mar 2008 sekitar 19:00, tepat setelah matahari terbenam
3. Info pengaturan: 50 mm F1.4 Pengukuran cahaya: Multi bukaan: F11 kecepatan rana: 8 detik ISO: 100 Mode: Tungsten
Jembatan Sungsan
1. Lokasi: ujung sungai bagian utara Jembatan Sungsan
2. Tanggal & waktu: 8 Mar 2008 sekitar 19:00, tepat setelah matahari terbenam
3. Info pengaturan: 50 mm F1.4 Pengukuran cahaya: Multi bukaan: F11 kecepatan rana: 8 detik ISO: 100 Mode: Tungsten
Teknik Foto: Festival Malam yang Menakjubkan – Kembang Api
Peralatan utama untuk memotret kembang api adalah kamera DSLR yang dilengkapi dengan mode bulb, lensa zoom, tripod, kabel pelepas, dan papan atau topi hitam. Karena kita tidak mengetahui lokasi di mana tepatnya kembang api akan meletus, sebaiknya Anda menggunakan lensa zoom bersudut lebar danbukan lensa primer untuk mendapatkan komposisi layar yang fleksibel. Karena kembang api bisa saja sangat besar dan meletus di ketinggian tertentu dan meleset dari perkiraan, Anda harus menggunakan lensa bersudut lebar, khususnya jika memotret dari jarak dekat. Gunakan lensa zoom untuk mendapatkan sudut tampilan atau komposisi sesusi keinginan. Setelah menentukan sudut, Anda dapat mengganti dengan lensa primer untuk mendapatkan gambar yang lebih jelas.
Kembang api biasanya meletus di udara setelah lima detik sejak disulut. Oleh karena itu, Anda bisa memperoleh foto kembang api yang bagus menggunakan pengaturan bukaan F8 hingga F16 dan kecepatan ISO 100 hingga 200.
Untuk mengambil gambar beberapa kembang api, setel kamera ke mode bulb, buka rana, dan tutupi lensa dengan papan atau topi hitam. Kemudian, buka tutup lensa tepat saat kembang api meletus. Dengan mengulang metode ini, Anda bisa memotret beberapa kembang api dalam satu foto. Hindari penggunaan tudung lensa karena dapat menyebabkan kamera sedikit bergerak dan akan membuat latar belakang kabur. Anda harus menggunakan kabel pelepas saat mengaktifkan fitur bulb, karena ini akan mencegah gerakan kamera.
Pengaturan AF (autofokus) mungkin akan gagal memfokus pada kembang api, jadi gunakan MF (fokus manual) untuk pengaturan fokus kamera. Karena lokasi meletusnya kembang api juga akan sedikit berbeda, sebaiknya Anda menggunakan bukaan yang lebih kecil untuk mendapatkan kedalaman bidang meskipun menggunakan fokus manual. Anda dapat menggunakan mode otomatis untuk WB (imbangan putih), namun menggunakan mode tungsten atau WB manual, atau menyetel nilai Kelvin (K) secara manual, dapat menghasilkan warna latar belakang yang lebih baik dan lebih biru.

Tips fotografi 1: Anda bisa mendapatkan foto kembang api yang lebih jelas pada letusan awal, karena kembang api susulan biasanya sudah terkontaminasi asap sehingga hasil foto kurang bagus.
Tips fotografi 2: Sebaiknya jangan hanya memotret kembang api, dapatkan foto yang lebih bagus dengan mengikutsertakan pemandangan kota sebagai latar belakang. Untuk melakukannya, periksa pencahayaan untuk pemandangan kota terlebih dulu. Kemudian, potret menggunakan fitur bulb. Anda dapat menggunakan papan untuk menutupi lensa setelah pencahayaan cukup. Kemudian, buka lensa saat kembang api meletus untuk memotret kembang api dengan pemandangan kota.
Kembang api biasanya meletus di udara setelah lima detik sejak disulut. Oleh karena itu, Anda bisa memperoleh foto kembang api yang bagus menggunakan pengaturan bukaan F8 hingga F16 dan kecepatan ISO 100 hingga 200.
Untuk mengambil gambar beberapa kembang api, setel kamera ke mode bulb, buka rana, dan tutupi lensa dengan papan atau topi hitam. Kemudian, buka tutup lensa tepat saat kembang api meletus. Dengan mengulang metode ini, Anda bisa memotret beberapa kembang api dalam satu foto. Hindari penggunaan tudung lensa karena dapat menyebabkan kamera sedikit bergerak dan akan membuat latar belakang kabur. Anda harus menggunakan kabel pelepas saat mengaktifkan fitur bulb, karena ini akan mencegah gerakan kamera.
Pengaturan AF (autofokus) mungkin akan gagal memfokus pada kembang api, jadi gunakan MF (fokus manual) untuk pengaturan fokus kamera. Karena lokasi meletusnya kembang api juga akan sedikit berbeda, sebaiknya Anda menggunakan bukaan yang lebih kecil untuk mendapatkan kedalaman bidang meskipun menggunakan fokus manual. Anda dapat menggunakan mode otomatis untuk WB (imbangan putih), namun menggunakan mode tungsten atau WB manual, atau menyetel nilai Kelvin (K) secara manual, dapat menghasilkan warna latar belakang yang lebih baik dan lebih biru.
Tips fotografi 1: Anda bisa mendapatkan foto kembang api yang lebih jelas pada letusan awal, karena kembang api susulan biasanya sudah terkontaminasi asap sehingga hasil foto kurang bagus.
Tips fotografi 2: Sebaiknya jangan hanya memotret kembang api, dapatkan foto yang lebih bagus dengan mengikutsertakan pemandangan kota sebagai latar belakang. Untuk melakukannya, periksa pencahayaan untuk pemandangan kota terlebih dulu. Kemudian, potret menggunakan fitur bulb. Anda dapat menggunakan papan untuk menutupi lensa setelah pencahayaan cukup. Kemudian, buka lensa saat kembang api meletus untuk memotret kembang api dengan pemandangan kota.
Selasa, 25 September 2012
Kesulitan Terbesar Jadi Fotografer Fashion
Andra Alodita dan Evelyn Pritt merupakan dua fotografer wanita yang
kerap diminta untuk mengerjakan proyek fashion. Keduanya kini berbagi
cerita kesulitan menjadi fotografer di dunia mode.
Evelyn dan Andra sama-sama sepakat ada banyak hal yang bisa jadi kesulitan ketika menjadi fotografer fashion. Hal itu karena foto fashion melibatkan banyak tim.
"Fashion kan kayak tim ya. Modelnya, make-up artist, rambutnya. Kadang fotonya sudah bagus, ekspresi model nggak dapat atau posturnya aneh, nggak bagus juga. Kadang ada model yang nggak enak aja gitu, kayak kaku, nggak luwes. Kelihatannya difoto juga nggak enak, kayak pose jadinya. Kalau memang inginnya pose nggak apa-apa, tapi kalau fashion biasanya kan inginnya kelihatan luwes," urai Evelyn.
Bukan hanya model saja yang bisa menentukan bagus atau tidaknya foto tersebut. Andra menambahkan uraian Evelyn di atas. Menurutnya ketika memotret untuk mode, fotografer harus bisa menceritakan lewat visual apa yang ingin disampaikan desainer atau brand melalui busana mereka.
"Model itu berpose seperti itu kenapa, make-up seperti itu dipilih karena apa, dan lokasinya kenapa dipilih di tempat itu. Jadi ada banyak hal dan itu harus belajar satu-satu secara pelan-pelan. Harus banyak baca buku, banyak lihat majalah, banyak-banyakin referensi, belajar dari practice makes perfect," jelas Andra yang pernah memotret untuk fashion show Biyan dan Priyo Oktaviano itu.
Ketika menjadi fotografer fashion yang kerap dan harus dihadapi oleh Andra dan Evelyn adalah menghadapi para model baik yang baru ataupun lama dengan segala perilakunya. Untuk Evelyn, karena dia tidak terlalu bisa memberi arahan biasanya membebaskan model tersebut untuk bergaya.
"Nanti tinggal dari foto yang dipilih saja. Kita pilih yang sesuai kita mau. Sekarang sudah tahu maunya kayak gimana, modelnya melenceng dikit, tinggal dikasih tahu melencengnya di mana," ujar wanita yang pernah memenangkan penghargaan di International Photography Awards pada 2010 dan 2011 itu.
Sedangkan Andra, menurutnya model yang sulit diatur atau kaku kemungkinan karena dia merasa tidak nyaman. Ketika hal itu terhadi, sang fotografer harus pandai-pandai mengarahkan.
"Harus buat modelnya dan tim yang ada dalam sebuah photo shoot menjadi nyaman. Jadi semua kerjanya enak. Jadi modelnya juga nggak kayak ngerasa kok gue kayak disuruh-suruh ya. Jadi nyaman-nyaman saja," tutur fotografer 25 tahun itu.
Sumber: wolipop.com
Evelyn dan Andra sama-sama sepakat ada banyak hal yang bisa jadi kesulitan ketika menjadi fotografer fashion. Hal itu karena foto fashion melibatkan banyak tim.
"Fashion kan kayak tim ya. Modelnya, make-up artist, rambutnya. Kadang fotonya sudah bagus, ekspresi model nggak dapat atau posturnya aneh, nggak bagus juga. Kadang ada model yang nggak enak aja gitu, kayak kaku, nggak luwes. Kelihatannya difoto juga nggak enak, kayak pose jadinya. Kalau memang inginnya pose nggak apa-apa, tapi kalau fashion biasanya kan inginnya kelihatan luwes," urai Evelyn.
Bukan hanya model saja yang bisa menentukan bagus atau tidaknya foto tersebut. Andra menambahkan uraian Evelyn di atas. Menurutnya ketika memotret untuk mode, fotografer harus bisa menceritakan lewat visual apa yang ingin disampaikan desainer atau brand melalui busana mereka.
"Model itu berpose seperti itu kenapa, make-up seperti itu dipilih karena apa, dan lokasinya kenapa dipilih di tempat itu. Jadi ada banyak hal dan itu harus belajar satu-satu secara pelan-pelan. Harus banyak baca buku, banyak lihat majalah, banyak-banyakin referensi, belajar dari practice makes perfect," jelas Andra yang pernah memotret untuk fashion show Biyan dan Priyo Oktaviano itu.
Ketika menjadi fotografer fashion yang kerap dan harus dihadapi oleh Andra dan Evelyn adalah menghadapi para model baik yang baru ataupun lama dengan segala perilakunya. Untuk Evelyn, karena dia tidak terlalu bisa memberi arahan biasanya membebaskan model tersebut untuk bergaya.
"Nanti tinggal dari foto yang dipilih saja. Kita pilih yang sesuai kita mau. Sekarang sudah tahu maunya kayak gimana, modelnya melenceng dikit, tinggal dikasih tahu melencengnya di mana," ujar wanita yang pernah memenangkan penghargaan di International Photography Awards pada 2010 dan 2011 itu.
Sedangkan Andra, menurutnya model yang sulit diatur atau kaku kemungkinan karena dia merasa tidak nyaman. Ketika hal itu terhadi, sang fotografer harus pandai-pandai mengarahkan.
"Harus buat modelnya dan tim yang ada dalam sebuah photo shoot menjadi nyaman. Jadi semua kerjanya enak. Jadi modelnya juga nggak kayak ngerasa kok gue kayak disuruh-suruh ya. Jadi nyaman-nyaman saja," tutur fotografer 25 tahun itu.
Sumber: wolipop.com
Langkah-Langkah yang Harus Dilakukan oleh Fotografer Pemula
Fotografer komersil merupakan profesi yang menyenangkan bagi semua
pecinta fotografi. Bagaimana tidak, Anda bisa melakukan hobi sekaligus
mempunyai penghasilan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Hal ini
telah dirasakan oleh tiga fotografer wanita ini, yaitu Andra Alodita,
Nurulita Adriani Rahayu, dan Evelyn Pritt.
Ingin mengikuti jejak mereka? Lakukan lima hal berikut yang perlu diterapkan untuk fotografer pemula yang sudah serius merintis dalam bisnis fotografi.
1. Foto Pakai Hati
Nurulita pun menjelaskan kalau Anda harus memotret menggunakan naluri. Coba mencintai foto terlebih dahulu agar pesan dalam foto tersebut sampai kepada orang lain. Anda tidak perlu bingung atau pusing dengan teknik memotret. "Pokoknya pakai hati dulu motretnya, setelah itu kalau ingin benar-benar jadi fotografer, baru diperdalam teknisnya," ungkap Nurulita saat berbincang dengan wolipop di kawasan Kemang, Jakarta Selatan, Jumat (14/09/2012).
2. Belajar Teknisnya
Setelah bisa mencintai foto, perdalam teknis memotret Anda. Untuk pertama, kenali kamera, lensa, hingga komposisinya. Alangkah lebih baik bila Anda menggunakan setting manual pada kamera digital. "Untuk pemula, digital nggak apa-apa, tapi coba setting manual. Sebenarnya, jauh lebih enak belajar pakai digital karena langsung kelihatan hasilnya," papar Evelyn Pritt, yang ditemui oleh wolipop di Otel Lobby, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (13/09/2012).
3. Boleh Meniru, Asal...
Sering-seringlah lihat referensi untuk menginspirasi Anda ketika memotret. Seperti yang dikatakan oleh kedua fotografer komersil, Nurulita dan Evelyn, Anda boleh saja meniru foto lain pada awalnya karena meniru merupakan proses dari belajar. Akan tetapi, jangan meniru saja, Anda harus improvisasi untuk menciptakan foto yang memiliki ciri khas tersendiri.
4. Bereksperimen
Eksperimen memang hal yang paling penting saat baru masuk dalam bisnis fotografi. Anda perlu menuangkan semua ide yang ada untuk mengasah kemampuan. "Mulai langsung terjun saja. Belaga gila dan nekat saja. Karena kadang-kadang ada orang yang nunggu punya ini dulu, punya itu dulu, kelamaan. Jadi, mendingan langsung foto saja kerjain apa yang kamu suka. Pokoknya, cita-cita harus dikejar,” tutur Andra menasihati.
5. Sharing dengan Teman & Upload Foto ke Media Sosial
Setelah bereksperimen, Anda perlu berbagi foto dengan teman dan meng-upload-nya ke media sosial, seperti Facebook, blog, atau website. Foto yang Anda sebarkan bisa menjadi awal perjalanan karier dalam bisnis fotografi. Di samping itu, foto-foto tersebut akan menjadi portfolio Anda untuk ditunjukkan kepada klien atau berbagai agency iklan.
Ingin mengikuti jejak mereka? Lakukan lima hal berikut yang perlu diterapkan untuk fotografer pemula yang sudah serius merintis dalam bisnis fotografi.
1. Foto Pakai Hati
Nurulita pun menjelaskan kalau Anda harus memotret menggunakan naluri. Coba mencintai foto terlebih dahulu agar pesan dalam foto tersebut sampai kepada orang lain. Anda tidak perlu bingung atau pusing dengan teknik memotret. "Pokoknya pakai hati dulu motretnya, setelah itu kalau ingin benar-benar jadi fotografer, baru diperdalam teknisnya," ungkap Nurulita saat berbincang dengan wolipop di kawasan Kemang, Jakarta Selatan, Jumat (14/09/2012).
2. Belajar Teknisnya
Setelah bisa mencintai foto, perdalam teknis memotret Anda. Untuk pertama, kenali kamera, lensa, hingga komposisinya. Alangkah lebih baik bila Anda menggunakan setting manual pada kamera digital. "Untuk pemula, digital nggak apa-apa, tapi coba setting manual. Sebenarnya, jauh lebih enak belajar pakai digital karena langsung kelihatan hasilnya," papar Evelyn Pritt, yang ditemui oleh wolipop di Otel Lobby, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (13/09/2012).
3. Boleh Meniru, Asal...
Sering-seringlah lihat referensi untuk menginspirasi Anda ketika memotret. Seperti yang dikatakan oleh kedua fotografer komersil, Nurulita dan Evelyn, Anda boleh saja meniru foto lain pada awalnya karena meniru merupakan proses dari belajar. Akan tetapi, jangan meniru saja, Anda harus improvisasi untuk menciptakan foto yang memiliki ciri khas tersendiri.
4. Bereksperimen
Eksperimen memang hal yang paling penting saat baru masuk dalam bisnis fotografi. Anda perlu menuangkan semua ide yang ada untuk mengasah kemampuan. "Mulai langsung terjun saja. Belaga gila dan nekat saja. Karena kadang-kadang ada orang yang nunggu punya ini dulu, punya itu dulu, kelamaan. Jadi, mendingan langsung foto saja kerjain apa yang kamu suka. Pokoknya, cita-cita harus dikejar,” tutur Andra menasihati.
5. Sharing dengan Teman & Upload Foto ke Media Sosial
Setelah bereksperimen, Anda perlu berbagi foto dengan teman dan meng-upload-nya ke media sosial, seperti Facebook, blog, atau website. Foto yang Anda sebarkan bisa menjadi awal perjalanan karier dalam bisnis fotografi. Di samping itu, foto-foto tersebut akan menjadi portfolio Anda untuk ditunjukkan kepada klien atau berbagai agency iklan.
Kamis, 13 September 2012
Makeup Sesuai Bentuk Wajah
Makeup dapat menutupi kekurangan dan menonjolkan kelebihan wajah. Antara lain dengan mengoleskan makeup sesuai bentuk wajah.
Wajah oval yang simetris dengan jarak antara kedua mata sama dengan panjang mata, dahi lebih lebar dibanding bagian bawah wajah, cocok dengan hampir semua makeup. Banyak perempuan yang menggunakan teknik highlight dan kontur untuk mendapatkan bentuk wajah oval. Untuk menegaskan bentuk wajah ideal Anda, oleskan bronzer atau bedak yang lebih gelap dalam bentuk angka 3 dari dahi ke tulang pipi dan dagu.
Wajah Bulat
Kuncinya adalah : ciptakan ilusi panjang pada wajah. Fokus pada satu bagian wajah : mata atau bibir. Bisa gunakan bronzer sebagai kontur dengan dioleskan di pelipis dan di bawah garis rahang. Sapukan perona pipi tepat di bawah tulang pipi untuk membentuknya atau oleskan langsung pada tonjolan pipi untuk menegaskan bentuknya. Selalu ingat, perona pipi warna cerah menegaskan sifat bulat dari wajah. Jika dioleskan dengan sapuan ke atas, akan memberikan efek yang merampingkan.
Wajah Oblong
Bentuk wajah ini memberikan banyak permukaan untuk pengolesan makeup. Jadi, sering-sering coba makeup baru dan hati-hati dalam pilih warna. Kontur garis rambut dengan bronzer, dari pelipis ke pelipis untuk meminimalisir dahi yang mencolok. Gunakan perona pipi warna netral yang cocok dengan warna apa saja. Memperpanjang alis keluar, ke pelipis melembutkan bentuk wajah persegi.
Wajah Hati
Wajah bentuk hati mempunyai tulang pipi yang mencolok. Jika ingin menegaskannya, kenakan perona pipi dan lipstik yang lebih cerah dipadukan dengan rias mata netral. Jika ingin menyamarkan pipi, kenakan perona pipi matte netral dan lipgloss warna muda. Wajah bentuk hati terutama cantik dengan warna klasik tahun 40-an. Bibir merah atau warna berry dan perona pipi ceri muda sedang tren saat ini. Padukan garis mata hitam atau cokelat dengan perona mata warna putih atau beige.
Wajah Berlian
Gunakan makeup untuk mencerahkan bagian tengah wajah. Alas bedak cair atau bedak highlighting yang warnanya lebih muda bisa membantu mendapatkan efek ini. Oleskan di dahi, batang hidung, dan bagian tengah dagu untuk menegaskan bagian favorit Anda. Gunakan bedak bronzing atau alas bedak yang warnanya lebih tua, kontur puncak dahi, ujung dagu dan bagian bawah tulang pipi untuk efek maksimum.
Wajah Kotak
Lembutkan bentuk wajah dengan teknik makeup yang tepat. Gunakan goresan dan teknik membulat dan selalu baurkan secara baik. Untuk riasan tercantik, kontur belakang tulang rahang dan bagian bawah tulang pipi dengan bronzing powder. Oleskan perona pipi dalam bentuk bulat pada tonjolan pipi. Menyapukan kuas makeup ke atas menuju pelipis dapat meminimalisir garis rahang persegi dan melembutkan bentuk-bentuk keras.
Jumat, 31 Agustus 2012
Tips Menjadi Public Relations Profesional
Seorang public relations (PR) mengemban tugas utama untuk meningkatkan reputasi perusahaan. Untuk itu, PR harus mampu menyajikan citra sebuah perusahaan kepada publik atau masyarakat dalam gambaran yang terbaik. Bagi Anda yang berkecimpung di dunia komunikasi dan ingin sukses sebagai PR yang profesional, berikut ini tips dari tiga PR profesional yang berhasil diwawancarai wolipop.
1. Percaya Diri
Percaya diri adalah kunci utama menjadi PR yang profesional. Bagaimana bisa membawa citra baik perusahaan ke publik kalau Anda sendiri merasa ragu dengan kemampuan diri dan perusahaan yang dinaungi? Kepercayaan diri akan membuat Anda jadi orang yang siap menghadapi segala kemungkinan, dari yang terbaik maupun terburuk.
2. Banyak Belajar
PR & Social Media Manager The Body Shop Ratu Ommaya (Maya) menekankan, "Dunia komunikasi itu dinamis harus terus belajar, juga harus membuka diri dengan hal-hal baru. Harus sering baca, harus sering belajar dalam arti apapun, selalu mengasah kemampuan."
3. Pintar Mengatur Mood
"Yang namanya PR itu secapek dan setidakbahagia apapun, saat berhadapan dengan media atau publik harus tetap tampil menyenangkan. Tidak menunjukkan bagaimana capek kita," saran Maurin Handayani, media expert Inke Maris & Associates, perusahaan yang bergerak di bidang communications consultant.
4. Memiliki Kepribadian yang Baik
Menurut Herlina Widowati, Brand Manager yang pernah menjadi PR kafe SHY Rooftop, seorang PR harus memiliki kepribadian yang baik bukan hanya secara individu. Tapi juga dalam berprofesi dan berhubungan dengan orang lain. "Kalau aku awalnya harus menjadikan pribadi kita yang menarik, bukan penampilan aja. Kita harus menghormati orang lain. Jangan berpikiran negatif terhadap orang lain, nanti orang lain akan percaya kepada kita," tutur Herlina.
5. Cepat Beradaptasi
Seorang PR pasti akan bertemu dengan banyak orang, dengan karakter dan sikap yang sangat beragam. Di sinilah kemampuan Anda untuk cepat beradaptasi diperlukan agar bisa 'nyambung' saat berkomunikasi dengan berbagai orang.
6. Berpikiran Terbuka
"PR Pikirannya harus sangat terbuka, nggak boleh kaku, selalu update. Aku megang social media juga, jadi harus bisa teknologi juga," ujar Maya.
7. Jaga Hubungan Baik dengan Rekan Kerja
Jangan hanya berhubungan terbatas karena urusan pekerjaan. Untuk menjaga hubungan baik dengan rekan kerja (partner bisnis, klien, media), tunjukkan sedikit perhatian. Misalnya mengucapkan selamat di hari ulang tahunnya, mengirimkan kartu ucapan di hari raya atau sekadar mengajak makan siang sambil berbincang santai.
1. Percaya Diri
Percaya diri adalah kunci utama menjadi PR yang profesional. Bagaimana bisa membawa citra baik perusahaan ke publik kalau Anda sendiri merasa ragu dengan kemampuan diri dan perusahaan yang dinaungi? Kepercayaan diri akan membuat Anda jadi orang yang siap menghadapi segala kemungkinan, dari yang terbaik maupun terburuk.
2. Banyak Belajar
PR & Social Media Manager The Body Shop Ratu Ommaya (Maya) menekankan, "Dunia komunikasi itu dinamis harus terus belajar, juga harus membuka diri dengan hal-hal baru. Harus sering baca, harus sering belajar dalam arti apapun, selalu mengasah kemampuan."
3. Pintar Mengatur Mood
"Yang namanya PR itu secapek dan setidakbahagia apapun, saat berhadapan dengan media atau publik harus tetap tampil menyenangkan. Tidak menunjukkan bagaimana capek kita," saran Maurin Handayani, media expert Inke Maris & Associates, perusahaan yang bergerak di bidang communications consultant.
4. Memiliki Kepribadian yang Baik
Menurut Herlina Widowati, Brand Manager yang pernah menjadi PR kafe SHY Rooftop, seorang PR harus memiliki kepribadian yang baik bukan hanya secara individu. Tapi juga dalam berprofesi dan berhubungan dengan orang lain. "Kalau aku awalnya harus menjadikan pribadi kita yang menarik, bukan penampilan aja. Kita harus menghormati orang lain. Jangan berpikiran negatif terhadap orang lain, nanti orang lain akan percaya kepada kita," tutur Herlina.
5. Cepat Beradaptasi
Seorang PR pasti akan bertemu dengan banyak orang, dengan karakter dan sikap yang sangat beragam. Di sinilah kemampuan Anda untuk cepat beradaptasi diperlukan agar bisa 'nyambung' saat berkomunikasi dengan berbagai orang.
6. Berpikiran Terbuka
"PR Pikirannya harus sangat terbuka, nggak boleh kaku, selalu update. Aku megang social media juga, jadi harus bisa teknologi juga," ujar Maya.
7. Jaga Hubungan Baik dengan Rekan Kerja
Jangan hanya berhubungan terbatas karena urusan pekerjaan. Untuk menjaga hubungan baik dengan rekan kerja (partner bisnis, klien, media), tunjukkan sedikit perhatian. Misalnya mengucapkan selamat di hari ulang tahunnya, mengirimkan kartu ucapan di hari raya atau sekadar mengajak makan siang sambil berbincang santai.
Do's & Don'ts Jika Ingin Jadi Public Relations
Public relation (PR) termasuk salah satu profesi yang cukup diminati
saat ini. Selain penghasilan yang terbilang menjanjikan, juga jenjang
karier yang cukup tinggi.
Namun menjadi PR bukanlah pekerjaan mudah. Diperlukan kemampuan komunikasi yang baik, kelihaian bersosialisasi dan kepercayaan diri tinggi. Salah langkah atau berkata-kata, citra perusahaan yang dibawa seorang PR bisa rusak. Berminat menjadi PR berkualitas? Intip dulu do's and don'ts berikut ini:
Do's
1. Pandai membawa diri, tahu cara berpenampilan, cara berbicara dan menjaga silaturahmi dengan rekan media. "Misalnya ada teman media yang sakit, kalau ada waktu kita bisa jenguk. Rasa kedekatan dari jalinan silaturahmi yang kita buat mau nggak mau pasti akan berbekas di pribadi setiap orang," ujar Maurin Handayani, seorang media expert dari perusahaan communications consultant Inke Maris & Associates, saat berbincang dengan wolipop di kantornya, Tebet, Jakarta, belum lama ini.
2. Menjaga silaturahmi dengan klien, media atau partner kerja lainnya dan memperlakukan mereka selayaknya teman. PR & Social Media Manager The Body Shop Ratu Ommaya menjelaskan, "Menelepon teman media tidak hanya kalau ada acara saja, tapi menjalin silaturahmi dengan mereka juga."
3. Cepat menanggapi jika ada konsumen yang komplain atau bertanya tentang produk perusahaan di tempatnya bekerja. "Jangan berlarut-larut, harus lebih cepat responnya. Dari sisi timing dan cara mengatasinya juga penting," ungkap wanita yang biasa disapa Maya ini, saat diwawancara wolipop lewat telepon, beberapa waktu lalu.
4. Melibatkan publik dalam kegiatan yang bersifat edukasi. Maurin mencontohkan, mengadakan acara yang mengajak publik untuk bergabung dan berpartisipasi. "Seperti roadshow ke sekolah-sekolah, story telling, games, atau kegiatan lain tergantung publik yang sedang dihadapi," jelas Maurin, yang bergabung di Inke Maris sejak 2007.
Don'ts
1. Jangan berpikir bahwa PR hanya mengutamakan penampilan dan kemampuan berkomunikasi. Maya menyayangkan banyaknya anggapan bahwa tugas PR kesannya hanya bersenang-senang dan yang paling penting pintar berbicara. Padahal, tidak sesederhana itu.
"Sebenarnya PR nggak cuma pinter ngomong, tapi juga harus pinter strategic thinkingnya. Gimana satu produk ini dilaunching, gimana cara membuat releasenya, supaya pesan yang mau diberikan sampai ke masyarakat," urai lulusan London School of Public Relation ini.
2. Jangan berkata bohong, dalam artian, saat ingin menyampaikan pesan harus mengungkapkan kebenaran dari produk tersebut. Tidak dilebih-lebihkan juga tidak dikurangi. Maurin menjelaskan, "Jangan asal ngomong. Bagaimanapun juga hal yang bohong itu nggak bisa ditutupi."
Senada dengan Maurin, Maya pun menegaskan untuk tidak berhohong dalam menjalankan profesi sebagai PR. Sekali Anda tidak mengungkapkan fakta dengan benar, karir yang akan terancam. "Jangan bohong karena kredibilitasnya bakal turun, senggaknya dia harus 100 persen jadi orang bisa dipercaya, jangan kriminal," pungkasnya.
3. "Jangan pernah meremehkan seseorang atau suatu media," tutur Brand Manager yang sempat menjadi PR SHY Rooftop Herlina Widowati. Seorang PR harus melihat setiap pihak sebagai 'aset' yang berpotensi baik bagi peningkatan citra perusahaan. Begitu mendapati PR yang berperilaku buruk, imej itu akan melekat di diri PR dan perusahaan untuk seterusnya.
Namun menjadi PR bukanlah pekerjaan mudah. Diperlukan kemampuan komunikasi yang baik, kelihaian bersosialisasi dan kepercayaan diri tinggi. Salah langkah atau berkata-kata, citra perusahaan yang dibawa seorang PR bisa rusak. Berminat menjadi PR berkualitas? Intip dulu do's and don'ts berikut ini:
Do's
1. Pandai membawa diri, tahu cara berpenampilan, cara berbicara dan menjaga silaturahmi dengan rekan media. "Misalnya ada teman media yang sakit, kalau ada waktu kita bisa jenguk. Rasa kedekatan dari jalinan silaturahmi yang kita buat mau nggak mau pasti akan berbekas di pribadi setiap orang," ujar Maurin Handayani, seorang media expert dari perusahaan communications consultant Inke Maris & Associates, saat berbincang dengan wolipop di kantornya, Tebet, Jakarta, belum lama ini.
2. Menjaga silaturahmi dengan klien, media atau partner kerja lainnya dan memperlakukan mereka selayaknya teman. PR & Social Media Manager The Body Shop Ratu Ommaya menjelaskan, "Menelepon teman media tidak hanya kalau ada acara saja, tapi menjalin silaturahmi dengan mereka juga."
3. Cepat menanggapi jika ada konsumen yang komplain atau bertanya tentang produk perusahaan di tempatnya bekerja. "Jangan berlarut-larut, harus lebih cepat responnya. Dari sisi timing dan cara mengatasinya juga penting," ungkap wanita yang biasa disapa Maya ini, saat diwawancara wolipop lewat telepon, beberapa waktu lalu.
4. Melibatkan publik dalam kegiatan yang bersifat edukasi. Maurin mencontohkan, mengadakan acara yang mengajak publik untuk bergabung dan berpartisipasi. "Seperti roadshow ke sekolah-sekolah, story telling, games, atau kegiatan lain tergantung publik yang sedang dihadapi," jelas Maurin, yang bergabung di Inke Maris sejak 2007.
Don'ts
1. Jangan berpikir bahwa PR hanya mengutamakan penampilan dan kemampuan berkomunikasi. Maya menyayangkan banyaknya anggapan bahwa tugas PR kesannya hanya bersenang-senang dan yang paling penting pintar berbicara. Padahal, tidak sesederhana itu.
"Sebenarnya PR nggak cuma pinter ngomong, tapi juga harus pinter strategic thinkingnya. Gimana satu produk ini dilaunching, gimana cara membuat releasenya, supaya pesan yang mau diberikan sampai ke masyarakat," urai lulusan London School of Public Relation ini.
2. Jangan berkata bohong, dalam artian, saat ingin menyampaikan pesan harus mengungkapkan kebenaran dari produk tersebut. Tidak dilebih-lebihkan juga tidak dikurangi. Maurin menjelaskan, "Jangan asal ngomong. Bagaimanapun juga hal yang bohong itu nggak bisa ditutupi."
Senada dengan Maurin, Maya pun menegaskan untuk tidak berhohong dalam menjalankan profesi sebagai PR. Sekali Anda tidak mengungkapkan fakta dengan benar, karir yang akan terancam. "Jangan bohong karena kredibilitasnya bakal turun, senggaknya dia harus 100 persen jadi orang bisa dipercaya, jangan kriminal," pungkasnya.
3. "Jangan pernah meremehkan seseorang atau suatu media," tutur Brand Manager yang sempat menjadi PR SHY Rooftop Herlina Widowati. Seorang PR harus melihat setiap pihak sebagai 'aset' yang berpotensi baik bagi peningkatan citra perusahaan. Begitu mendapati PR yang berperilaku buruk, imej itu akan melekat di diri PR dan perusahaan untuk seterusnya.
Kemampuan yang Harus Dimiliki Oleh Seorang Public Relations
Banyak kaum wanita yang ingin menjadi seorang Public Relations (PR). Profesi yang berperan sebagai penghubung antara perusahaan dan organisasi dengan publiknya itu biasanya selalu dituntut untuk bisa berkomunikasi dengan baik di depan orang banyak. Ini yang menjadikan mereka tampil lebih menonjol. Namun tak hanya itu saja, masih ada beberapa kemampuan lainnya yang harus dimiliki oleh seorang PR. Apa sajakah itu? Yuk, simak di sini.
1. Mampu Berkomunikasi dengan Baik
Menurut teori Frank Jefkins dalam bukunya yang berjudul 'Public Relations', persyaratan mendasar bagi seorang PR yaitu ia harus mampu berkomunikasi secara lisan maupun tulisan. Dituntut untuk bisa berbicara di depan umum dan mampu melakukan presentasi. Tak hanya itu saja, seorang PR harus mampu membuat press release untuk dikirim ke media, mereka juga harus bisa membuat artikel dan feature untuk house jurnal yang akan diterbitkan oleh perusahaan. Menulis naskah pidato, menulis laporan, menulis brosur, hingga konsep iklan layanan masyarakat.
2. Kemampuan Kepemimpinan atau Mengorganisasikan
Ini dapat diartikan sebagai kemampuan mengantisipasi suatu masalah baik di dalam organisasi, maupun di luar. Hal ini juga termasuk kemampuan untuk menyusun rencana kegiatan dan melaksanakannya sampai selesai, termasuk perincian anggarannya. Jika Anda ingin berprofesi sebagai PR, Anda diharapkan mampu mengorganisasikan berbagai macam kegiatan PR. Orang yang berprofesi di bidang tersebut harus mampu berpikir jernih dan obyektif.
3. Dapat Membina Relasi
Anda juga harus mampu menciptakan networking dengan berbagai pihak yang berkaitan dengan perusahaan. Seorang PR juga dituntut harus bisa bekerja sama dengan orang banyak. Pandai membina relasi itu penting untuk membangun opini positif terhadap perusahaan sehingga tercipta hubungan saling percaya satu sama lain. Tak heran bila orang yang cocok berprofesi sebagai PR itu adalah orang yang memiliki tipe kepribadian extrovert.
4. Selalu Jujur
Seorang PR harus memiliki kredibilitas yang tinggi, dapat diandalkan dan dipercaya oleh orang lain. Informasi yang diberikan harus berlandaskan oleh fakta dan bukan sekadar kata-kata manis demi menaikkan popularitas perusahaannya. Selain itu, dalam menjalankan tugasnya ia harus mematuhi etika dan menjunjung tinggi moralitas. Meskipun seorang PR memiliki tugas untuk menjaga image atau citra perusahaannya agar tetap positif di mata publik, namun bukan berarti ia berhak menjatuhkan pihak lain atau saiangannya.
5. Kaya Ide & Kreatif
Berprofesi sebagai PR juga harus penuh dengan gagasan atau ide-ide yang cemerlang. Mereka juga harus kreatif. Oleh karena itu, jika Anda ingin menjadi seorang PR, maka Anda harus memiliki wawasan yang luas. Apabila masalah menghampiri, serumit apapun itu Anda harus bisa menemukan solusinya. Tak hanya itu saja, mengembangkan imajinasinya untuk mampu menciptakan kreativitas kerja juga harus diterapkan.
1. Mampu Berkomunikasi dengan Baik
Menurut teori Frank Jefkins dalam bukunya yang berjudul 'Public Relations', persyaratan mendasar bagi seorang PR yaitu ia harus mampu berkomunikasi secara lisan maupun tulisan. Dituntut untuk bisa berbicara di depan umum dan mampu melakukan presentasi. Tak hanya itu saja, seorang PR harus mampu membuat press release untuk dikirim ke media, mereka juga harus bisa membuat artikel dan feature untuk house jurnal yang akan diterbitkan oleh perusahaan. Menulis naskah pidato, menulis laporan, menulis brosur, hingga konsep iklan layanan masyarakat.
2. Kemampuan Kepemimpinan atau Mengorganisasikan
Ini dapat diartikan sebagai kemampuan mengantisipasi suatu masalah baik di dalam organisasi, maupun di luar. Hal ini juga termasuk kemampuan untuk menyusun rencana kegiatan dan melaksanakannya sampai selesai, termasuk perincian anggarannya. Jika Anda ingin berprofesi sebagai PR, Anda diharapkan mampu mengorganisasikan berbagai macam kegiatan PR. Orang yang berprofesi di bidang tersebut harus mampu berpikir jernih dan obyektif.
3. Dapat Membina Relasi
Anda juga harus mampu menciptakan networking dengan berbagai pihak yang berkaitan dengan perusahaan. Seorang PR juga dituntut harus bisa bekerja sama dengan orang banyak. Pandai membina relasi itu penting untuk membangun opini positif terhadap perusahaan sehingga tercipta hubungan saling percaya satu sama lain. Tak heran bila orang yang cocok berprofesi sebagai PR itu adalah orang yang memiliki tipe kepribadian extrovert.
4. Selalu Jujur
Seorang PR harus memiliki kredibilitas yang tinggi, dapat diandalkan dan dipercaya oleh orang lain. Informasi yang diberikan harus berlandaskan oleh fakta dan bukan sekadar kata-kata manis demi menaikkan popularitas perusahaannya. Selain itu, dalam menjalankan tugasnya ia harus mematuhi etika dan menjunjung tinggi moralitas. Meskipun seorang PR memiliki tugas untuk menjaga image atau citra perusahaannya agar tetap positif di mata publik, namun bukan berarti ia berhak menjatuhkan pihak lain atau saiangannya.
5. Kaya Ide & Kreatif
Berprofesi sebagai PR juga harus penuh dengan gagasan atau ide-ide yang cemerlang. Mereka juga harus kreatif. Oleh karena itu, jika Anda ingin menjadi seorang PR, maka Anda harus memiliki wawasan yang luas. Apabila masalah menghampiri, serumit apapun itu Anda harus bisa menemukan solusinya. Tak hanya itu saja, mengembangkan imajinasinya untuk mampu menciptakan kreativitas kerja juga harus diterapkan.
Langganan:
Postingan (Atom)