Melakukan pemotretan saat jalan-jalan bagi sebagian orang menjadi kegiatan yang menyenangkan. Namun, jangan asal jepret saja karena dengan usaha yang lebih, 'aliran' fotografi ini bisa juga lho dijadikan kegiatan serius dengan hasil yang tentunya lebih ciamik.
Untuk itu, seorang commercial photographer yang sudah lama malang melintang di jagad fotografi Tanah Air, sekaligus pendiri Indonesia photo tour Whitesands, Joe Markus membagi sedikit ilmunya.
"Tentunya kalau kita mau melakukan travel photography yang baik harus mengerti how to make a good picture dengan penguasaan unsur-unsuressential dasarnya seperti komposisi dan lain-lain. Teknik-teknik dasarnya harus sudah mantab dulu," ujarnya.
Lantas untuk perlengkapan sendiri pastinya dibutuhkan kamera serta lensa. "Kita butuh beberapa lensa, seperti wide angle untuk landscape, lensa fix dengan diafragma besar untuk membuat detail dan membuat gambar lebih cantik, lalu kalau memungkinkan juga tele lens supaya bisa lebihcloser to the object. Kalau sudah punya itu, masalah focal lenght (jarak) sudah teratasi.
"Karena begitu kita pakai wide angle lens, secara visual kita mendekatkan diri kepada object kita. Kalau pakai lensa fix 50mm is like looking with our eyes karena itu elemennya sama, kalau lensa tele lebih dekat dengan subyek. Jadi konsep-konsep visual itu harus dipahami dulu sebelum membuat storynya. Menurut Joe, teknik, cerita, komposisi dan pencahayaan adalah faktor penting yang tak boleh dipisahkan.
Dalam kesempatan berbincang di sela-sela acara perilisan kamera anyar Sony di Oktagon, Jakarta Pusat, salah satu pengajar di Darwis Triadi School Of Photography ini juga menyinggung mengenai pengaruh kemunculan aplikasi foto instan (Instagram,dll) terhadap dunia fotografi.
"Menghasilkan foto yang bagus sekarang pasti jauh lebih mudah dengan adanya berbagai macam aplikasi tersebut. Ini membuat fotografi lebih enak dan playfull. Kalau saya melihatnya positif, dalam arti kata, fotografi memang sedang mengalami kemajuan yang pesat baik dari teknologi maupun boom pada peminatnya juga. Dan buat kami, kami harus bisa adaptasi dengan sangat baik," jawabnya.
Ya, keberadaan aplikasi foto instan, di pandangan Joe Markus justru membawa impact yang bagus. "Belajar fotografi sekarang jauh lebih instan, kalo dulu banyak stepnya, sekarang lebih short. Namun the man behind the camera akan tetap pegang peranan. Itu yang biasanya butuh waktu lama buat belajar," ujarnya, menutup pembicaraan.
I'll try to share everything, from light news, effusion, reviews, until hard news (maybe).
Welcoming
Hi pals...nice to meet u all here ^_^
Please feel free to search any info which u need.
Please feel free to search any info which u need.
Tampilkan postingan dengan label fotografi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label fotografi. Tampilkan semua postingan
Jumat, 07 Desember 2012
Rabu, 31 Oktober 2012
5 Tips Asyik Untuk Foto Jalan-jalan yang Keren
Plesir ke suatu tempat yang menarik dan ikonik sangat menyenangkan, apalagi bila dapat berfoto dengan momen yang segar dan terekam dengan sempurna. Satu lembar foto akan begitu bermakna untuk puluhan tahun ke depan.
Disusun detikTravel, Rabu (31/10/2012) berikut 5 tips untuk menghasilkan foto jalan-jalan yang tidak membosankan:
1. Jangan salah kostum
Pelajari tempat yang akan dituju. Jangan sampai salah kostum alias saltum. Kalau ke pantai, agak kurang ciamik bila menggunakan celana jins panjang. Apalagi berfoto dengan jaket motor yang tebal atau sweater. Tidak lucu, bukan?
Di beberapa tempat, ada larangan menggunakan celana pendek seperti di Istana Bangkok (Bangkok Grand Palace). Ada juga yang mewajibkan menggunakan kain setempat seperti di sebagian lokasi wisata di Bali.
2. Sesuaikan warna baju dengan tempat yang didatangi
Setelah memastikan lokasi, perhatikan pula warna dominan yang ada dalam objek wisata yang akan di tuju. Hal ini berguna untuk membantu mencari warna baju yang tepat untuk dipilih. Bila ke daerah candi atau lokasi yang bernuansa gelap, hindari warna baju dengan warna gelap juga. Ada baiknya menggunakan warna kuning, merah atau sesuai selera Anda yang kontras dengan warna sekitar.
Bila bepergian secara berkelompok, pastikan warna baju senada dan harmonis. Karena ini sangat penting untuk membuat komposisi gambar yang unik.
3. Jaket super tebal, pikir-pikir dulu
Khusus untuk di tempat dingin, jaket tebal dengan busa bergelombang di dalam jaket tersebut sebenarnya tidak terlalu fotojenik. Sebab, untuk orang Indonesia yang pada umumnya badannya tidak terlampau besar, jaket super tebal membuat orangnya kalah dominan dari jaketnya. Sebaiknya pilih jaket dengan bahan kain khusus yang hangat dengan model semi jas atau jaket biasa.
Syal juga diperlukan untuk menghangatkan badan. Namun bila leher Anda tidak terlalu jenjang, ada baiknya menghindari syal yang tebal. Syal tebal dengan leher pendek membuat penampilan kurang maksimal.
4. Pilih benda lain untuk memperkaya foto
Tips berikutnya yakni properti, peralatan atau apapun yang dapat membuat foto jalan-jalan makin menakjubkan. Properti ini misalkan peta, koran setempat, kompas, kamera, maupun buku jalan-jalan. Peta mudah ditemui dan dapat diambil gratis begitu Anda sampai di bandara.
Lantas, buatlah adegan tidak hanya monoton dengan berpose menghadap kamera. Melainkan pergunakan dengan properti yang telah disiapkan. Misalkan salah satu melihat peta, sementara yang lain menunjuk ke peta dan yang lain memegang kompas.
5. Memilih latar yang tidak biasa
Berfoto dengan latar bangunan yang sudah ikonik boleh-boleh saja. Namun bila spotnya hanya itu-itu saja, foto tersebut tidak akan terlalu istimewa. Misalkan bila pergi ke Malaysia dan berfoto dengan latar Menara Petronas, Anda akan menjadi orang yang kesekian puluh juta berpose di situ.
Cobalah lebih kreatif lagi dengan mencari background yang sangat bercitarasa lokal, namun belum banyak difoto orang. Usahakan setiap frame yang dihasilkan, orang akan bertanya, "Eh, ini dimana ya? Masa sih di Malaysia? Kok aku kesana nggak perhatikan ada ini ya. Bagus banget."
Silakan mengikuti tips di atas untuk foto perjalanan yang seru. Destinasi sudah ditentukan, baju sudah dipilih yang cocok. Tinggal jeprat, jepret untuk foto-foto liburan yang asyik.
Sumber: detik.com
Disusun detikTravel, Rabu (31/10/2012) berikut 5 tips untuk menghasilkan foto jalan-jalan yang tidak membosankan:
1. Jangan salah kostum
Pelajari tempat yang akan dituju. Jangan sampai salah kostum alias saltum. Kalau ke pantai, agak kurang ciamik bila menggunakan celana jins panjang. Apalagi berfoto dengan jaket motor yang tebal atau sweater. Tidak lucu, bukan?
Di beberapa tempat, ada larangan menggunakan celana pendek seperti di Istana Bangkok (Bangkok Grand Palace). Ada juga yang mewajibkan menggunakan kain setempat seperti di sebagian lokasi wisata di Bali.
2. Sesuaikan warna baju dengan tempat yang didatangi
Setelah memastikan lokasi, perhatikan pula warna dominan yang ada dalam objek wisata yang akan di tuju. Hal ini berguna untuk membantu mencari warna baju yang tepat untuk dipilih. Bila ke daerah candi atau lokasi yang bernuansa gelap, hindari warna baju dengan warna gelap juga. Ada baiknya menggunakan warna kuning, merah atau sesuai selera Anda yang kontras dengan warna sekitar.
Bila bepergian secara berkelompok, pastikan warna baju senada dan harmonis. Karena ini sangat penting untuk membuat komposisi gambar yang unik.
3. Jaket super tebal, pikir-pikir dulu
Khusus untuk di tempat dingin, jaket tebal dengan busa bergelombang di dalam jaket tersebut sebenarnya tidak terlalu fotojenik. Sebab, untuk orang Indonesia yang pada umumnya badannya tidak terlampau besar, jaket super tebal membuat orangnya kalah dominan dari jaketnya. Sebaiknya pilih jaket dengan bahan kain khusus yang hangat dengan model semi jas atau jaket biasa.
Syal juga diperlukan untuk menghangatkan badan. Namun bila leher Anda tidak terlalu jenjang, ada baiknya menghindari syal yang tebal. Syal tebal dengan leher pendek membuat penampilan kurang maksimal.
4. Pilih benda lain untuk memperkaya foto
Tips berikutnya yakni properti, peralatan atau apapun yang dapat membuat foto jalan-jalan makin menakjubkan. Properti ini misalkan peta, koran setempat, kompas, kamera, maupun buku jalan-jalan. Peta mudah ditemui dan dapat diambil gratis begitu Anda sampai di bandara.
Lantas, buatlah adegan tidak hanya monoton dengan berpose menghadap kamera. Melainkan pergunakan dengan properti yang telah disiapkan. Misalkan salah satu melihat peta, sementara yang lain menunjuk ke peta dan yang lain memegang kompas.
5. Memilih latar yang tidak biasa
Berfoto dengan latar bangunan yang sudah ikonik boleh-boleh saja. Namun bila spotnya hanya itu-itu saja, foto tersebut tidak akan terlalu istimewa. Misalkan bila pergi ke Malaysia dan berfoto dengan latar Menara Petronas, Anda akan menjadi orang yang kesekian puluh juta berpose di situ.
Cobalah lebih kreatif lagi dengan mencari background yang sangat bercitarasa lokal, namun belum banyak difoto orang. Usahakan setiap frame yang dihasilkan, orang akan bertanya, "Eh, ini dimana ya? Masa sih di Malaysia? Kok aku kesana nggak perhatikan ada ini ya. Bagus banget."
Silakan mengikuti tips di atas untuk foto perjalanan yang seru. Destinasi sudah ditentukan, baju sudah dipilih yang cocok. Tinggal jeprat, jepret untuk foto-foto liburan yang asyik.
Sumber: detik.com
Kamis, 11 Oktober 2012
Teknik Foto: Klimaks Lanskap Kota di Malam Hari - Gedung
Salah satu keuntungan memotret di malam hari adalah foto lampu kota yang gemerlapan. Jika cuaca mendukung dan Anda bahkan dapat melihat awan melintas di atas kota yang gemerlap, mungkin Anda merasa seperti dapat memotret semuanya, termasuk pemandangan kota di malam hari, sungai, dan jalan raya dengan lampu mobil yang bergerak. Namun, sekalipun cuaca buruk, jangan keluar rumah tanpa membawa kamera dan tripod. Lebih baik Anda bersiap daripada kecewa jika memiliki kesempatan namun terbuang sia-sia. Memotret gedung-gedung tinggi di Seoul di malam hari tidak semudah kedengarannya. Meskipun Anda dapat naik ke gunung yang tinggi, kadang Anda masih harus naik ke atap gedung yang tinggi untuk menemukan objek yang tepat dan menciptakan komposisi yang unik dan menarik. Sebaiknya Anda naik ke atap gedung setelah mendapatkan izin dari manajer gedung. Secara umum, Anda harus menggunakan ISO paling rendah saat memotret, dengan pengaturan bukaan F8 hingga 13. Saat memotret gedung yang gemerlap, sebaiknya setel kecepatan rana mulai 2-6 detik menjadi 8-13 detik. Untuk mencegah gerakan kamera, selalu gunakan kabel pelepas dan juga pengaturan kunci cermin untuk mencegah guncangan cermin. Untuk mengekspresikan efek lampu yang jernih dan tegas, saya menggunakan clear mode di kamera. Saya juga sering menggunakan lensa mata ikan dengan sudut tampilan ekstrim karena memiliki karakteristik dan efek yang unik. Jika objek yang akan dipotret terlalu dekat dan sudah tidak bisa mundur, berarti saatnya menggunakan lensa mata ikan untuk memotret objek tersebut tanpa mengorbankan apa pun. Sungguh sangat memuaskan. Beberapa orang menghindari lensa ini karena menimbulkan distorsi, namun saya suka dengan efeknya yang menarik. Salah satu keunggulannya yaitu memungkinkan konfigurasi ulang pada objek yang dipotret menggunakan lensa selain mata ikan. Seperti pada gambar di atas, gedung yang tinggi atau beberapa objek dapat termuat dalam satu foto, ini adalah salah satu keunggulan lain lensa ini. Jika Anda memotret gedung yang gemerlap, maka tidak perlu menggunakan pencahayaan yang lama. Karena suasananya gelap saat mengambil foto ini, saya menggunakan kecepatan rana yang lambat untuk membuat langit menjadi lebih terang.
| M mode / ISO: 100 / F8 6 detik / Imbangan Putih: Pengaturan nilai Kelvin / Gambar diambil dalam sRGB jpeg / Kompensasi: 8211 / Ketajaman dan keseimbangan warna diedit dengan Photoshop |
Teknik Foto: Cahaya Ekor Lampu yang Melintas di Keheningan Malam
| Judul: Garis Lokasi: Jianjae, Hamyang-gun ISO100, F8, 30 detik |
Memotret ekor lampu dari kendaraan yang melaju di sepanjang jalan di lereng gunung tanpa pencahayaan buatan adalah esensi dari fotografi di malam hari. Khususnya jika jalan raya tersebut memiliki belokan atau lereng turunan yang tajam, ekor lampu yang tertangkap dalam foto malam memiliki kualitas dinamis yang jarang ditemukan dalam foto malam. Secara umum, mobil yang dikemudikan di jalan pegunungan yang gelap cenderung berkecepatan rendah. Karena kecepatan rana maksimum yang didukung oleh DSLR AV, mode TV dan M hanya selama 30 detik, fitur bulb dan kabel pelepas harus digunakan untuk mendapatkan kecepatan rana lebih dari 30 detik, dan ini diperlukan untuk mendapatkan ekor lampu yang tanpa cela. Untuk pilihan lensa, lensa sudut lebar lebih cocok daripada lensa telefoto untuk menghasilkan efek ekor lampu yang lengkap, tanpa terputus. Ingat, lensa ultra lebar – kurang dari 20 mm – akan menghasilkan ekor lampu yang lebih lebar dan jelas pada foto. Untuk pengaturan imbangan putih, sebaiknya pilih mode fluorescent atau tungsten. Kontras yang jelas antara ekor lampu putih dan langit yang gelap akan langsung menarik perhatian orang yang melihat. Juga ingat bahwa warna ekor lampu akan lebih putih jika suhu warna turun, dan usahakan menyetel WB ke mode fluorescent atau tungsten. Anda juga dapat memeriksa beberapa hasil foto dan menerapkan beragam suhu warna yang berbeda. Untuk pencahayaan, sebaiknya kurang pencahayaan akan lebih bagus. Dalam beberapa situasi, mungkin Anda juga perlu menegaskan ekor lampu dengan mempergelap latar belakang agar kualitas gerakan mobil lebih dinamis dengan langit yang gelap. Oleh karena itu, Anda harus mengetahui bagaimana cara menonjolkan ekor lampu dibandingkan latar belakang dan menerapkan kompensasi pencahayaan yang lebih gelap 1 hingga 2 stop, dan bukan hanya mengandalkan nilai pencahayaan optimal. Dengan memperhatikan sifat pemotretan, sebaiknya Anda mengajak dua atau tiga teman daripada memotret sendirian. Menemukan mobil yang melintas di jalan pegunungan di tengah malam cukup sulit, jadi mungkin Anda harus mengemudikan sendiri mobil Anda dan kemudian memotretnya daripada menunggu ada mobil yang melintas. Jika Anda membawa teman yang dapat menekan kabel pelepas saat Anda mengemudi, makan juga menjadi ide yang bagus. Pastikan sebelumnya Anda mengecek pola gerakan dan komposisi foto. Menemukan komposisi yang tepat dalam kegelapan hanya dengan mengandalkan indera bukanlah tugas yang mudah. Sebaiknya Anda memeriksa lokasi sebelum matahari terbenam untuk mengecek beberapa pola gerakan dan menentukan bagaimana dan di mana lokasi ekor lampu mobil yang akan dipotret.
| Judul: Menikmati Keheningan Lokasi: Jalur Motor Lokal Nonsan hingga Wanju ISO100, F8, 221 detik |
Teknik Foto: Menyinari Bunga dengan Cahaya - Foto Bunga Ceri Mekar di Malam Hari
| MF 50 mm F1.4S / Mode pencahayaan: M / Bukaan: F8 / Kecepatan rana: 10 detik / ISO: 100 / Imbangan Putih: Nilai Kelvin 2780 / pemotretan file RAW / sRGB |
Kesulitan saat memotret bunga ceri di malam hari yaitu objek tidak diam, namun sedikit bergerak saat diterpa angin. Oleh karena itu ujung cabang mungkin akan lebih kabur dibandingkan bagian lain dalam foto jika menggunakan pencahayaan yang lebih lama. Ini berarti Anda harus menambah ISO atau menggunakan bukaan yang lebih lebar untuk menambah kecepatan rana.
Namun, jika Anda berusaha mendapatkan gambar yang lebih jelas dengan objek seluruh cabang atau bunga yang sedang mekar, pengaturan bukaan harus lebih kecil agar kedalaman bidang lebih tinggi. Hasilnya, kecepatan rana akan lebih lama. Tentu saja, kedalaman bidang akan lebih dalam jika Anda menggunakan lensa bersudut lebar. Oleh karena itu, Anda akan mendapatkan hasil dengan kedalaman bidang yang dalam - meskipun pengaturan bukaan lebih rendah - dengan menggunakan lensa bersudut lebar dan bukan lensa telefoto. Tergantung pada fokus oleh fotografer, nilai bukaan, kecepatan rana dan pengaturan ISO juga bisa berbeda. Saya pribadi menggunakan pengaturan ISO 100 untuk kualitas gambar, nilai bukaan F8 hingga 16 untuk mendapatkan kedalaman bidang yang sesuai, dan kecepatan rana 10 hingga 15 detik. Selain itu, Anda harus sabar menunggu momen yang tenang tanpa hembusan angin sehingga cabang bisa diam, karena waktu pencahayaan cukup lama. Selama periode Festival Bunga Ceri di Korea, biasanya pohon ceri disinari dengan lampu. Oleh karena itu Anda harus teliti sehingga tidak ada "lubang" putih pada foto karena ada bunga yang terlalu terang. Jika warna lampu berubah, Anda dapat memotret beberapa kali untuk menciptakan foto dengan berbagai efek dan suasana.
Jika menggunakan auto white balance, Anda mungkin akan mendapatkan foto yang kurang memuaskan karena warna foto berbeda pada setiap kali pemotretan meskipun pengaturan lainnya sama. Setel nilai Kelvin secara manual untuk menetapkan suhu warna sebelum memotret dapat menjadi langkah terbaik.
| AAF 180 mm F2.8D ED / Mode pencahayaan: M / Bukaan: 11 / Kecepatan rana: 15 detik / ISO: 100 / Imbangan Putih: Nilai Kelvin 2500 / Pemotretan file RAW / sRGB |
Teknik Foto: Esensi Fotografi Malam - Foto Interchange (IC)
Faktor utama untuk memotret IC di malam hari adalah ekor lampu kendaraan dan gemerlap lampu-lampu kota yang sungguh indah. Untuk menyertakan seluruh IC di frame, Anda memerlukan lensa bersudut lebar; dalam beberapa situasi, Anda mungkin memerlukan lensa mata ikan. Tentu saja, sudut tampilan da komposisinya akan berbeda tergantung pada area yang dipotret. Kisaran foto juga menjadi pertimbangan, dan banyak fotografer seringkali menggunakan lensa primer standar. Untuk mendapatkan foto yang bagus dengan ekor lampu kendaraan, Anda memerlukan kecepatan rana yang lebih lama. Sehingga, Anda tidak perlu menambah sensitivitas, meskipun untuk foto malam, dan dapat disetel hingga sekitar ISO 100. Secara umum, kecepatan rana harus lebih dari 15 detik untuk mendapatkan ekor lampu yang cantik, jadi bukaan harus disetel sedemikian rupa dengan memperhatikan kecepatan rana. Seringkali, gambar diambil dengan pengaturan bukaan F8 hingga F16 atau lebih. Bila perlu, kecepatan rana juga dapat ditambah menggunakan filter ND (neutral density). Para penyuka fotografi malam senang memotret dalam kurun waktu "waktu ajaib" - 30 menit sebelum dan sesudah matahari terbenam. Kurun waktu tersebut sungguh sangat cocok untuk memotret matahari terbenam dan pemandangan malam. Namun, foto IC tidak harus selalu dipotret selama waktu ajaib. Meskipun mungkin Anda mendapatkan warna yang lebih bagus selama waktu ajaib, menurut saya waktu-waktu sesudahnya setelah langit gelap lebih cocok untuk menjadikan IC sebagai subjek: Latar belakang yang gelap lebih dapat menegaskan lampu kendaraan yang berwarna putih dan merah. Saya lebih memilih metode menekan rana separuh untuk fokus pada objek menggunakan AF daripada beralih ke MF. Bila memungkinkan, gunakan kabel pelepas dan pilih WB manual dan bukan WB auto atau setel nilai Kelvin (K) secara manual untuk mendapatkan foto yang lebih bagus dan pemandangan malam yang luar biasa. Tips fotografi 1: Setel WB ke manual dengan fokus pada garis tengah IC saat mobil melintas. Tersedia banyak aksesoris untuk menyetel WB. Saya pribadi lebih sering menggunakan "cakram imbangan putih" untuk menyetel WB dan memotret IC di malam hari. Tips fotografi 2: Suasana foto berubah berdasarkan kecepatan rana. Anda harus memutuskan seberapa banyak ekor lampu kendaraan yang akan dipotret. Waktu rana yang lama dapat membuat jalan raya dipenuhi banyak lampu, atau Anda dapat menyederhanakan ekor lampu hanya dengan beberapa garis. Membandingkan kedua foto akan membuat Anda lebih paham dengan karakteristik masing-masing dan memberikan inspirasi.
Titik Fokus Lanskap Seoul yang Baru - Pemandangan Hangang di Malam Hari
Orang lain biasanya menyertakan gambar jembatan saat memotret pemandangan Hangang di malam hari. Anda bisa mendapatkan foto yang bagus dan warna langit yang jelas dengan cara memotret tepat sebelum atau sesudah matahari terbenam. Visibilitas, yang sangat mempengaruhi fotografi, mungkin berbeda-beda tergantung kondisi cuaca, jadi Anda harus selalu mempertimbangkannya. Kondisi cuaca ketika saya memotret ini yaitu saat langitnya terlalu cerah, sehingga kecepatan rana sangat tinggi. Hal ini juga tidak cukup untuk memotret ekor lampu kendaraan yang melintas di Jembatan Banghwa. Akhirnya, saya memperlambat kecepatan rana dari ISO 100 menjadi 50 untuk memotret ekor lampu mobil, namun sekaligus menggunakan bukaan yang lebih kecil yaitu sekitar F13 untuk memotret gunung yang jauh. Dengan menyetel kamera ke clear mode, saya juga berusaha menciptakan warna yang lebih kuat di dalam foto.
Jembatan Banghwa
1. Lokasi: di tengah gunung sehingga terlihat ujung utara Jembatan Banghwa
2. Tanggal & waktu: 16 Feb 2008 sekitar 18:30, tepat sebelum matahari terbenam
3. Info pengaturan: 135 mm F2.0 Pengukuran cahaya: Multi-bukaan: F13 Kecepatan Rana: 10 detik ISO: 50 Mode: Clear
1. Lokasi: di tengah gunung sehingga terlihat ujung utara Jembatan Banghwa
2. Tanggal & waktu: 16 Feb 2008 sekitar 18:30, tepat sebelum matahari terbenam
3. Info pengaturan: 135 mm F2.0 Pengukuran cahaya: Multi-bukaan: F13 Kecepatan Rana: 10 detik ISO: 50 Mode: Clear
Jika Anda memotret dalam kurun periode antara matahari terbenam dan malam tiba, sebaiknya gunakan mode tungsten karena masih tersisa warna yang agak kebiruan di langit. Pengaturan kamera untuk pemandangan malam yang saya gunakan adalah mode tungsten, untuk mendapatkan efek warna yang jernih dan kebiruan; pengaturan nilai Kelvin manual; dan AWB (auto white balance) yang akan menghasilkan imbangan putih yang bagus karena performa kamera semakin ditingkatkan. Untuk fokus, saya fokus pada titik antara 1/3 hingga 1/2 dalam kisaran tengah (Untuk objek tanpa titik tengah, saya fokus ke titik tengah dalam bayangan dan separuh yang disorot) saat melihat ke jendela bidik. Dengan demikian, saya mendapatkan pencahayaan yang tepat dengan kedalaman bidang dan gambar yang jernih secara keseluruhan.
Jembatan Sungsan
1. Lokasi: ujung sungai bagian utara Jembatan Sungsan
2. Tanggal & waktu: 8 Mar 2008 sekitar 19:00, tepat setelah matahari terbenam
3. Info pengaturan: 50 mm F1.4 Pengukuran cahaya: Multi bukaan: F11 kecepatan rana: 8 detik ISO: 100 Mode: Tungsten
Jembatan Sungsan
1. Lokasi: ujung sungai bagian utara Jembatan Sungsan
2. Tanggal & waktu: 8 Mar 2008 sekitar 19:00, tepat setelah matahari terbenam
3. Info pengaturan: 50 mm F1.4 Pengukuran cahaya: Multi bukaan: F11 kecepatan rana: 8 detik ISO: 100 Mode: Tungsten
Teknik Foto: Festival Malam yang Menakjubkan – Kembang Api
Peralatan utama untuk memotret kembang api adalah kamera DSLR yang dilengkapi dengan mode bulb, lensa zoom, tripod, kabel pelepas, dan papan atau topi hitam. Karena kita tidak mengetahui lokasi di mana tepatnya kembang api akan meletus, sebaiknya Anda menggunakan lensa zoom bersudut lebar danbukan lensa primer untuk mendapatkan komposisi layar yang fleksibel. Karena kembang api bisa saja sangat besar dan meletus di ketinggian tertentu dan meleset dari perkiraan, Anda harus menggunakan lensa bersudut lebar, khususnya jika memotret dari jarak dekat. Gunakan lensa zoom untuk mendapatkan sudut tampilan atau komposisi sesusi keinginan. Setelah menentukan sudut, Anda dapat mengganti dengan lensa primer untuk mendapatkan gambar yang lebih jelas.
Kembang api biasanya meletus di udara setelah lima detik sejak disulut. Oleh karena itu, Anda bisa memperoleh foto kembang api yang bagus menggunakan pengaturan bukaan F8 hingga F16 dan kecepatan ISO 100 hingga 200.
Untuk mengambil gambar beberapa kembang api, setel kamera ke mode bulb, buka rana, dan tutupi lensa dengan papan atau topi hitam. Kemudian, buka tutup lensa tepat saat kembang api meletus. Dengan mengulang metode ini, Anda bisa memotret beberapa kembang api dalam satu foto. Hindari penggunaan tudung lensa karena dapat menyebabkan kamera sedikit bergerak dan akan membuat latar belakang kabur. Anda harus menggunakan kabel pelepas saat mengaktifkan fitur bulb, karena ini akan mencegah gerakan kamera.
Pengaturan AF (autofokus) mungkin akan gagal memfokus pada kembang api, jadi gunakan MF (fokus manual) untuk pengaturan fokus kamera. Karena lokasi meletusnya kembang api juga akan sedikit berbeda, sebaiknya Anda menggunakan bukaan yang lebih kecil untuk mendapatkan kedalaman bidang meskipun menggunakan fokus manual. Anda dapat menggunakan mode otomatis untuk WB (imbangan putih), namun menggunakan mode tungsten atau WB manual, atau menyetel nilai Kelvin (K) secara manual, dapat menghasilkan warna latar belakang yang lebih baik dan lebih biru.

Tips fotografi 1: Anda bisa mendapatkan foto kembang api yang lebih jelas pada letusan awal, karena kembang api susulan biasanya sudah terkontaminasi asap sehingga hasil foto kurang bagus.
Tips fotografi 2: Sebaiknya jangan hanya memotret kembang api, dapatkan foto yang lebih bagus dengan mengikutsertakan pemandangan kota sebagai latar belakang. Untuk melakukannya, periksa pencahayaan untuk pemandangan kota terlebih dulu. Kemudian, potret menggunakan fitur bulb. Anda dapat menggunakan papan untuk menutupi lensa setelah pencahayaan cukup. Kemudian, buka lensa saat kembang api meletus untuk memotret kembang api dengan pemandangan kota.
Kembang api biasanya meletus di udara setelah lima detik sejak disulut. Oleh karena itu, Anda bisa memperoleh foto kembang api yang bagus menggunakan pengaturan bukaan F8 hingga F16 dan kecepatan ISO 100 hingga 200.
Untuk mengambil gambar beberapa kembang api, setel kamera ke mode bulb, buka rana, dan tutupi lensa dengan papan atau topi hitam. Kemudian, buka tutup lensa tepat saat kembang api meletus. Dengan mengulang metode ini, Anda bisa memotret beberapa kembang api dalam satu foto. Hindari penggunaan tudung lensa karena dapat menyebabkan kamera sedikit bergerak dan akan membuat latar belakang kabur. Anda harus menggunakan kabel pelepas saat mengaktifkan fitur bulb, karena ini akan mencegah gerakan kamera.
Pengaturan AF (autofokus) mungkin akan gagal memfokus pada kembang api, jadi gunakan MF (fokus manual) untuk pengaturan fokus kamera. Karena lokasi meletusnya kembang api juga akan sedikit berbeda, sebaiknya Anda menggunakan bukaan yang lebih kecil untuk mendapatkan kedalaman bidang meskipun menggunakan fokus manual. Anda dapat menggunakan mode otomatis untuk WB (imbangan putih), namun menggunakan mode tungsten atau WB manual, atau menyetel nilai Kelvin (K) secara manual, dapat menghasilkan warna latar belakang yang lebih baik dan lebih biru.
Tips fotografi 1: Anda bisa mendapatkan foto kembang api yang lebih jelas pada letusan awal, karena kembang api susulan biasanya sudah terkontaminasi asap sehingga hasil foto kurang bagus.
Tips fotografi 2: Sebaiknya jangan hanya memotret kembang api, dapatkan foto yang lebih bagus dengan mengikutsertakan pemandangan kota sebagai latar belakang. Untuk melakukannya, periksa pencahayaan untuk pemandangan kota terlebih dulu. Kemudian, potret menggunakan fitur bulb. Anda dapat menggunakan papan untuk menutupi lensa setelah pencahayaan cukup. Kemudian, buka lensa saat kembang api meletus untuk memotret kembang api dengan pemandangan kota.
Kamis, 27 September 2012
7 Surga Fotografi di Ranah Minang
Sumatera Barat bukan hanya sebagai daerah yang panas, tapi keindahan
panoramanya mampu menggoda hasrat fotografi setiap traveler. Kalau sudah
begini, segera keluarkan kamera dan abadikan panorama tercantik Ranah
Minang di 7 tempat ini!
Keindahan alam Ranah Minang, menjadikannya sebagai surga bagi para pecinta fotografi. Mulai dari jajaran Bukit Barisan, keeksotisan Lembah Harau, Ngarai Sianok, sampai paras cantik Danau Maninjau bisa jadi model dari tanah kelahiran Bung Hatta ini.
Banyaknya spot asyik untuk berfoto, memudahkan wisatawan untuk mendapatkan hasil jepretan terbaiknya. Inilah, 7 surga fotografi di Ranah Minang yang detikTravel kumpulkan, Kamis (27/9/2012):
1. Lembah Anai
Padang dan Bukittinggi, dua kota yang menjadi sentra pemerintahan, pertumbuhan ekonomi, sampai pariwisata di Sumbar. Untuk menghubungkan kedua kota ini terdapat pemandangan cantik yang bisa membuat siapapun tak mau berhenti untuk menikmatinya. Itulah Lembah Anai.
Melansir situs resmi Kabupaten Tanah Datar, destinasi yang berada di Kecamatan Sepuluh Koto, Tanah Datar ini terkenal di kalangan traveler karena air terjunnya. Lokasinya yang berada di sisi jalan, membuat Air Terjun Lembah Anai mampu menarik perhatian wisatawan lokal maupun mancanegara. Gugusan alam nan hijau serta deburan air terjunnya membuat suasana Lembah Anai terlihat sejuk dan asri.
Sebelum sampai di lokasi, wisatawan yang datang dari Kota Padang maupun Bukittinggi akan melewati jalan yang berkelok-kelok. Di sebelah kanan dan kiri jalan, pelancong dapat menyaksikan lembah dan bukit yang menghijau ditumbuhi aneka pepohonan.
Bila perjalanan sudah mendekati Air Terjun Lembah Anai, wisatawan juga dapat melihat monyet-monyet liar. Dengan keindahan dan kecantikannya yang luar biasa, Lembah Anai pun menjadi spot foto andalan wisatawan saat bertandang ke Ranah Minang.
2. Lembah Harau
Lembah-lembah eksotis di Sumatera Barat belumlah habis. Lembah Harau, menjadi tempat tercantik di Sumbar dengan tebing-tebing granit yang tinggi bagai tembok raksasa.
Lembah Harau di Kabupaten Lima Puluh Kota, merupakan tempat yang sejuk dan hijau. Tebing-tebing menjulang yang mengelilingi Lembah Harau sungguh sangat mengagumkan. Berhiaskan pepohonan dan tanaman liar di setiap sisinya, menjadikan tebing-tebing raksasa ini sebagai objek foto yang paling keren dan cantik.
Tidak hanya itu, di lokasi ini juga terdapat beberapa air terjun dan monyet-monyet ekor panjang yang memang tinggal di lokasi ini. Air Terjun Sarasah Bunta yang mengalir dari ketinggian 20 meter, serta tiga air terjun lainnya yaitu Sarasah Aie Luluih, Sarasah Murai, dan Sarasah Aie Angek juga bisa menjadi model dalam setiap bidikan mata lensa Anda.
Mau mendapat hasil jepretan kamera yang maksimal? Anda bisa memberanikan diri untuk menjajaki setiap tebingnya. Ya, melihat wajah Lembah Harau dari ketingggian pasti semakin sempurna. Rancak bana!
3. Ngarai Sianok
Pesona alamnya menjadi salah satu tujuan wisatawan traveling ke Sumatera Barat. Ngarai Sianok di Bukittingi, Sumbar seperti tak akan pernah habis membuat pelancongnya takjub.
Destinasi alam berbentuk lembah ini berada tidak jauh dari lokasi Jam Gadang yang juga menjadi ikon Sumbar. Seperti saat detikTravel berkunjung ke Ngarai Sianok beberapa waktu lalu, dari tempat ini traveler bisa melihat bentang alam yang megah dan memukau.
Tak berbeda jauh dengan Lembah Harau, Ngarai Sianok juga dikelilingi tebing-tebing yang menjulang. Tebing-tebing ini semakin terlihat gagah berbalut hijaunya pepohonan dan hutan. Hanya saja, Ngarai Sianok terlihat lebih hijau ketimbang Lembah Harau yang memiliki tebing-tebing cadas.
Tidak rela meninggalkan keasrian alam Ngarai Sianok, segeralah Anda abadikan setiap detil pesona di lembah ini menggunakan kamera. Untuk mendapatkan hasil yang maksimal, para pemburu foto bisa mengambil lanskap dari Taman Panorama. Belum puas juga? Cobalah untuk turun dan melihat paras Ngarai Sianok lebih dekat.
Saat berada di bawah, tebing-tebing tandus yang berada di sisi kiri dan kanan, hutan-hutan nan alami, serta sungai-sungai kecil menjadi suguhan yang sangat menarik. Tidak hanya itu, di area ngarai juga terdapat persawahan, jalan raya, dan rumah penduduk.
4. Bukittinggi
Udara yang panas, seringkali membuat wisatawan yang datang ke Sumbar malas ke luar rumah saat siang hari. Tidak perlu bingung, Anda bisa menikmati suasana Sumatera Barat saat malam hari.
Ya, malam hari menjadi waktu yang pas untuk jalan-jalan di Ranah Minang. Cobalah Anda berkunjung ke Bukittinggi. Sentra pariwisata Sumatera Barat ini selalu cantik setiap saat. Pagi, siang dan malam hari pesona kota yang satu ini tak pernah habis dimakan waktu.
Saat malam hari, Jam Gadang menjadi pilihan utama menghabiskan malam di Bukittinggi. Saat malam, lampu-lampu di sekitarnya menambah pesona yang tak bosan untuk dipandang. Tidak hanya di Jam Gadang, Bukittinggi juga masih punya banyak spot asyik untuk malam hari.
Menghabiskan malam di Bukittinggi jangan pernah sekali-kali meninggalkan kamera Anda di hotel. Saat detikTravel berkunjung ke Bukittinggi beberapa bulan lalu, sepertinya tak cukup waktu sehari untuk menikmati setiap detil keindahan Bukittinggi.
Ada satu destinasi yang tak boleh traveler lupakan saat traveling di Bukittinggi yaitu menyususri Jembatan Limpapeh. Keluarkanlah kamera dan bersiaplah menangkap kecantikan lanskap Kota Bukittinggi. Bawa kamera dengan ketajaman lensa yang baik, jadikan Gunung Marapi dan perbukitan hijau berselimut kabut yang tersaji di depan mata sebagai target foto.
5. Kelok 44
Kelok 44, jalur ekstrem ini tidak cuma membuat jantung para pelancongya merasa 'dag dig dug'. Namun, siapa sangka jalan yang berada di daerah Maninjau, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, Sumbar ini juga punya latar panorama yang sangat cantik.
Sesuai namanya, jumlah tikungan ekstrem ini mencapai 44 tikungan. Hitungan pertama dimulai saat Anda memasuki wilayah perbukitan sekitar Danau Maninjau. Mengerikannya, sisi kanan dan kiri jalan terdapat tebing dan jurang nan terjal.
Akan tetapi di sela-sela kondisi yang menegangkan, wisatawan bisa melihat panorama Bukit Barisan dan Danau Maninjau. Sungguh cantik panorama yang disuguhkan Danau Maninjau dari Kelok 44 ketika detikTravel datang berkunjung beberapa bulan lalu.
Dari kelokan ini permukaan air Danau Maninjau yang berwarna hijau terlihat seperti cermin. Ya, dari permukaan Danau Maninjau terlihat pantulan perbukitan dan pepohonan.
Ingin mengabadikan kecantikan latar Kelok 44, wisatawan bisa berhenti di rest area yang ada di setiap kelokan. Setiap harinya, banyak pelancong yang duduk-duduk sambil merekam indahnya lanskap alam danau seluas 99,5 km2 menggunakan kamera.
Danau Maninjau terlihat lebih cantik bila dilihat dari rest area. Untuk waktu pemotretan sebaiknya Anda memilih pagi hari karena udaranya masih sangat sejuk dan dingin. Tapi, kalau sudah terlalu siang udara semakin panas.
Oh ya, mau lebih lama lagi mencari momen cantik Danau Maninjau dari atas Kelok 44? para traveler bisa menginap di beberapa hotel yang ada di jalur ini. Dengan posisi hotel yang langsung menghadap ke Danau Maninjau, wisatawan bisa sesuka hati memasang kamera hingga mendapat potret yang apik dari jendela kamar hotel.
6. Danau Singkarak
Berkunjung ke Sumatera Barat tak lengkap rasanya bila tak mampir ke Danau Singkarak. Tak terkecuali bagi Anda yang suka fotografi. Danau yang di apit dua kabupaten, Solok dan Tanah Datar ini menjadi salah satu serpihan surga di Sumatera Barat.
Menjelajah danau seluas 1.000 hektar ini tak akan pernah membuat pelancongnya merasa bosan. Mulai dari pinggir danau, air, melihatnya dari atas, pagi, siang, sore, bahkan malam hari, mata ini akan selalu dimanjakan dengan lukisan alam yang indah. Namun, bila tak mau berpanas-panasan datanglah pada pagi hari.
Dari pinggir, mata sudah disajikan dengan hamparan air yang biru. Lukisan langit biru yang tergambar jelas di permukaan airnya sangat pas untuk menjadi mangsa lensa kamera Anda.
Belum puas menikmati dari pinggir danau? Traveler bisa berlayar ke tengah danau dengan menyewa kapal seharga Rp 100.000. Kosongkan memori kamera agar tak ada sejengkal keindahan alam Danau Singkarak yang terlewatkan.
Saat senja menampakkan dirinya, segeralah pindah ke satu spot memotret terbaik yang lokasinya tak jauh dari Danau Singkarak. Panorama Angin Berhembus namanya. Bukit di Nagari Aripan, Solok ini memberi kesempatan Anda untuk mencicipi indahnya malam dari Danau Singkarak.
Pastikan Anda membawa tripod jika ingin mendapat keindahan Kota Solok dari atas bukit ini. Kerlap-kerlip lampu pedesaan sudah menyapa saat Anda sampai di bukit ini.
Pastikan Danau Singkarak masuk dalam lokasi hunting foto terbaik Anda di Sumatera Barat. Keindahan setiap sudut Danau Singkarak serasa tak puas untuk menikmatinya jika hanya sehari.
7. Danau Kembar (Danau di Atas dan Danau di Bawah)
Terbukti sudah kedahsyatan alam Ranah Minag yang elok ini. Tidak hanya memiliki lembah-lembah yang eksotis, Sumatera Barat juga dihiasi dengan danau-danau yang cantik. Tidak cuma Danau Singkarak dan Danau Maninjau, juga ada Danau di Atas dan Danau di Bawah atau terkenal sebagai Danau Kembar.
Kedua danau yang berada di Alahan Panjang, Kabupaten Solok ini punya pemandangan yang menggoda. Meskipun kembar, danau unik ini punya keunikan masing-masing.
Danau di Bawah yang berada pada ketinggian 1.663 mdpl ini memang belum dilengkapi penginapan. Tetapi, wisatawan bisa menyewa perahu dan menyatukan diri dengan keindahan alamnya. Atur setting kamera Anda, dan dapatkan lanskap tercantik dari danau, bukit, dan kabut yang menjadi satu.
Tak puas hanya mengabadikan wajah Danau di Bawah, Anda bisa beranjak ke Danau di Atas. Cukup 1 kilometer perjalanan, Anda sudah sampai di lokasi Danau di Atas. Berbeda dengan Danau di Bawah, danau yang berada di ketinggian 1.531 mdpl sudah mempunyai fasilitas yang lebih lengkap, seperti penginapan.
Jangan buang-buang waktu! Datanglah ke dermaga kecil dari kayu yang ada di pinggir danau. Dari sini saja, dijamin tangan Anda tidak akan sabar untuk menekan tombol shutter kamera. Perairan Danau di Atas yang jernih serta pohon-pohon pinus sebagai pagar alami membuat panorama danau ini terlihat sempurna dalam setiap bidikan lensa kamera.
Keindahan alam Ranah Minang, menjadikannya sebagai surga bagi para pecinta fotografi. Mulai dari jajaran Bukit Barisan, keeksotisan Lembah Harau, Ngarai Sianok, sampai paras cantik Danau Maninjau bisa jadi model dari tanah kelahiran Bung Hatta ini.
Banyaknya spot asyik untuk berfoto, memudahkan wisatawan untuk mendapatkan hasil jepretan terbaiknya. Inilah, 7 surga fotografi di Ranah Minang yang detikTravel kumpulkan, Kamis (27/9/2012):
1. Lembah Anai
Padang dan Bukittinggi, dua kota yang menjadi sentra pemerintahan, pertumbuhan ekonomi, sampai pariwisata di Sumbar. Untuk menghubungkan kedua kota ini terdapat pemandangan cantik yang bisa membuat siapapun tak mau berhenti untuk menikmatinya. Itulah Lembah Anai.
Melansir situs resmi Kabupaten Tanah Datar, destinasi yang berada di Kecamatan Sepuluh Koto, Tanah Datar ini terkenal di kalangan traveler karena air terjunnya. Lokasinya yang berada di sisi jalan, membuat Air Terjun Lembah Anai mampu menarik perhatian wisatawan lokal maupun mancanegara. Gugusan alam nan hijau serta deburan air terjunnya membuat suasana Lembah Anai terlihat sejuk dan asri.
Sebelum sampai di lokasi, wisatawan yang datang dari Kota Padang maupun Bukittinggi akan melewati jalan yang berkelok-kelok. Di sebelah kanan dan kiri jalan, pelancong dapat menyaksikan lembah dan bukit yang menghijau ditumbuhi aneka pepohonan.
Bila perjalanan sudah mendekati Air Terjun Lembah Anai, wisatawan juga dapat melihat monyet-monyet liar. Dengan keindahan dan kecantikannya yang luar biasa, Lembah Anai pun menjadi spot foto andalan wisatawan saat bertandang ke Ranah Minang.
2. Lembah Harau
Lembah-lembah eksotis di Sumatera Barat belumlah habis. Lembah Harau, menjadi tempat tercantik di Sumbar dengan tebing-tebing granit yang tinggi bagai tembok raksasa.
Lembah Harau di Kabupaten Lima Puluh Kota, merupakan tempat yang sejuk dan hijau. Tebing-tebing menjulang yang mengelilingi Lembah Harau sungguh sangat mengagumkan. Berhiaskan pepohonan dan tanaman liar di setiap sisinya, menjadikan tebing-tebing raksasa ini sebagai objek foto yang paling keren dan cantik.
Tidak hanya itu, di lokasi ini juga terdapat beberapa air terjun dan monyet-monyet ekor panjang yang memang tinggal di lokasi ini. Air Terjun Sarasah Bunta yang mengalir dari ketinggian 20 meter, serta tiga air terjun lainnya yaitu Sarasah Aie Luluih, Sarasah Murai, dan Sarasah Aie Angek juga bisa menjadi model dalam setiap bidikan mata lensa Anda.
Mau mendapat hasil jepretan kamera yang maksimal? Anda bisa memberanikan diri untuk menjajaki setiap tebingnya. Ya, melihat wajah Lembah Harau dari ketingggian pasti semakin sempurna. Rancak bana!
3. Ngarai Sianok
Pesona alamnya menjadi salah satu tujuan wisatawan traveling ke Sumatera Barat. Ngarai Sianok di Bukittingi, Sumbar seperti tak akan pernah habis membuat pelancongnya takjub.
Destinasi alam berbentuk lembah ini berada tidak jauh dari lokasi Jam Gadang yang juga menjadi ikon Sumbar. Seperti saat detikTravel berkunjung ke Ngarai Sianok beberapa waktu lalu, dari tempat ini traveler bisa melihat bentang alam yang megah dan memukau.
Tak berbeda jauh dengan Lembah Harau, Ngarai Sianok juga dikelilingi tebing-tebing yang menjulang. Tebing-tebing ini semakin terlihat gagah berbalut hijaunya pepohonan dan hutan. Hanya saja, Ngarai Sianok terlihat lebih hijau ketimbang Lembah Harau yang memiliki tebing-tebing cadas.
Tidak rela meninggalkan keasrian alam Ngarai Sianok, segeralah Anda abadikan setiap detil pesona di lembah ini menggunakan kamera. Untuk mendapatkan hasil yang maksimal, para pemburu foto bisa mengambil lanskap dari Taman Panorama. Belum puas juga? Cobalah untuk turun dan melihat paras Ngarai Sianok lebih dekat.
Saat berada di bawah, tebing-tebing tandus yang berada di sisi kiri dan kanan, hutan-hutan nan alami, serta sungai-sungai kecil menjadi suguhan yang sangat menarik. Tidak hanya itu, di area ngarai juga terdapat persawahan, jalan raya, dan rumah penduduk.
4. Bukittinggi
Udara yang panas, seringkali membuat wisatawan yang datang ke Sumbar malas ke luar rumah saat siang hari. Tidak perlu bingung, Anda bisa menikmati suasana Sumatera Barat saat malam hari.
Ya, malam hari menjadi waktu yang pas untuk jalan-jalan di Ranah Minang. Cobalah Anda berkunjung ke Bukittinggi. Sentra pariwisata Sumatera Barat ini selalu cantik setiap saat. Pagi, siang dan malam hari pesona kota yang satu ini tak pernah habis dimakan waktu.
Saat malam hari, Jam Gadang menjadi pilihan utama menghabiskan malam di Bukittinggi. Saat malam, lampu-lampu di sekitarnya menambah pesona yang tak bosan untuk dipandang. Tidak hanya di Jam Gadang, Bukittinggi juga masih punya banyak spot asyik untuk malam hari.
Menghabiskan malam di Bukittinggi jangan pernah sekali-kali meninggalkan kamera Anda di hotel. Saat detikTravel berkunjung ke Bukittinggi beberapa bulan lalu, sepertinya tak cukup waktu sehari untuk menikmati setiap detil keindahan Bukittinggi.
Ada satu destinasi yang tak boleh traveler lupakan saat traveling di Bukittinggi yaitu menyususri Jembatan Limpapeh. Keluarkanlah kamera dan bersiaplah menangkap kecantikan lanskap Kota Bukittinggi. Bawa kamera dengan ketajaman lensa yang baik, jadikan Gunung Marapi dan perbukitan hijau berselimut kabut yang tersaji di depan mata sebagai target foto.
5. Kelok 44
Kelok 44, jalur ekstrem ini tidak cuma membuat jantung para pelancongya merasa 'dag dig dug'. Namun, siapa sangka jalan yang berada di daerah Maninjau, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, Sumbar ini juga punya latar panorama yang sangat cantik.
Sesuai namanya, jumlah tikungan ekstrem ini mencapai 44 tikungan. Hitungan pertama dimulai saat Anda memasuki wilayah perbukitan sekitar Danau Maninjau. Mengerikannya, sisi kanan dan kiri jalan terdapat tebing dan jurang nan terjal.
Akan tetapi di sela-sela kondisi yang menegangkan, wisatawan bisa melihat panorama Bukit Barisan dan Danau Maninjau. Sungguh cantik panorama yang disuguhkan Danau Maninjau dari Kelok 44 ketika detikTravel datang berkunjung beberapa bulan lalu.
Dari kelokan ini permukaan air Danau Maninjau yang berwarna hijau terlihat seperti cermin. Ya, dari permukaan Danau Maninjau terlihat pantulan perbukitan dan pepohonan.
Ingin mengabadikan kecantikan latar Kelok 44, wisatawan bisa berhenti di rest area yang ada di setiap kelokan. Setiap harinya, banyak pelancong yang duduk-duduk sambil merekam indahnya lanskap alam danau seluas 99,5 km2 menggunakan kamera.
Danau Maninjau terlihat lebih cantik bila dilihat dari rest area. Untuk waktu pemotretan sebaiknya Anda memilih pagi hari karena udaranya masih sangat sejuk dan dingin. Tapi, kalau sudah terlalu siang udara semakin panas.
Oh ya, mau lebih lama lagi mencari momen cantik Danau Maninjau dari atas Kelok 44? para traveler bisa menginap di beberapa hotel yang ada di jalur ini. Dengan posisi hotel yang langsung menghadap ke Danau Maninjau, wisatawan bisa sesuka hati memasang kamera hingga mendapat potret yang apik dari jendela kamar hotel.
6. Danau Singkarak
Berkunjung ke Sumatera Barat tak lengkap rasanya bila tak mampir ke Danau Singkarak. Tak terkecuali bagi Anda yang suka fotografi. Danau yang di apit dua kabupaten, Solok dan Tanah Datar ini menjadi salah satu serpihan surga di Sumatera Barat.
Menjelajah danau seluas 1.000 hektar ini tak akan pernah membuat pelancongnya merasa bosan. Mulai dari pinggir danau, air, melihatnya dari atas, pagi, siang, sore, bahkan malam hari, mata ini akan selalu dimanjakan dengan lukisan alam yang indah. Namun, bila tak mau berpanas-panasan datanglah pada pagi hari.
Dari pinggir, mata sudah disajikan dengan hamparan air yang biru. Lukisan langit biru yang tergambar jelas di permukaan airnya sangat pas untuk menjadi mangsa lensa kamera Anda.
Belum puas menikmati dari pinggir danau? Traveler bisa berlayar ke tengah danau dengan menyewa kapal seharga Rp 100.000. Kosongkan memori kamera agar tak ada sejengkal keindahan alam Danau Singkarak yang terlewatkan.
Saat senja menampakkan dirinya, segeralah pindah ke satu spot memotret terbaik yang lokasinya tak jauh dari Danau Singkarak. Panorama Angin Berhembus namanya. Bukit di Nagari Aripan, Solok ini memberi kesempatan Anda untuk mencicipi indahnya malam dari Danau Singkarak.
Pastikan Anda membawa tripod jika ingin mendapat keindahan Kota Solok dari atas bukit ini. Kerlap-kerlip lampu pedesaan sudah menyapa saat Anda sampai di bukit ini.
Pastikan Danau Singkarak masuk dalam lokasi hunting foto terbaik Anda di Sumatera Barat. Keindahan setiap sudut Danau Singkarak serasa tak puas untuk menikmatinya jika hanya sehari.
7. Danau Kembar (Danau di Atas dan Danau di Bawah)
Terbukti sudah kedahsyatan alam Ranah Minag yang elok ini. Tidak hanya memiliki lembah-lembah yang eksotis, Sumatera Barat juga dihiasi dengan danau-danau yang cantik. Tidak cuma Danau Singkarak dan Danau Maninjau, juga ada Danau di Atas dan Danau di Bawah atau terkenal sebagai Danau Kembar.
Kedua danau yang berada di Alahan Panjang, Kabupaten Solok ini punya pemandangan yang menggoda. Meskipun kembar, danau unik ini punya keunikan masing-masing.
Danau di Bawah yang berada pada ketinggian 1.663 mdpl ini memang belum dilengkapi penginapan. Tetapi, wisatawan bisa menyewa perahu dan menyatukan diri dengan keindahan alamnya. Atur setting kamera Anda, dan dapatkan lanskap tercantik dari danau, bukit, dan kabut yang menjadi satu.
Tak puas hanya mengabadikan wajah Danau di Bawah, Anda bisa beranjak ke Danau di Atas. Cukup 1 kilometer perjalanan, Anda sudah sampai di lokasi Danau di Atas. Berbeda dengan Danau di Bawah, danau yang berada di ketinggian 1.531 mdpl sudah mempunyai fasilitas yang lebih lengkap, seperti penginapan.
Jangan buang-buang waktu! Datanglah ke dermaga kecil dari kayu yang ada di pinggir danau. Dari sini saja, dijamin tangan Anda tidak akan sabar untuk menekan tombol shutter kamera. Perairan Danau di Atas yang jernih serta pohon-pohon pinus sebagai pagar alami membuat panorama danau ini terlihat sempurna dalam setiap bidikan lensa kamera.
Selasa, 25 September 2012
Kesulitan Terbesar Jadi Fotografer Fashion
Andra Alodita dan Evelyn Pritt merupakan dua fotografer wanita yang
kerap diminta untuk mengerjakan proyek fashion. Keduanya kini berbagi
cerita kesulitan menjadi fotografer di dunia mode.
Evelyn dan Andra sama-sama sepakat ada banyak hal yang bisa jadi kesulitan ketika menjadi fotografer fashion. Hal itu karena foto fashion melibatkan banyak tim.
"Fashion kan kayak tim ya. Modelnya, make-up artist, rambutnya. Kadang fotonya sudah bagus, ekspresi model nggak dapat atau posturnya aneh, nggak bagus juga. Kadang ada model yang nggak enak aja gitu, kayak kaku, nggak luwes. Kelihatannya difoto juga nggak enak, kayak pose jadinya. Kalau memang inginnya pose nggak apa-apa, tapi kalau fashion biasanya kan inginnya kelihatan luwes," urai Evelyn.
Bukan hanya model saja yang bisa menentukan bagus atau tidaknya foto tersebut. Andra menambahkan uraian Evelyn di atas. Menurutnya ketika memotret untuk mode, fotografer harus bisa menceritakan lewat visual apa yang ingin disampaikan desainer atau brand melalui busana mereka.
"Model itu berpose seperti itu kenapa, make-up seperti itu dipilih karena apa, dan lokasinya kenapa dipilih di tempat itu. Jadi ada banyak hal dan itu harus belajar satu-satu secara pelan-pelan. Harus banyak baca buku, banyak lihat majalah, banyak-banyakin referensi, belajar dari practice makes perfect," jelas Andra yang pernah memotret untuk fashion show Biyan dan Priyo Oktaviano itu.
Ketika menjadi fotografer fashion yang kerap dan harus dihadapi oleh Andra dan Evelyn adalah menghadapi para model baik yang baru ataupun lama dengan segala perilakunya. Untuk Evelyn, karena dia tidak terlalu bisa memberi arahan biasanya membebaskan model tersebut untuk bergaya.
"Nanti tinggal dari foto yang dipilih saja. Kita pilih yang sesuai kita mau. Sekarang sudah tahu maunya kayak gimana, modelnya melenceng dikit, tinggal dikasih tahu melencengnya di mana," ujar wanita yang pernah memenangkan penghargaan di International Photography Awards pada 2010 dan 2011 itu.
Sedangkan Andra, menurutnya model yang sulit diatur atau kaku kemungkinan karena dia merasa tidak nyaman. Ketika hal itu terhadi, sang fotografer harus pandai-pandai mengarahkan.
"Harus buat modelnya dan tim yang ada dalam sebuah photo shoot menjadi nyaman. Jadi semua kerjanya enak. Jadi modelnya juga nggak kayak ngerasa kok gue kayak disuruh-suruh ya. Jadi nyaman-nyaman saja," tutur fotografer 25 tahun itu.
Sumber: wolipop.com
Evelyn dan Andra sama-sama sepakat ada banyak hal yang bisa jadi kesulitan ketika menjadi fotografer fashion. Hal itu karena foto fashion melibatkan banyak tim.
"Fashion kan kayak tim ya. Modelnya, make-up artist, rambutnya. Kadang fotonya sudah bagus, ekspresi model nggak dapat atau posturnya aneh, nggak bagus juga. Kadang ada model yang nggak enak aja gitu, kayak kaku, nggak luwes. Kelihatannya difoto juga nggak enak, kayak pose jadinya. Kalau memang inginnya pose nggak apa-apa, tapi kalau fashion biasanya kan inginnya kelihatan luwes," urai Evelyn.
Bukan hanya model saja yang bisa menentukan bagus atau tidaknya foto tersebut. Andra menambahkan uraian Evelyn di atas. Menurutnya ketika memotret untuk mode, fotografer harus bisa menceritakan lewat visual apa yang ingin disampaikan desainer atau brand melalui busana mereka.
"Model itu berpose seperti itu kenapa, make-up seperti itu dipilih karena apa, dan lokasinya kenapa dipilih di tempat itu. Jadi ada banyak hal dan itu harus belajar satu-satu secara pelan-pelan. Harus banyak baca buku, banyak lihat majalah, banyak-banyakin referensi, belajar dari practice makes perfect," jelas Andra yang pernah memotret untuk fashion show Biyan dan Priyo Oktaviano itu.
Ketika menjadi fotografer fashion yang kerap dan harus dihadapi oleh Andra dan Evelyn adalah menghadapi para model baik yang baru ataupun lama dengan segala perilakunya. Untuk Evelyn, karena dia tidak terlalu bisa memberi arahan biasanya membebaskan model tersebut untuk bergaya.
"Nanti tinggal dari foto yang dipilih saja. Kita pilih yang sesuai kita mau. Sekarang sudah tahu maunya kayak gimana, modelnya melenceng dikit, tinggal dikasih tahu melencengnya di mana," ujar wanita yang pernah memenangkan penghargaan di International Photography Awards pada 2010 dan 2011 itu.
Sedangkan Andra, menurutnya model yang sulit diatur atau kaku kemungkinan karena dia merasa tidak nyaman. Ketika hal itu terhadi, sang fotografer harus pandai-pandai mengarahkan.
"Harus buat modelnya dan tim yang ada dalam sebuah photo shoot menjadi nyaman. Jadi semua kerjanya enak. Jadi modelnya juga nggak kayak ngerasa kok gue kayak disuruh-suruh ya. Jadi nyaman-nyaman saja," tutur fotografer 25 tahun itu.
Sumber: wolipop.com
Langkah-Langkah yang Harus Dilakukan oleh Fotografer Pemula
Fotografer komersil merupakan profesi yang menyenangkan bagi semua
pecinta fotografi. Bagaimana tidak, Anda bisa melakukan hobi sekaligus
mempunyai penghasilan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Hal ini
telah dirasakan oleh tiga fotografer wanita ini, yaitu Andra Alodita,
Nurulita Adriani Rahayu, dan Evelyn Pritt.
Ingin mengikuti jejak mereka? Lakukan lima hal berikut yang perlu diterapkan untuk fotografer pemula yang sudah serius merintis dalam bisnis fotografi.
1. Foto Pakai Hati
Nurulita pun menjelaskan kalau Anda harus memotret menggunakan naluri. Coba mencintai foto terlebih dahulu agar pesan dalam foto tersebut sampai kepada orang lain. Anda tidak perlu bingung atau pusing dengan teknik memotret. "Pokoknya pakai hati dulu motretnya, setelah itu kalau ingin benar-benar jadi fotografer, baru diperdalam teknisnya," ungkap Nurulita saat berbincang dengan wolipop di kawasan Kemang, Jakarta Selatan, Jumat (14/09/2012).
2. Belajar Teknisnya
Setelah bisa mencintai foto, perdalam teknis memotret Anda. Untuk pertama, kenali kamera, lensa, hingga komposisinya. Alangkah lebih baik bila Anda menggunakan setting manual pada kamera digital. "Untuk pemula, digital nggak apa-apa, tapi coba setting manual. Sebenarnya, jauh lebih enak belajar pakai digital karena langsung kelihatan hasilnya," papar Evelyn Pritt, yang ditemui oleh wolipop di Otel Lobby, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (13/09/2012).
3. Boleh Meniru, Asal...
Sering-seringlah lihat referensi untuk menginspirasi Anda ketika memotret. Seperti yang dikatakan oleh kedua fotografer komersil, Nurulita dan Evelyn, Anda boleh saja meniru foto lain pada awalnya karena meniru merupakan proses dari belajar. Akan tetapi, jangan meniru saja, Anda harus improvisasi untuk menciptakan foto yang memiliki ciri khas tersendiri.
4. Bereksperimen
Eksperimen memang hal yang paling penting saat baru masuk dalam bisnis fotografi. Anda perlu menuangkan semua ide yang ada untuk mengasah kemampuan. "Mulai langsung terjun saja. Belaga gila dan nekat saja. Karena kadang-kadang ada orang yang nunggu punya ini dulu, punya itu dulu, kelamaan. Jadi, mendingan langsung foto saja kerjain apa yang kamu suka. Pokoknya, cita-cita harus dikejar,” tutur Andra menasihati.
5. Sharing dengan Teman & Upload Foto ke Media Sosial
Setelah bereksperimen, Anda perlu berbagi foto dengan teman dan meng-upload-nya ke media sosial, seperti Facebook, blog, atau website. Foto yang Anda sebarkan bisa menjadi awal perjalanan karier dalam bisnis fotografi. Di samping itu, foto-foto tersebut akan menjadi portfolio Anda untuk ditunjukkan kepada klien atau berbagai agency iklan.
Ingin mengikuti jejak mereka? Lakukan lima hal berikut yang perlu diterapkan untuk fotografer pemula yang sudah serius merintis dalam bisnis fotografi.
1. Foto Pakai Hati
Nurulita pun menjelaskan kalau Anda harus memotret menggunakan naluri. Coba mencintai foto terlebih dahulu agar pesan dalam foto tersebut sampai kepada orang lain. Anda tidak perlu bingung atau pusing dengan teknik memotret. "Pokoknya pakai hati dulu motretnya, setelah itu kalau ingin benar-benar jadi fotografer, baru diperdalam teknisnya," ungkap Nurulita saat berbincang dengan wolipop di kawasan Kemang, Jakarta Selatan, Jumat (14/09/2012).
2. Belajar Teknisnya
Setelah bisa mencintai foto, perdalam teknis memotret Anda. Untuk pertama, kenali kamera, lensa, hingga komposisinya. Alangkah lebih baik bila Anda menggunakan setting manual pada kamera digital. "Untuk pemula, digital nggak apa-apa, tapi coba setting manual. Sebenarnya, jauh lebih enak belajar pakai digital karena langsung kelihatan hasilnya," papar Evelyn Pritt, yang ditemui oleh wolipop di Otel Lobby, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (13/09/2012).
3. Boleh Meniru, Asal...
Sering-seringlah lihat referensi untuk menginspirasi Anda ketika memotret. Seperti yang dikatakan oleh kedua fotografer komersil, Nurulita dan Evelyn, Anda boleh saja meniru foto lain pada awalnya karena meniru merupakan proses dari belajar. Akan tetapi, jangan meniru saja, Anda harus improvisasi untuk menciptakan foto yang memiliki ciri khas tersendiri.
4. Bereksperimen
Eksperimen memang hal yang paling penting saat baru masuk dalam bisnis fotografi. Anda perlu menuangkan semua ide yang ada untuk mengasah kemampuan. "Mulai langsung terjun saja. Belaga gila dan nekat saja. Karena kadang-kadang ada orang yang nunggu punya ini dulu, punya itu dulu, kelamaan. Jadi, mendingan langsung foto saja kerjain apa yang kamu suka. Pokoknya, cita-cita harus dikejar,” tutur Andra menasihati.
5. Sharing dengan Teman & Upload Foto ke Media Sosial
Setelah bereksperimen, Anda perlu berbagi foto dengan teman dan meng-upload-nya ke media sosial, seperti Facebook, blog, atau website. Foto yang Anda sebarkan bisa menjadi awal perjalanan karier dalam bisnis fotografi. Di samping itu, foto-foto tersebut akan menjadi portfolio Anda untuk ditunjukkan kepada klien atau berbagai agency iklan.
Rabu, 01 Agustus 2012
Tips Selalu Terlihat Sempurna Saat Difoto
Menghadap ke kanan
Sebuah penelitian AS yang dilakukan oleh Wake Forest University menemukan, sisi kiri wajah lebih menarik daripada yang kanan. Sepertinya, sisi kiri menunjukkan emosi yang lebih banyak. Jadi, untuk mendapatkan foto wajah yang sempurna, menolehlah sedikit ke kanan untuk menunjukkan sisi “terbaik” kamu. Ini juga dapat membantu memberikan ilusi wajah lebih ramping bagi mereka yang memiliki wajah bulat.
Pilih riasan dengan hati-hati
Untuk penampilan sempurna yang siap-foto, pastikan kamu menghindari alas bedak yang memantul atau berbahan mineral yang mengandung titanium dioksida (pigmen reflektif) dalam jumlah tinggi. Meskipun alas bedak baik untuk tampilan bercahaya sehari-hari, lampu kilat kamera dapat dengan cepat mengubah kulit berembun kamu menjadi pucat seperti hantu ketika cahaya putih memantul kembali dari kamera.
Setelah kamu memakai alas bedak yang cocok, pulas wajahmu dengan bedak bubuk untuk membantu menghilangkan kemilaunya.
Tonjolkan fitur terbaik kamu
Untuk tampil penuh pesona dalam foto, pastikan kamu menegaskan fitur favoritmu untuk membuatnya terlihat menonjol dalam foto. Coba bermain dengan eyeliner atau bulu mata palsu. Atau, pulas bibirmu dengan lipstik berwarna mencolok. Jangan lupa, tonjolkan bentuk terbaik tubuhmu dengan pakaian yang mendukung bentuk dan warna tubuh.
Jangan melihat ke arah lensa
Tidak ada yang mau matanya terlihat merah atau setengah tertutup karena akan merusak foto, jadi pastikan kamu menghindari hal tersebut dengan memfokuskan mata sedikit ke atas atau bawah lensa. Melihat langsung ke lensa dapat menyebabkan cahaya menyinari retina, yang dapat membuat efek mata merah atau red eye. Melihat sedikit menjauh dari kamera juga akan mengurangi risiko untuk setengah berkedip saat dipotret.
Hindari foto red eye
Mata Anda bisa terlihat merah karena pantulan cahaya dari belakang mata. Kamu yang memiliki pupil besar lebih rentan mendapatkan masalah tersebut. Jika mengalihkan pandangan dari kamera tidak berhasil, cara lain untuk mengurangi efek mata merah adalah pastikan foto di ambil dalam tempat yang cukup terang atau lihatlah cahaya yang terang sesaat sebelum melakukan pemotretan untuk membuat pupilmu mengecil.
Hindari terlihat memiliki dagu berlipat
Tidak ada yang lebih buruk dari melihat fotomu dengan dagu berlipat. Namun sayangnya hal ini sering terjadi pada kita. Untuk menghindari munculnya dagu berlipat dalam foto, pastikan bahwa kamera berada di atas atau sejajar dengan mata. Dan juga cobalah sedikit mendongakkan kepala dan tonjolkan sedikit rahang — kamu mungkin harus melatih ini terlebih dahulu di depan cermin agar tetap terlihat alami!
Hindari cahaya langsung
Mungkin kita tidak bisa selalu dapat mengatur pencahayaan untuk pemotretan dan, kecuali kamu kebetulan menjadi model profesional, kemungkinan besar kamu tidak akan dibantu oleh seseorang untuk memastikan cahaya yang tepat dalam pemotretan. Namun, sangat penting untuk diingat bahwa cahaya langsung dari atas dapat menyebabkan bayangan pada wajah dan menonjolkan bayangan di bawah mata. Pilihlah tempat dengan pencahayaan lembut atau tempat yang teduh jika di luar ruangan.
Berpose seperti seorang profesional
Jika kamu berpose untuk foto badan secara keseluruhan, cobalah gaya klasik selebritas dengan membalikkan tubuhmu tiga perempat dari kamera, dengan satu bahu lebih dekat dengan kamera dan satu kaki di depan kaki yang lain. Ini akan membuat tubuhmu terlihat lebih langsing daripada jika kamu menghadap ke kamera secara langsung. Cobalah menjaga punggung tetap lurus dengan bahu ke belakang dan perut ditahan ke belakang (tapi jangan terlalu membusung karena akan terlihat dibuat-buat).
Kuasai senyum yang sempurna
Banyak dari kita yang fokus pada mulut ketika tersenyum, namun, meminjam istilah dari supermodel Tyra Banks, yang paling penting adalah "smize atau smiling with your eyes (tersenyum dengan mata). Daripada memaksa untuk tersenyum, pikirkan sesuatu yang membuat kamu bahagia untuk mendapatkan senyum yang lebih alami. Kamu juga mungkin ingin menyempurnakan senyummu sendiri agar menonjolkan kelebihanmu. Misalnya, senyum berseri akan terlihat sangat bagus untuk orang dengan gigi rapi, sementara setengah tersenyum yang lebih santai akan membuat mata kecil terlihat lebih besar dan bibir tampak lebih penuh.
Praktikkan posemu
Jika kamu benar-benar ingin menghasilkan foto yang sempurna, hal terbaik yang dapat kamu lakukan adalah berlatih terlebih dahulu. Berlatihlah dengan mimik wajah dan sudut tubuh, senyum dan ekspresi wajah yang berbeda untuk menemukan apa yang dapat membuatmu terlihat memesona, baik di depan cermin atau dengan kamera sendiri. Setelah kamu menemukan penampilan paling kamu sukai, kamu siap untuk menggunakan pose andalanmu tersebut di setiap kesempatan foto, pastikan kamu selalu terlihat sempurna.
Sebuah penelitian AS yang dilakukan oleh Wake Forest University menemukan, sisi kiri wajah lebih menarik daripada yang kanan. Sepertinya, sisi kiri menunjukkan emosi yang lebih banyak. Jadi, untuk mendapatkan foto wajah yang sempurna, menolehlah sedikit ke kanan untuk menunjukkan sisi “terbaik” kamu. Ini juga dapat membantu memberikan ilusi wajah lebih ramping bagi mereka yang memiliki wajah bulat.
Pilih riasan dengan hati-hati
Untuk penampilan sempurna yang siap-foto, pastikan kamu menghindari alas bedak yang memantul atau berbahan mineral yang mengandung titanium dioksida (pigmen reflektif) dalam jumlah tinggi. Meskipun alas bedak baik untuk tampilan bercahaya sehari-hari, lampu kilat kamera dapat dengan cepat mengubah kulit berembun kamu menjadi pucat seperti hantu ketika cahaya putih memantul kembali dari kamera.
Setelah kamu memakai alas bedak yang cocok, pulas wajahmu dengan bedak bubuk untuk membantu menghilangkan kemilaunya.
Tonjolkan fitur terbaik kamu
Untuk tampil penuh pesona dalam foto, pastikan kamu menegaskan fitur favoritmu untuk membuatnya terlihat menonjol dalam foto. Coba bermain dengan eyeliner atau bulu mata palsu. Atau, pulas bibirmu dengan lipstik berwarna mencolok. Jangan lupa, tonjolkan bentuk terbaik tubuhmu dengan pakaian yang mendukung bentuk dan warna tubuh.
Jangan melihat ke arah lensa
Tidak ada yang mau matanya terlihat merah atau setengah tertutup karena akan merusak foto, jadi pastikan kamu menghindari hal tersebut dengan memfokuskan mata sedikit ke atas atau bawah lensa. Melihat langsung ke lensa dapat menyebabkan cahaya menyinari retina, yang dapat membuat efek mata merah atau red eye. Melihat sedikit menjauh dari kamera juga akan mengurangi risiko untuk setengah berkedip saat dipotret.
Hindari foto red eye
Mata Anda bisa terlihat merah karena pantulan cahaya dari belakang mata. Kamu yang memiliki pupil besar lebih rentan mendapatkan masalah tersebut. Jika mengalihkan pandangan dari kamera tidak berhasil, cara lain untuk mengurangi efek mata merah adalah pastikan foto di ambil dalam tempat yang cukup terang atau lihatlah cahaya yang terang sesaat sebelum melakukan pemotretan untuk membuat pupilmu mengecil.
Hindari terlihat memiliki dagu berlipat
Tidak ada yang lebih buruk dari melihat fotomu dengan dagu berlipat. Namun sayangnya hal ini sering terjadi pada kita. Untuk menghindari munculnya dagu berlipat dalam foto, pastikan bahwa kamera berada di atas atau sejajar dengan mata. Dan juga cobalah sedikit mendongakkan kepala dan tonjolkan sedikit rahang — kamu mungkin harus melatih ini terlebih dahulu di depan cermin agar tetap terlihat alami!
Hindari cahaya langsung
Mungkin kita tidak bisa selalu dapat mengatur pencahayaan untuk pemotretan dan, kecuali kamu kebetulan menjadi model profesional, kemungkinan besar kamu tidak akan dibantu oleh seseorang untuk memastikan cahaya yang tepat dalam pemotretan. Namun, sangat penting untuk diingat bahwa cahaya langsung dari atas dapat menyebabkan bayangan pada wajah dan menonjolkan bayangan di bawah mata. Pilihlah tempat dengan pencahayaan lembut atau tempat yang teduh jika di luar ruangan.
Berpose seperti seorang profesional
Jika kamu berpose untuk foto badan secara keseluruhan, cobalah gaya klasik selebritas dengan membalikkan tubuhmu tiga perempat dari kamera, dengan satu bahu lebih dekat dengan kamera dan satu kaki di depan kaki yang lain. Ini akan membuat tubuhmu terlihat lebih langsing daripada jika kamu menghadap ke kamera secara langsung. Cobalah menjaga punggung tetap lurus dengan bahu ke belakang dan perut ditahan ke belakang (tapi jangan terlalu membusung karena akan terlihat dibuat-buat).
Kuasai senyum yang sempurna
Banyak dari kita yang fokus pada mulut ketika tersenyum, namun, meminjam istilah dari supermodel Tyra Banks, yang paling penting adalah "smize atau smiling with your eyes (tersenyum dengan mata). Daripada memaksa untuk tersenyum, pikirkan sesuatu yang membuat kamu bahagia untuk mendapatkan senyum yang lebih alami. Kamu juga mungkin ingin menyempurnakan senyummu sendiri agar menonjolkan kelebihanmu. Misalnya, senyum berseri akan terlihat sangat bagus untuk orang dengan gigi rapi, sementara setengah tersenyum yang lebih santai akan membuat mata kecil terlihat lebih besar dan bibir tampak lebih penuh.
Praktikkan posemu
Jika kamu benar-benar ingin menghasilkan foto yang sempurna, hal terbaik yang dapat kamu lakukan adalah berlatih terlebih dahulu. Berlatihlah dengan mimik wajah dan sudut tubuh, senyum dan ekspresi wajah yang berbeda untuk menemukan apa yang dapat membuatmu terlihat memesona, baik di depan cermin atau dengan kamera sendiri. Setelah kamu menemukan penampilan paling kamu sukai, kamu siap untuk menggunakan pose andalanmu tersebut di setiap kesempatan foto, pastikan kamu selalu terlihat sempurna.
Kamis, 31 Mei 2012
6 Spot Foto Menarik di Yogya
Rasanya tak lengkap bila liburan tanpa berfoto ria. Bila tujuan Anda
kali ini adalah Yogya, ada beberapa tempat yang patut diabadikan dalam
kamera. Baik sebagai latar pose Anda, maupun pengingat kecantikan
tempatnya.
Dokumentasi punya peran penting saat Anda berlibur ke suatu tempat. Lewat foto atau video, Anda bisa merekam detil sebuah tempat atau kejadian. Ini juga jadi bukti kalau Anda tak sekedar bercerita!
Jika tujuan berlibur kali ini adalah Yogya, ada beberapa tempat yang patut dikunjungi untuk diabadikan dalam kamera. Masing-masing tempat memberi atmosfer yang berbeda. detikTravel menghimpun 6 di antaranya:
1. Candi Prambanan
Ini adalah mesin waktu Anda kembali ke ratusan tahun silam, tepatnya pada masa Rakai Pikatan dari Kerajaan Medang Mataram. Candi yang terletak di Desa Prambanan, 20 kilometer sebelah timur Kota Yogya ini disebut-sebut jadi salah satu candi Hindu terindah di dunia. Ada banyak bangunan yang bisa jadi latar foto Anda, termasuk arca Dewa Siwa setinggi tiga meter.
2. Gumuk Pasir Parangkusumo
Kalau Timur Tengah punya gurun sahara, Jawa Tengah punya Gumuk Pasir Parangkusumo. Ini adalah tempat syuting video klip 'Paralyze' milik Agnes Monica. Lanskapnya memang identik dengan gurun, termasuk juga pola hembusan angin yang seakan dilukis di permukaan pasirnya. Gurun ini terletak di sepanjang Sungai Opak sampai Pantai Parangtritis. Anda juga bisa berpose di atas kuda yang disewakan oleh penduduk setempat.
3. Keraton Yogyakarta
Konon, ini adalah salah satu istana Jawa terindah. Sebagai istana resmi Kesultanan Ngayogyakarta Hadiningrat, ini adalah tempat Anda mengabadikan mewahnya kehidupan para Sultan dari berbagai zaman. Kekayaan budaya Yogyakarta tercermin dalam arsitektur, interior, serta desain tiap sudutnya. Anda bisa berpose sepuasnya di balairung-balairung mewah, paviliun yang luas, serta museum yang menyajikan beragam peninggalan Kesultanan Yogyakarta.
4. Museum Benteng Vredeburg
Suasana kolonial di Yogyakarta bisa Anda dapatkan di Museum Benteng Vredeburg. Sisa peninggalan VOC ini letaknya dekat dengan kompleks Keraton, tepat di ujung Jalan Malioboro. Bangunan ini menjadi pusat pemerintahan dan pertahanan Gubernur Belanda pada masa itu. Sampai sekarang, bangunan benteng ini masih terawat baik. Berpose di Benteng Vredeburg akan membuat Anda serasa di luar negeri!
5. Pantai-pantai sepanjang Kabupaten Gunung Kidul
Gunung Kidul adalah kabupaten yang berbatasan langsung dengan Samudera Hindia. Tak heran, terdapat jajaran pantai cantik yang belum banyak terjamah turis. Pantai Baron, Sundak, Timang, Krakal, Ngobaran, Indrayanti, dan Sepanjang adalah beberapa di antaranya. Pantai-pantai ini akan membuktikan bahwa Yogyakarta tak sebatas kota dengan Malioboro sebagai kawasan wisata andalannya. Ssst, pantai-pantai ini punya pemandangan yang aduhai!
6. Taman Sari
Sesuai namanya, ini adalah taman yang merupakan perluasan Keraton Yogyakarta. Luas taman ini tak tanggung-tanggung, lebih dari 10 hektar! Bangunan, kolam pemandian, jembatan gantung, kanal air, serta lorong air bawah tanah masih terjaga dengan baik. Masing-masing tempat punya legenda sendiri, seperti kolam yang digunakan untuk tempat mandi para selir Sultan. Anda bisa berpose di banyak tempat, termasuk juga masjid bawah tanah yang berkesan gothik jika diabadikan dalam kamera.
Dokumentasi punya peran penting saat Anda berlibur ke suatu tempat. Lewat foto atau video, Anda bisa merekam detil sebuah tempat atau kejadian. Ini juga jadi bukti kalau Anda tak sekedar bercerita!
Jika tujuan berlibur kali ini adalah Yogya, ada beberapa tempat yang patut dikunjungi untuk diabadikan dalam kamera. Masing-masing tempat memberi atmosfer yang berbeda. detikTravel menghimpun 6 di antaranya:
1. Candi Prambanan
Ini adalah mesin waktu Anda kembali ke ratusan tahun silam, tepatnya pada masa Rakai Pikatan dari Kerajaan Medang Mataram. Candi yang terletak di Desa Prambanan, 20 kilometer sebelah timur Kota Yogya ini disebut-sebut jadi salah satu candi Hindu terindah di dunia. Ada banyak bangunan yang bisa jadi latar foto Anda, termasuk arca Dewa Siwa setinggi tiga meter.
2. Gumuk Pasir Parangkusumo
Kalau Timur Tengah punya gurun sahara, Jawa Tengah punya Gumuk Pasir Parangkusumo. Ini adalah tempat syuting video klip 'Paralyze' milik Agnes Monica. Lanskapnya memang identik dengan gurun, termasuk juga pola hembusan angin yang seakan dilukis di permukaan pasirnya. Gurun ini terletak di sepanjang Sungai Opak sampai Pantai Parangtritis. Anda juga bisa berpose di atas kuda yang disewakan oleh penduduk setempat.
3. Keraton Yogyakarta
Konon, ini adalah salah satu istana Jawa terindah. Sebagai istana resmi Kesultanan Ngayogyakarta Hadiningrat, ini adalah tempat Anda mengabadikan mewahnya kehidupan para Sultan dari berbagai zaman. Kekayaan budaya Yogyakarta tercermin dalam arsitektur, interior, serta desain tiap sudutnya. Anda bisa berpose sepuasnya di balairung-balairung mewah, paviliun yang luas, serta museum yang menyajikan beragam peninggalan Kesultanan Yogyakarta.
4. Museum Benteng Vredeburg
Suasana kolonial di Yogyakarta bisa Anda dapatkan di Museum Benteng Vredeburg. Sisa peninggalan VOC ini letaknya dekat dengan kompleks Keraton, tepat di ujung Jalan Malioboro. Bangunan ini menjadi pusat pemerintahan dan pertahanan Gubernur Belanda pada masa itu. Sampai sekarang, bangunan benteng ini masih terawat baik. Berpose di Benteng Vredeburg akan membuat Anda serasa di luar negeri!
5. Pantai-pantai sepanjang Kabupaten Gunung Kidul
Gunung Kidul adalah kabupaten yang berbatasan langsung dengan Samudera Hindia. Tak heran, terdapat jajaran pantai cantik yang belum banyak terjamah turis. Pantai Baron, Sundak, Timang, Krakal, Ngobaran, Indrayanti, dan Sepanjang adalah beberapa di antaranya. Pantai-pantai ini akan membuktikan bahwa Yogyakarta tak sebatas kota dengan Malioboro sebagai kawasan wisata andalannya. Ssst, pantai-pantai ini punya pemandangan yang aduhai!
6. Taman Sari
Sesuai namanya, ini adalah taman yang merupakan perluasan Keraton Yogyakarta. Luas taman ini tak tanggung-tanggung, lebih dari 10 hektar! Bangunan, kolam pemandian, jembatan gantung, kanal air, serta lorong air bawah tanah masih terjaga dengan baik. Masing-masing tempat punya legenda sendiri, seperti kolam yang digunakan untuk tempat mandi para selir Sultan. Anda bisa berpose di banyak tempat, termasuk juga masjid bawah tanah yang berkesan gothik jika diabadikan dalam kamera.
Selasa, 22 Mei 2012
Kiat Memotret Jalanan Kota di Malam Hari
Memotret pemandangan kota pada malam hari memang seru, namun ada beberapa hal yang harus diperhatikan.
1. Tripod
Penggunaan tripod adalah hal mutlak untuk memudahkan pengoperasian dan mencegah kamera mengalami guncangan.
2. Cable Release
Aksesoris tambahan ini digunakan untuk meminimalisir getaran.
3. ISO Speed 400
Disarankan, saat memotret kondisi di malam hari, ISO yang dipakai adalah di angka 400.
4. Gunakan beberapa jenis White Balance untuk efek warna yang berbeda pada masing-masing frame.
5. Diafragma
Gunakan diafragma di kisaran angka f/8 - f/11 agar hasilnya lebih optimal.
6. Shutter Speed
Sedang untuk shutter speednya, hendaknya memakai rentang 8 sampai 30 detik.
Selamat memotret!
1. Tripod
Penggunaan tripod adalah hal mutlak untuk memudahkan pengoperasian dan mencegah kamera mengalami guncangan.
2. Cable Release
Aksesoris tambahan ini digunakan untuk meminimalisir getaran.
3. ISO Speed 400
Disarankan, saat memotret kondisi di malam hari, ISO yang dipakai adalah di angka 400.
4. Gunakan beberapa jenis White Balance untuk efek warna yang berbeda pada masing-masing frame.
5. Diafragma
Gunakan diafragma di kisaran angka f/8 - f/11 agar hasilnya lebih optimal.
6. Shutter Speed
Sedang untuk shutter speednya, hendaknya memakai rentang 8 sampai 30 detik.
Selamat memotret!
Langganan:
Postingan (Atom)