Welcoming

Hi pals...nice to meet u all here ^_^
Please feel free to search any info which u need.


Tampilkan postingan dengan label tradisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label tradisi. Tampilkan semua postingan

Selasa, 25 September 2012

Mau Wisata ke Jepang? Pahami Dulu Etikanya.

WISATA ke luar negeri membutuhkan adaptasi tersendiri, apalagi jika kebudayaan antar negara berbeda. Agar wisata ke Jepang lebih menyenangkan, simak dulu etika yang perlu Anda pahami.

Di antara hiburan paling klasik yang ada di Jepang adalah pergi ke onsen atau pemandian air panas. Anda dapat menjadikan onsen sebagai salah satu tujuan wisata. Namun, tentunya Anda harus mengikuti peraturan yang ada. Setelah mengganti pakaian di ruang ganti dan memakai handuk kecil, pengunjung onsen harus membersihkan diri terlebih dahulu menggunakan sabun dan sampo sebelum akhirnya berendam bersama-sama di kolam air panas.

Etika lainnya, jika Anda berjanji untuk menemui seseorang ketika berada di Jepang, datanglah tepat waktu. Orang Jepang sangat menghargai waktu sehingga kedisiplinan sangat dibutuhkan di sini. Gunakan baju yang sesuai dengan situasi yang akan Anda hadapi.

Gunakanlah kedua tangan ketika Anda memberikan atau menerima benda dari orang lain. Peganglah hati-hati untuk menghargai pemberiannya. Jika langsung memasukkannya ke tas, maka Anda dianggap meremehkan pemberiannya.

Ketika akan makan di sebuah restoran Jepang atau berkunjung ke rumah bergaya Jepang, jangan lupa untuk melepas sepatu. Sebagai penggantinya, gunakanlah sandal rumah yang biasanya telah disediakan.

Jika Anda melakukan kesalahan, jangan ragu untuk tersenyum, menundukkan kepala, dan mengatakan “sumimasen” yang dalam bahasa Jepang berarti "maaf" untuk memperlihatkan rasa penyesalan.

Sumber: okezone.com

Selasa, 31 Juli 2012

Mengenal Berbagai Jenis Ocha, Minuman Favorit di Negeri Sakura

Selama ini sebagian orang Indonesia mengonsumsi ocha hanya saat makan di restoran Jepang. Sementara di negeri asalnya, ocha sudah menjadi keseharian dan ternyata memiliki berbagai jenis. Yuk mengenal minuman favorit di Negeri Sakura ini.

Wolipop melihat langsung bagaimana ocha dibuat dan pembudidayaannya dalam kunjungan ke Jepang Rabu (4/6/2012). Ocha sebenarnya bukan berasal dari Jepang. Seorang pendeta Budha datang dari China membawa daun teh hijau itu ke Jepang. Pendeta bernama Myoan Eisai itu kemudian menanamnya di Kyoto pada 1207.

Tidak seperti orang China yang menyebut teh dengan green tea, penduduk Jepang memilih menggunakan nama ocha untuk teh hijau. Nama ocha itu sendiri sebenarnya berarti teh. Ocha awalnya digunakan oleh para biksu sebagai bagian dari upacara keagamaan dan pengobatan.

Namun pada abad ke-15 dan 16, ocha mulai digemari raja, bangsawan dan samurai. Pada masa itu pun berkembang upacara minum teh. Keberadaan ocha semakin populer dengan adanya varian dari teh tersebut yaitu sencha. Di abad ke-17 dan 18, orang-orang Jepang sudah menjadikan ocha sebagai bagian dari keseharian atau gaya hidup.

Selain sencha ada banyak jenis ocha lainnya yang juga disukai orang Jepang. Sebelum mengenal varian dari ocha, yang perlu dipahami terlebih dulu adalah bagaimana proses pembubidayaan tanaman ocha tersebut di Negeri Sakura.

"Ocha akan semakin enak rasanya jika dihasilkan di wilayah yang memiliki perbedaan cuaca tinggi. Misalnya siang suhunya sekitar 30 derajat dan malam bisa belasan derajat. Perbedaan suhu yang tinggi ini biasanya ada di pegunungan," ujar Key Account Fukujuen, Tomoyuki Igarashi. Fukujuen merupakan salah satu perusahaan yang membeli ocha dari petani, untuk kemudian dijual ke berbagai perusahaan pembuat teh siap saji seperti Suntory.

Tomoyuki memberikan penjelasannya pada wolipop ketika ditemui di kawasan perkebunan ocha yang ada di Uji, Kyoto. Uji merupakan daerah yang memiliki banyak perkebunan teh. Selain di Uji, pembubidayaan ocha juga ada di Kagoshima dan Shizuoka. Namun ocha yang paling berkualitas berasal dari Uji, karena kawasan pegunungan akan menghasilkan teh yang lebih kaya rasa.

Ocha bisa memiliki warna hijau ketika sudah dibuat menjadi minuman karena dalam proses penanamannya, daun teh dihentikan oksidasinya. Daun teh yang mengalami oksidasi, biasanya akan diolah menjadi teh oolong dan hitam oleh masyarakat Jepang.

Pembudidayaan Ocha

Ocha itu sendiri dibudidayakan dengan dua cara berbeda. Pertama, kawasan perkebunan teh seluruhnya ditutup dengan terpal. Penutupan dilakukan agar ocha tidak terkena sinar matahari, sehingga kaya akan asam amino dan rasa teh tidak terlalu sepat karena mengandung umami. Cara kedua adalah dengan membiarkan semua daerah perkebunan terkena sinar matahari langsung. Metode ini menghasilkan teh yang mengandung banyak catechin (rasa sepet.

Dari perbedaan jenis pembudidayaan inilah yang kemudian melahirkan berbagai jenis ocha. Apa saja itu? Untuk teh yang pembudidayaannya dengan cara ditutup terpal seluruhnya, ada tiga jenis ocha yang bisa dihasilkan yaitu tencha (matcha), gyokuro dan kabuse-cha. Sementara untuk metode kedua, varian tehnya lebih banyak yaitu sencha, fukamushi-sencha, kamairi-sencha dan bancha.

Jenis-jenis Ocha

Matcha dan sencha merupakan dua jenis ocha yang cukup populer di Jepang. Matcha merupakan bubuk ocha yang dibuat dengan teknik tertentu menggunakan batu. Dulu matcha dikonsumsi orang hanya ketika upacara minum teh. Namun kini matcha sudah menjadi bagian hidup sehari-hari. Selain diminum dalam bentuk teh, matcha juga bisa ditemukan dalam es krim, kue, dan masakan lainnya.

Sementara untuk sencha, varian inilah yang paling banyak diproduksi di Jepang. Meski rasanya sepat karena banyak mengandung cathecin, orang-orang Jepang merasa setelah mengosumsi sencha menjadi lebih segar.

Selain sencha dan matcha, jenis lainnya dari ocha yang cukup menarik adalah houji-cha dan genmai-cja. Kedua teh tersebut termasuk sencha karena pembudidayaannya dibiarkan terkena sinar matahari langsung sehingga banyak mengandung cathecin. Namun untuk houji-cha dan genmai-cha, pengolahan dilakukan berbeda dengan sencha sehingga rasa yang dihasilkan juga tidak biasa. Houji-cha merupakan ocha yang dipanggang, sementara genmai-cha, adalah ocha campur dengan beras yang disangrai.

Ocha mana yang ingin dicoba? Anda bisa memilih sesuai selera, entah itu yang mengandung banyak umami atau justru yang sepat seperti sencha.

Serunya Menginap di Machiya, Rumah Tradisional Jepang

Machiya
Berkunjung ke Kyoto, belum lengkap rasanya jika tidak mencoba menginap di rumah tradisional orang Jepang yang disebut machiya. Bermalam di rumah ini, seperti kembali ke zaman dulu ketika kota Kyoto belum dipenuhi apartemen dan gedung bertingkat.

Machiya dulunya mendominasi jalanan di Kyoto. Namun karena berbagai bencana alam dan perang, banyak machiya yang rusak. Pada 2004, seorang warga Amerika yang merupakan kolektor seni, penulis dan penasihat budaya mencoba menyelamatkan rumah tradisional Jepang ini. Dia merestorasi sejumlah machiya yang ada di Kyoto melalui sebuah perusahaan bernama Iori. Setelah direstorasi, rumah-rumah tersebut disewakan untuk para turis.

Machiya yang bernaung di bawah Iori inilah yang menjadi tempat saya menginap selama semalam di Kyoto. IORI Nishioshikoji-cho, itulah nama Machiya yang ada di salah satu sudut jalan di Kyoto ini. Letaknya berada di pusat kota Kyoto, yang dari jendela kamarnya kita bisa melihat gedung tinggi menjulang sebuah hotel. Pemandangan yang sungguh kontras.

Meski begitu, saat berada di dalamnya, Anda akan merasa seperti kembali ke zaman dulu. Bagi yang suka menonton film Jepang, menginap di rumah ini pun seolah memutar memori adegan dalam film tersebut.

Dari tampak depan, Machiya IORI ini sudah menampilkan ciri khas rumah tradisional Jepang. Atap rumah tampak dihiasi genteng cokelat, pintu geser dari kayu berwarna coklat, dan jendela yang berkisi. Memasuki rumah, di sisi sebelah kiri ada tangga menuju kamar di lantai dua.

Saat masuk, Anda juga akan disambut dengan lorong sempit yang panjangnya sekitar 2-3 meter. Lorong tersebut membawa Anda ke pintu masuk utama rumah. Ada dua pintu, sebelah kanan membawa Anda ke ruang tamu dan di seberangnya ada pintu menuju ruang makan serta kamar mandi.

Di dekat pintu masuk ini, ada taman kecil juga sedikit ruangan untuk menaruh sandal. Memasuki ruang utama rumah, Anda akan disambut dengan lantai yang seluruhnya beralaskan tatami. Seluruh pintu di setiap ruangan bermodel geser. Termasuk pintu kamar mandinya.

Sentuhan modern bercampur tradisional terlihat di area kamar mandi. Area untuk buang air besar/kecil dibuat terpisah dengan tempat mandi. Di rumah Machiya IORI ini ada dua ruangan untuk buang air besar/kecil dan dua ruangan untuk mandi. Modernitas tampak di ruangan untuk buang air besar/kecil, dengan adanya toilet canggih. Toilet tersebut memiliki sistem flush sendiri, ketika Anda selesai buang air besar/kecil, kloset secara otomatis mengguyur air dengan sendirinya. Di samping toilet ada tombol yang bisa dipilih bagaimana membasuh area intim setelah buang air besar/kecil.

Pada ruangan mandi, sentuhan modern juga terlihat, meski jika dilihat secara keseluruhan kamar tersebut sangat terasa tradisionalitasnya. Nyaris seluruh ruangan dihiasi kayu, mulai dari dinding, lantai hingga bak mandinya. Ada juga dingklik yang bisa digunakan untuk duduk saat membasahkan diri sebelum berendam di bak berisi air hangat. Semengatara sisi modernnya, terlihat dar shower dan pemanas yang digunakan. Anda bisa menentukan sendiri, berapa suhu air yang ingin digunakan untuk mandi.

Beralih ke ruangan lainnya yang juga menyatukan modernitas dan tradisional adalah kamar tidur. Di ruangan berpendingin ruangan ini, sudah tersedia alas tidur berwarna putih, yang terbuat dari busa tipis. Di salah satu sisi kamar, ada lemari khusus penyimpanan kasur dan selimut. Dari jendela samping, Anda bisa melihat pemandangan ke taman di lantai bawah.

Jika ingin semakin merasakan sentuhan tradisional selama menginap di Machiya IORI, ada berbagai paket tambahan yang bisa dipilih. Mulai dari mengenakan baju tradisional khas Jepang di musim panas yaitu Yukata hingga mengikuti upacara minum teh. Sekadar informasi, untuk harga menginap saja, harga per malamnya sekitar 64.000 Yen. Tertarik menginap di machiya?

Kamis, 15 Maret 2012

Makna di Balik Tradisi Dalam Pesta Pernikahan

Rata-rata pernikahan yang digelar di Indonesia menyelipkan upacara adat, seperti berebut daging ayamdan menginjak telur. Sebenarnya apa maksud dari adat atau tradisi tersebut? Adakah hubungannya dengankehidupan pernikahan nantinya?Berikut ini arti di balik beberapa tradisi yang kerap dilakukan dalam pesta-pesta pernikahan di Indonesia:
 
Merpati
 Dalam rangkaian tata cara sabda nikah pada prosesi pernikahan adat Sunda, yang dilakukan saat hari-H, terdapat acara Melepas Merpati (Ngaleupaskeun Japati). Dalam prosesi ini, ibu kedua mempelai berjalan keluar sambilmasing-masing membawa burung merpati.Ibu mempelai wanita membawa merpati betina, sementara ibu mempelaipria membawa merpati jantan, kemudian dilepaskan terbang di halaman.Tradisi ini melambangkan bahwa peranorang tua sudah berakhir hari itu karena kedua anak mereka telah mandiri dan memiliki keluarga sendiri.
Pintu
 Dalam rangkaian tata cara sabda nikah pada prosesi pernikahan adat Sunda, yang dilakukan saat hari-H, terdapat acara Buka Pintu. Dalam pernikahan adat Minahasa, dikenal dengan upacara Toki Pintu (maso minta).Sebelum memasuki rumah keluarga pengantin wanita, pengantin pria harus mengetuk pintu tiga kali.Upacara inimemiliki makna penting khususnya dalam kehidupan bertetangga.Sebelum bergaul dengan tetangga, kita tentuharus membuka pintu terlebih dahulu agar diterima sebagai bagian dari lingkungan kita.
Sapu Lidi
 Dalam prosesi pernikahan adat Sunda yang dilakukan satu hari sebelum hari-H, terdapat acara Dikeprak (dipukulpelan-pelan) dengan sapu lidi, yang menjadi bagian dari upacara Ngeuyeuk Seureuh.Makna yang terkandung didalamnya adalah agar kedua mempelai saling memupuk kasih sayang dan giat bekerja.Selain itu, dalam prosesi pernikahan adat Sunda yang dilakukan saat hari-H, ada juga acara Membakar Harupat (lidi).Harupat (Lidi) adalah lambang sifat lelaki yang keras.Sikap pemarah lelaki yang digambarkan dengan nyalalidi.Api amarah lelaki itu menjadi padam ketika disiram dengan air kelembutan seorang wanita.Makna yang terkandung di dalamnya adalah bahwa sifat-sifat pemarah dan tak terpuji (getas harupateun) bagi lelakiyang akan menjadi tiang dan kepala rumah tangga itu harus segera dihilangkan sebelum memasuki bahtera rumahtangga.
Uang Logam
 Dalam puncak dari serangkaian acara prosesi pernikahan adat Jawa Solo, yang menjadi bagian dari upacara Panggihterdapat acara Kacar-kucur.Dilaksanakan setelah upacara ijab, di mana kedua mempelai telah dianggap sah menjadisuami istri.Saat acara tersebut, mempelai pria mengucurkan penghasilan kepada mempelai wanita berupa uangreceh beserta kelengkapannya.Makna yang terkandung di dalamnya adalah mempelai pria bertanggung jawab memberi nafkah pada keluarga.Selain itu ada juga Sawer atau Nyawer.Asal kata nyawer adalah awer dan ibarat seember benda cair yang biasa di-uwar-awer (ditebar-tebar).Dulu hanya dilakukan terhadap salah satu pengantin saja, tapi sekarang dilakukan kepadakedua mempelai di luar kediaman mempelai wanita.Dan yang disawerkan adalah campuran beras, uang logam , kunyit, dan permen.Makna yang lebih dalam dari ritual ini adalah menebar nasihat kepada kedua mempelai sebelummemasuki bahtera rumah tangga.
 Ayam
  Adanya ayam pada semua upacara adat pernikahan biasanya bukan ayam hidup atau ayam mentah tapi sudahdimasak.Dalam prosesi pernikahan adat Minangkabau, tradisi yang dilakukan usai akad nikah terdapat acaraMangaruak Nasi Kuniang.Di mana kedua mempelai berebut mengambil daging ayam yang tersembunyi di dalam nasikuning.Makna yang terkandung di dalamnya adalah hubungan kerjasama antara suami istri harus saling menahandiri dan harus saling melengkapi.Sedangkan dalam prosesi pernikahan adat Sunda yang dilakukan saat hari-H, terdapat acara Huap Lingklung atauHuap Deudeuh (kasih sayang).Diawali dengan kedua mempelai disuapi oleh kedua orang tuanya masing-masing.Kemudian kedua mempelai saling menyuapi.Acara Huap Lingklung diakhiri dengan saling menarik (pabetot-betot) bakakak ayam (ayam utuh yang dibakar).Makna yang lebih dalam dari Huap Lingklung adalah sebagai tanda kasih sayang. Sedangkan makna yangterkandung dalam pabetot-betot bakakak ayam adalah sebagai simbol rezeki, siapa yang mendapatkan potonganayam terbesar konon yang akan membawa rejeki lebih banyak. Dan setelah itu ayam dimakan bersama, maknanyaadalah rezeki yang diperoleh harus dinikmati bersama.
Telur & Kendi
 Dalam puncak dari serangkaian acara prosesi pernikahan adat Jawa Solo, yang menjadi bagian dari upacara panggih terdapat acara Ngidak Endhog.Dilaksanakan setelah upacara ijab, di mana kedua mempelai telah dianggap sahmenjadi suami istri.Saat acara tersebut, pengantin pria menginjak telur ayam kemudian dibersihkan atau dicuci kakinya oleh pengantin wanita dengan kendi.Makna yang terkandung di dalamnya adalah sebagai simbol seksualkedua mempelai sudah pecah pamornya.Sedangkan dalam proses pernikahan Adat Sunda, tradisi itu dinamai Nincak Endog. Prosesinya sama dengan NgidakEndhog di atas. Makna yang terkandung adalah sebagai simbol keturunan.Telur adalah lambang segala awalkehidupan dan simbol kesuburan. Bila dalam acara tersebut telur yang diinjak pecah, maka pengantin akan segeramendapatkan keturunan. Sementara mencuci kaki melambangkan penyucian diri dari segala hal negatif.

Kamis, 01 Maret 2012

Etika Berbusana Saat Mengunjungi Italia

Banyak pertanyaan yang terlontar dari para turis yang pertama kali bepergian ke Italia. "Bagaimana saya harus berbusana di Italia?" Sebenarnya tidak ada ketentuan, namun warga lokal bisa melihat Anda seorang turis dari gaya berpakaian yang 'berbeda' dari mereka.

Salah satu alasan mengapa Anda sebaiknya berpakaian layaknya orang Italia adalah untuk alasan keamanan. Di kota besar terutama, ada baiknya Anda tidak terlihat seperti turis kebanyakan karena bisa menarik perhatian kriminal seperti pencopet dan penjambret.

Dari pantauan Wolipop yang datang ke Kota Milan di akhir Februari 2012 --yang berarti transisi musim salju ke musim semi-- udara masih terasa dingin, ditambah dengan angin yang membuatnya semakin dingin. Jika Anda memiliki mata yang tajam terhadap cara berbusana warga lokal, Anda bisa melihat mereka cukup parlente namun tidak dandan berlebihan. Busana berlapis-lapis terlihat normal untuk menghangatkan tubuh.

Satu hal yang perlu dicamkan adalah, orang Italia berbusana sesuai momen hari itu atau tempat yang akan dikunjungi. Seperti yang dipaparkan oleh seorang creative director sebuah museum yang menemani Wolipop selama berada di Milan, Ales Bonaccorsi, ia mengakui bahwa ia tidak akan pernah mengenakan celana pendek di dalam kota, dan ia tidak pernah melihat wanita hanya mengenakan kaos tank top atau celana pendek.

Ales mengatakan bahwa dirinya tidak berusaha tampil maksimal untuk menarik perhatian orang lain, namun ia berpakaian untuk dirinya sendiri. "Tampil bagus dan rapih adalah sebuah kepuasan diri," ujarnya.

Kebiasaan lainnya adalah ia tak akan meninggalkan rumah sebelum mandi, merapihkan rambut, mengenakan sepatu atau celana yang disetrika rapih. Tidak ada dress code secara baku namun Anda bisa lihat gaya berbusana orang Italia ada pada kebiasaan diri sendiri.

Berbusana serampangan menunjukkan Anda tidak menghormati diri sendiri. Hal ini akan terlihat di mata klien yang berarti, "jika Anda tidak bisa menghargai diri sendiri, bagaimana Anda bisa menghormati orang lain?" Hal ini berarti orang lain akan mendapatkan pelayanan yang buruk dari Anda.

Beberapa kombinasi busana akan terlihat seperti lelucon di mata orang Italia, seperti halnya mengenakan kaos kaki putih dengan celana dan sepatu formal ala mendiang Michael Jackson atau mengenakan sandal dengan kaos kaki. Untuk sepatu kasual, mereka biasa mengenakan model moccasin atau boat shoes (sepatu ini dikenakan tanpa kaos kaki). Bagaimana sebaiknya berpakaian saat berkunjung ke Italia? Simak penjelasan lebih detail di artikel berikutnya.

Sebelum meneruskan membaca artikel ini, peru diingat bahwa setiap orang memiliki gaya masing-masing. Bahkan ada orang Italia yang senang bergaya ala orang Timur karena memang dia menyukai gaya tersebut. Desainer Margeritta Missoni contohnya. Jadi, panduan ini adalah acuan yang diambil dari perspektif orang Italia kebanyakan. Gunakanlah panduan ini sebagai cara untuk 'beradaptasi' dengan gaya berbusana orang setempat di Italia.

1. Nyaman
Kenyamanan adalah hal utama. Jika Anda menjadi ribet sendiri saat berbusana dan tidak nyaman di area publik, Anda malah menjadi perhatian orang lain. Masih bagus jika memang diperhatikan oleh pria tampan, namun jika yang tertarik pencopet atau perampok, bagaimana?

2. Pas Badan
Orang Italia selalu mengenakan busana yang pas di badan. Bukan yang sempit atau longgar.

3. Satu Tampilan Untuk Tiap Momen
Anda keluar rumah/hotel untuk apa? Berjalan-jalan saja, menemui teman, mendatangi acara atau bekerja? Pilihlah satu tema yang fleksibel dikenakan di setiap momen.

4. Produk Perawatan
Salah satu ritual wajib orang Italia adalah perawatan. Sebelum keluar rumah, bahkan seorang pria maskulin normal sekalipun akan meluangkan waktu untuk memakai pelembab muka, tubuh hingga merapihkan rambut di wajah.

5. Mandi
Meskipun udara dingin dan Anda tidak berkeringat, Anda tetap terlihat beda jika tidak mandi. Hal ini sangat tidak pantas dan mereka kurang menyenangi orang seperti ini. Gunakanlah sabun dan shampo yang tepat agar bau matahari tidak menghinggapi Anda berhari-hari.

6. Rapi di Segala Kesempatan
Anda bangun pagi dan sudah mandi, lalu ingin sarapan tapi malas ganti baju rapih? Andapun memakai kaos dan celana training nyaman untuk pergi makan di restoran hotel atau cafe terdekat. Hal ini sangatlah tidak sopan bagi mereka. Kembali lagi, tampil rapih setiap saat sangat dihargai warga lokal.

7. Warna Monokromatis
Jika Anda seorang blogger atau editor mode yang menghadiri pekan mode, hal ini sah-sah saja. Namun jika Anda orang awam yang hanya jalan-jalan di spot wisata, hindari hal ini. Cukup pilih dua tone warna kelabu anatara abu-abu dan hitam.

8. Kaos Kaki Panjang
Bagi pria, kaos kaki panjang tepat di bawah lutut adalah tanda Anda seorang pria Italia. Mereka tidak akan pernah memakai kaos kaki sebatas mata kaki ataupun di antara mata kaki dan lutut.

9. Produk Fashion Tanpa Logo
Meskipun banyak produk fashion yang merilis produknya ala logo mania, dimana logo menghiasi produk fashion Anda, hal ini sangat kontra dengan penduduk asli. Mereka akan tahu bahwa Anda seorang turis yang senang pamer logo.

10. Make-up
Kebanyakan wanita Italia senang berdandan dengan eyeliner tebal dan pulasan warna di kelopak mata. Namun sedikit dari mereka yang senang menggunakan parfum.