Welcoming

Hi pals...nice to meet u all here ^_^
Please feel free to search any info which u need.


Selasa, 10 April 2012

Asal Mula Cincin Kawin

Sekarang ini kita menganggap cincin kawin sebagai sesuatu yang wajar. Namun, tradisi memberi cincin kawin sendiri telah berjalan berabad-abad yang lalu. Rumput yang dianyam, kemungkinan yang pertama dipakai sebagai ikatan perkawinan. Cincin pertunangan bermata berlian pertama kali digunakan menjelang abad ke-15, yaitu cincin pertunangan yang diberikan Pangeran Maximillian dari Austria kepada Mary of Burgundy.
  Intan yang pertama kali ditemukan lebih dari 2000 tahun yang lalu itu hingga kini dianggap sebagai batu penghias terbaik. Ini disebabkan daya tahan alami yang dimiliki intan tersebut (Adamas = tak terkalahkan), sehingga menjadi lambang keberanian yang tak terkalahkan. Intan yang dikenal sebagai batu mulia terkeras itu kemudian dipakai sebagai simbol cinta abadi sepasang manusia.
  Sinar yang terpancar dari dalam intan juga dipandang sebagai gelora cinta. Pada abad ke-16, cincin model baru tersebut disebut Gimmel atau cincin kembar menjadi trend. Ketika menikahi Catherine Bara, Martin Luther menggunakan cincin model ini. Pada abad ke-17, cincin kembar dihiasi dengan simbol romantis lainnya, dua tangan yang sedang berpegangan (lambang kesetian orang Italia). Kadang-kadang masih ditambahi dengan intan berbentuk hati dan anak panah Dewi Asmara. Cincin Tandan (bertingkat) juga sangat populer. Biasanya di tengahnya ada batu yang dikelilingi intan-intan kecil. Di abad ke-18, memahatkan syair pada cincin kawin menjadi trend. Menjelang akhir abad ke-18, pahatan cinta tidak lagi ditulis di dalam cinta tetapi dipahat di luar cincin.
  Sesudah abad ke-19, intan semakin mudah diperoleh dengan ditemukannya tambang-tambang baru sejalan dengan revolusi industri. Akibatnya, lambang status ini semakin banyak dipakai masyarakat umum. Pada akhir abad ke-19, orang lebih mengutamakan batuannya sendiri daripada cincinnya. Awal abad ke-20, platina mulai disukai karena lebih kuat daripada perak maupun emas dan bisa memegang intan dengan baik. Tradisi cincin intan berlangsung dari abad ke abad dan selalu muncul bentuk-bentuk baru. Cincin Tandan, Soliter, dua tangan yang menggenggam hati, ini semua merupakan motif yang menjadi simbol dan komitmen cinta dari cincin pertunangan dan perkawinan. Selama ini kita hanya tahu bahwa yang namanya cinta adalah suatu perasaan yang mendasari seseorang untuk menjalin hubungan dengan orang lain.

Cincin Kawin atau cincin Nikah adalah cincin logam yang menunjukkan bahwa pemakainya sudah menikah. Sejarah cincin pernikahan berawal dari Firaun yang menjadikan lingkaran sebagai simbol. Lingkaran dilambangkan sebagai sesuatu yang tidak memiliki akhir dan mewakili simbol keabadian. Namun pada jaman Romawi cincin baru dijadikan sebuah simbol pernikahan.
sejarah cincin nikah
Dan tahukan Anda, cincin nikah pertama berbahan dasar besi. Lalu mulai beralih menggunakan bahan emas karena bahan ini terlihat lebih indah apabila dipadukan dengan permata. Simbol pertama yang paling terkenal sebagai penghias sebuah cincin pernikahan yaitu batu ruby merah yang menyimbolkan warna hati. Batu safir berwarna biru yang menandakan surga, namun yang paling didambakan dan tentunya populer tentu saja berlian, sebuah batu permata yang tidak dapat dihancurkan.
Semakin pesatnya perkembangan dunia fesyen, cincin kawin mengalami berbagai inovasi yang luar biasa. Bentuknya yang semula simpel dan sangat sederhana, berubah cepat menjadi berbagai motif dan berbagai hiasan seperti ukiran, motif ataupun batu permata. Bahan dasarnya pun kini makin variatif. Jika mulanya yang dibuat dari bahan besi biasa, kini tersedia dalam berbagai variasi, seperti perak, emas kuning, emas putih (platinum), palladium dan titanium.

Cincin Tunangan
Archduke Maximilian dari Austria, merupakan soosk yang perlu “disalahkan” karena memperkenalkan dan mempopulerkan cincin berlian. Maximilian menghadiahkan kekasihnya, Mary of Burgundy sebuah cincin berlian dan saat itulah istilah cincin tunangan mulai muncul.
Berbeda lagi dengan tradisi bertukar cincin di acara pernikahan. Tradisi ini pertama kali diperkenalkan oleh gereja Yunani Orthodox sekitar tahun 1300-an. Dan sebagai informasi, cincin sebagai simbol pernikahan masuk ke tanah Paman Sam pada tahun 1940-an.

Cincin pun sampai saat ini tetap dijadikan simbol pernikahan. Dan walaupun setiap jamannya, bentuk cincin pernikahan berubah mengikuti trend. Namun makna yang terkandung dalam cincin ini tentunya tidak berubah, yaitu sebagai pengikat, simbol pernikahan yang seharusnya tidak boleh berakhir sama seperti bentuk cincin yang tidak memiliki akhir.


Info lain seputar Sejarah Cincin Kawin:

1) http://www.anneahira.com/cincin-kawin-19775.htm 


2) http://www.anneahira.com/cincin-pernikahan-5554.htm

3) http://www.anneahira.com/model-cincin-pernikahan.htm


4) http://www.anneahira.com/cicin-pernikahan.htm

5) http://www.anneahira.com/contoh-cincin-pernikahan.htm

6) http://www.anneahira.com/desain-cincin-pernikahan.htm 

7) http://www.anneahira.com/wedding-ring.htm



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar