Krim berwarna putih dengan tekstur halus ini jadi primadona sebagai olesan cake. Meskipun berasal dari Perancis krim ini jadi favorit pencinta kue di dunia. Membuatnya tidak sulit, asal tahu triknya beragam aromapun bisa dibuat.
Hampir setiap Pastry Chef di dunia pernah membuat krim yang satu ini. Krim ini memiliki sejarah panjang. Diciptakan pertama kali di Chateau de Chantilly oleh Francois Vatel (1631-1671) yang punya nama Swiss asli Fritz Karl Watel.
Saat itu ada jamuan kehormatan untuk 2000 tamu yang diadakan Louis II, Prince of Borbón-Condé, untuk King Louis XIV. Sejak acara jamuan krim dari istana Chantilly ini menjadi terkenal hingga ke seluruh dunia.
Namun, ada sedikit kisah sedih di balik penciptaan krim ini. Konon Vatel setelah menciptakan krim ini bunuh diri dengan sebilah pedang. Karena ikan yang dipesannya untuk pesta tidak kunjung tiba. Pria yang terkenal perfeksionis ini memilih bunuh diri daripada malu.
Sebenarnya krim ini dikenal sebagai whipped cream beraroma vanili yang manis. Dibuat dari krim segar yang dikocok dengan gula dan esens vanili. Rahasianya terletak pada saat mengocok. Tidak boleh terlalu kencang dan lama karena kekentalannya harus sedang, pucuk busa krimnya tidak boleh terlalu tegak atau kental. Karena kelembutan yang jadi ciri utamanya.
Untuk membuat sendiri juga mudah. Kocok saja 300 ml krim segar (krim kental) bersama ½ sdt ekstrak vanili (lebih baik jika ada biji vanili) dan 1 sdm gula bubuk atau gula kastor hingga membentuk busa lembut. Krim siap dipakai untuk olesan cake atau menyajikan dessert lainnya. Jika tak habis dipakai simpan dalam wadah tertutup di lemari es. Selain vanili sering juga dipakai brandy sebagai perasa dan penambah aroma.
I'll try to share everything, from light news, effusion, reviews, until hard news (maybe).
Welcoming
Hi pals...nice to meet u all here ^_^
Please feel free to search any info which u need.
Please feel free to search any info which u need.
Kamis, 21 Juni 2012
Selasa, 19 Juni 2012
Undangan Pernikahan Unik Ini Bisa Jadi Inspirasi
Sekarang ini makin banyak pasangan yang membuat undangan pernikahan
mereka sekreatif mungkin. Bagi Anda yang akan menikah dan sedang mencari
desain undangan, berikut ini tujuh undangan berbentuk unik sebagai
inspirasi.
1) CD Rekaman
Jika biasanya pasangan memberikan souvenir pernikahan berupa CD berisi lagu-lagu favorit, pasangan asal New York ini lebih kreatif lagi. Undangan ini dibuat oleh desainer Kelli Anderson untuk temannya. Dia membuat undangan pernikahan berbentuk CD yang bisa diputar dengan tangan dan memainkan sebuah lagu.
2) Serbet
Pasangan Karen Wilson dan Ben Brown asal Inggris, ingin membuat sesuatu yang tidak akan dilupakan orang saat mereka menikah pada 2009. Keduanya pun kemudian membuat undangan dengan bahan serbet. Undangan tersebut sangat disukai para tamu. Kini keduanya bahkan bisa membangun bisnis membuat undangan dari serbet tersebut.
3) Komik
Pasangan Heidi Atocicco dan Chris Ryder meminta teman mereka seniman bernama Tony Fleecs untuk membuat undangan berupa buku komik setebal lima halaman. Fleecs pun membuat versi kartun dari pasangan tersebut dengan judul komik: Heidi and Chris True Tales of Wedded Bliss.
4) Tiket Pesawat
Seorang pembuat undangan di North Carolina, Amerika Serikat bernama Brad O'Sullivan, diminta membuatkan undangan berbentuk tiket pesawat. "Pasangan itu sangat kreatif, mereka seniman dan DJ, jadi aku ingin membuat undangan yang berbeda, menunjukkan kepribadian mereka," kata Brad.
5) Poster
Pasangan jurnalis Jana Meier dan Nick Roberts asal Jerman membuat undangan yang mirip poster sebuah acara bernama demolition derby. Di acara yang menampilkan adu tabrak mobil itulah keduanya bertemu untuk liputan. Beberapa tamu undangan mempertanyakan apakah gambar mobil bertabrakan itu cocok untuk undangan pernikahan.
6) Games di Komputer
Seorang ilustrator di Madrid, Spanyol membuat undangan dengan desain seperti games di komputer. Desain tersebut dibuat karena yang akan menikah adalah pasangan berprofesi sebagai sistem analis di bidang IT.
1) CD Rekaman
Jika biasanya pasangan memberikan souvenir pernikahan berupa CD berisi lagu-lagu favorit, pasangan asal New York ini lebih kreatif lagi. Undangan ini dibuat oleh desainer Kelli Anderson untuk temannya. Dia membuat undangan pernikahan berbentuk CD yang bisa diputar dengan tangan dan memainkan sebuah lagu.
2) Serbet
Pasangan Karen Wilson dan Ben Brown asal Inggris, ingin membuat sesuatu yang tidak akan dilupakan orang saat mereka menikah pada 2009. Keduanya pun kemudian membuat undangan dengan bahan serbet. Undangan tersebut sangat disukai para tamu. Kini keduanya bahkan bisa membangun bisnis membuat undangan dari serbet tersebut.
3) Komik
Pasangan Heidi Atocicco dan Chris Ryder meminta teman mereka seniman bernama Tony Fleecs untuk membuat undangan berupa buku komik setebal lima halaman. Fleecs pun membuat versi kartun dari pasangan tersebut dengan judul komik: Heidi and Chris True Tales of Wedded Bliss.
4) Tiket Pesawat
Seorang pembuat undangan di North Carolina, Amerika Serikat bernama Brad O'Sullivan, diminta membuatkan undangan berbentuk tiket pesawat. "Pasangan itu sangat kreatif, mereka seniman dan DJ, jadi aku ingin membuat undangan yang berbeda, menunjukkan kepribadian mereka," kata Brad.
5) Poster
Pasangan jurnalis Jana Meier dan Nick Roberts asal Jerman membuat undangan yang mirip poster sebuah acara bernama demolition derby. Di acara yang menampilkan adu tabrak mobil itulah keduanya bertemu untuk liputan. Beberapa tamu undangan mempertanyakan apakah gambar mobil bertabrakan itu cocok untuk undangan pernikahan.
6) Games di Komputer
Seorang ilustrator di Madrid, Spanyol membuat undangan dengan desain seperti games di komputer. Desain tersebut dibuat karena yang akan menikah adalah pasangan berprofesi sebagai sistem analis di bidang IT.
Kelebihan & Kekurangan Menggunakan Wedding Organizer
Menggunakan jasa Wedding Organizer (WO), tentunya calon pengantin akan dihadapkan dengan biaya tambahan yang tidak sedikit. Jasa WO profesional yang berpengalaman akan memiliki standar harga tersendiri yang disesuaikan dengan besarnya acara yang akan diadakan.
Tentunya manfaat dari menggunakan jasa WO akan lebih banyak ketimbang kekurangannya. Namun tidak ada salahnya membandingkan kedua sisi tersebut jika Anda masih bimbang dalam menentukan sikap, apakah sebaiknya menggunakan jasa tersebut atau tidak. Bigson Alandro, pendiri WO Big Enterprise yang ditemui wolipop di bilangan Pondok Kelapa, Jakarta Timur, Jumat (15/06/2012) memaparkannya secara singkat dan jelas.
"WO dan klien bekerja secara profesional, jadi tidak ada rasa sungkan dalam hal apapun, pengantin bisa memonitor dan memantau kerja WO," ujar Bigson.
Dia menambahkan, "Dibandingkan dengan pengantin yang melakukan pesta tanpa WO dan merekrut bantuan keluarga, ada rasa tidak enak dan sungkan jika menyuruh-nyuruh atau ada sesuatu yang berjalan kurang lancar dan tersendat-sendat. Menegur pun jadi ragu karena dikhawatirkan akan menimbulkan konflik baru sesama anggota keluarga."
Kedua, untuk urusan memantau performa kerja para vendor. Tim WO sudah memiliki hubungan baik dengan mereka sehingga tidak akan ada masalah. Lain halnya dengan menghubunginya seorang diri atau dari pihak keluarga, dikhawatirkan akan adanya ketidaksinambungan yang berujung saling menyalahkan.
Bagaimana dengan kekurangan dari menggunakan jasa WO? Bigson menjawab, "Mungkin kita nyebutnya bukan kekurangan, tapi hal-hal yang harus dihindari."
Terkadang pada WO yang kurang profesional, mereka tidak melibatkan keluarga sebagai pemantau dan ini kerap terjadi. Inilah yang harus dihindari. WO seperti itu hanya akan fokus pada calon pengantin saja dan lupa bahwa keluarga seperti orangtua kedua belah pihak perlu diikutsertakan, tapi bukan sebagai pengambil keputusan.
Maka dari itu, untuk hal yang satu ini Anda perlu teliti dalam memilih WO yang tepat.
Wedding Organizer (WO) atau perencana pernikahan sangat membantu dalam membuat sebuah pesta pernikahan menjadi sempurna. Namun memilih WO yang tepat bisa menjadi sebuah tantangan yang berat, terlebih jika tidak mengenal sama sekali siapa saja yang kompeten.
Bigson Alandro, memberikan tiga tips penting dalam memilih WO. Berdasarkan tujuh tahun pengalamannya menjadi seorang WO yang cukup difavoritkan masyarakat luas, sebenarnya cukup mudah memilih WO dengan mengikuti tiga langkah berikut ini.
1. Rekomendasi
Cara termudah mencari tahu WO yang bisa dipercaya adalah mendapatkan rekomendasi dari orang-orang terdekat, mulai dari keluarga, teman maupun vendor yang Anda kenal. Rekomendasi langsung seperti ini biasanya akan diberikan mereka yang telah menggunakan jasa WO dari pernikahan sebelumnya. Selain mengetahui cara kerja, mereka juga bisa memberikan masukan, WO mana yang bisa diajak kerjasama dan juga tidak sungkan menolong.
2. Pengalaman
Jumlah WO semakin banyak dari waktu ke waktu dan pilihan yang ada pun semakin beragam. Persempit pilihan Anda berdasarkan pengalaman dari masing-masing WO. Lihatlah pesta-pesta apa yang telah mereka tangani dari portfolio yang diperlihatkan.
"Berapa banyak pesta yang telah dikerjakan hingga tingkat kesulitan dihadapi bisa jadi pertimbangan," ujar Bigson. Jadi, pastikan Anda melihat portfolio dari masing-masing WO, dan tentukan pilihan berdasarkan kredibilitas pengalaman tersebut.
3. Kecocokan
"WO itu bukan barang, melainkan jasa. Erat kaitannya dengan individu sehingga ada unsur cocok-cocokan," tambah Bigson.
Ia juga menambahkan, dalam memilih WO, perhatikan juga elemen yang satu ini. Jika Anda merasa adanya chemistry yang kuat dengan tim WO dari segi komunikasi, cara kerja hingga budget, jangan ragu untuk bekerjasama. Unsur ini mungkin terkesan sepele namun menjadi hal krusial, mengingat Anda akan menghabiskan banyak waktu bersama tim WO untuk melakukan pertemuan.
Tentunya manfaat dari menggunakan jasa WO akan lebih banyak ketimbang kekurangannya. Namun tidak ada salahnya membandingkan kedua sisi tersebut jika Anda masih bimbang dalam menentukan sikap, apakah sebaiknya menggunakan jasa tersebut atau tidak. Bigson Alandro, pendiri WO Big Enterprise yang ditemui wolipop di bilangan Pondok Kelapa, Jakarta Timur, Jumat (15/06/2012) memaparkannya secara singkat dan jelas.
"WO dan klien bekerja secara profesional, jadi tidak ada rasa sungkan dalam hal apapun, pengantin bisa memonitor dan memantau kerja WO," ujar Bigson.
Dia menambahkan, "Dibandingkan dengan pengantin yang melakukan pesta tanpa WO dan merekrut bantuan keluarga, ada rasa tidak enak dan sungkan jika menyuruh-nyuruh atau ada sesuatu yang berjalan kurang lancar dan tersendat-sendat. Menegur pun jadi ragu karena dikhawatirkan akan menimbulkan konflik baru sesama anggota keluarga."
Kedua, untuk urusan memantau performa kerja para vendor. Tim WO sudah memiliki hubungan baik dengan mereka sehingga tidak akan ada masalah. Lain halnya dengan menghubunginya seorang diri atau dari pihak keluarga, dikhawatirkan akan adanya ketidaksinambungan yang berujung saling menyalahkan.
Bagaimana dengan kekurangan dari menggunakan jasa WO? Bigson menjawab, "Mungkin kita nyebutnya bukan kekurangan, tapi hal-hal yang harus dihindari."
Terkadang pada WO yang kurang profesional, mereka tidak melibatkan keluarga sebagai pemantau dan ini kerap terjadi. Inilah yang harus dihindari. WO seperti itu hanya akan fokus pada calon pengantin saja dan lupa bahwa keluarga seperti orangtua kedua belah pihak perlu diikutsertakan, tapi bukan sebagai pengambil keputusan.
Maka dari itu, untuk hal yang satu ini Anda perlu teliti dalam memilih WO yang tepat.
Wedding Organizer (WO) atau perencana pernikahan sangat membantu dalam membuat sebuah pesta pernikahan menjadi sempurna. Namun memilih WO yang tepat bisa menjadi sebuah tantangan yang berat, terlebih jika tidak mengenal sama sekali siapa saja yang kompeten.
Bigson Alandro, memberikan tiga tips penting dalam memilih WO. Berdasarkan tujuh tahun pengalamannya menjadi seorang WO yang cukup difavoritkan masyarakat luas, sebenarnya cukup mudah memilih WO dengan mengikuti tiga langkah berikut ini.
1. Rekomendasi
Cara termudah mencari tahu WO yang bisa dipercaya adalah mendapatkan rekomendasi dari orang-orang terdekat, mulai dari keluarga, teman maupun vendor yang Anda kenal. Rekomendasi langsung seperti ini biasanya akan diberikan mereka yang telah menggunakan jasa WO dari pernikahan sebelumnya. Selain mengetahui cara kerja, mereka juga bisa memberikan masukan, WO mana yang bisa diajak kerjasama dan juga tidak sungkan menolong.
2. Pengalaman
Jumlah WO semakin banyak dari waktu ke waktu dan pilihan yang ada pun semakin beragam. Persempit pilihan Anda berdasarkan pengalaman dari masing-masing WO. Lihatlah pesta-pesta apa yang telah mereka tangani dari portfolio yang diperlihatkan.
"Berapa banyak pesta yang telah dikerjakan hingga tingkat kesulitan dihadapi bisa jadi pertimbangan," ujar Bigson. Jadi, pastikan Anda melihat portfolio dari masing-masing WO, dan tentukan pilihan berdasarkan kredibilitas pengalaman tersebut.
3. Kecocokan
"WO itu bukan barang, melainkan jasa. Erat kaitannya dengan individu sehingga ada unsur cocok-cocokan," tambah Bigson.
Ia juga menambahkan, dalam memilih WO, perhatikan juga elemen yang satu ini. Jika Anda merasa adanya chemistry yang kuat dengan tim WO dari segi komunikasi, cara kerja hingga budget, jangan ragu untuk bekerjasama. Unsur ini mungkin terkesan sepele namun menjadi hal krusial, mengingat Anda akan menghabiskan banyak waktu bersama tim WO untuk melakukan pertemuan.
Senin, 18 Juni 2012
Cegah Penuaan? Belajar Main Musik dan Bahasa Baru!
Hanya ada satu hal yang bisa Anda lakukan untuk memastikan Anda nyaman dengan usia tua yaitu menjaga kondisi mental. Lalu tanyakan kepada diri Anda sendiri: seberapa besar cadangan kognitif saya?
Cadangan kognitif adalah istilah yang digunakan para ilmuwan untuk menggambarkan kapasitas otak untuk melawan penuaan dan kondisi degeneratif seperti penyakit Alzheimer.
Gagasan tentang cadangan kognitif itu berasal dari penemuan mengejutkan hampir 25 tahun lalu setelah membedah 137 otak lansia penghuni sebuah panti jompo setelah kesemuanya meninggal dunia.
Hebatnya, para peneliti gagal menemukan hubungan langsung antara penyakit Alzheimer yang terdeteksi di otak lansia (terungkap dari adanya struktur yang disebut plak) pada beberapa individu.
Dengan kata lain, beberapa individu ini mampu melawan kerusakan akibat penyakit lebih baik daripada yang lain. Pertanyaannya sekarang, bagaimana hal itu bisa terjadi?
Para ahli saraf dari University of California, San Diego melaporkan bahwa partisipan yang kemampuan otaknya sedikit terpengaruh oleh Alzheimer adalah partisipan yang ukuran otaknya lebih besar dan lebih banyak neuronnya.
Hal ini memberikan bukti sugestif bahwa dengan menjaga otak tetap aktif berarti telah melawan penurunan kemampuan otak.
Sejak saat itu, gagasan bahwa cadangan kognitif dapat memberikan perlindungan pada otak telah menerima dukungan dari berbagai pihak.
Penelitian tentang bilingualisme oleh Ellen Bialystok dari York University di Toronto, misalnya, telah menunjukkan bahwa berbicara lebih dari satu bahasa bisa menunda timbulnya gejala Alzheimer rata-rata hingga lima tahun.
Dalam studi yang dipublikasikan tahun lalu di jurnal Cortex tersebut, Bialystok dan rekannya menggunakan pemindai otak untuk mengukur tingkat atrofi otak pada individu monolingual (berbicara dalam satu bahasa) dan bilingual (berbicara dengan dua bahasa atau lebih) yang menunjukkan tanda-tanda awal penyakit Alzheimer.
Hasilnya, jumlah atrofi dalam otak orang bilingual jauh lebih besar. Hal ini menunjukkan bahwa meskipun penyakit fisiknya lebih parah daripada orang-orang yang monolingual, otak orang yang berbicara dalam dua bahasa atau lebih bisa tetap berfungsi pada tingkat yang sama.
"Latihan mental seumur hidup dengan berbicara beberapa bahasa sekaligus, terutama latihan mengingat kata apa masuk ke dalam bahasa apa dapat membantu orang-orang bilingual menambah cadangan kognitifnya," terang Bialystok seperti dilansir dari time.com, Senin (18/6/2012).
Sebuah penelitian baru pun menunjukkan bahwa aktivitas mental dapat mengimbangi efek tidak hanya penyakit degeneratif, tetapi juga proses penuaan.
Dalam sebuah artikel yang diterbitkan dalam jurnal Neurobiology of Aging tersebut, Nina Kraus dan rekan-rekannya di Northwestern University mengukur kemampuan partisipan untuk merespon dengan cepat dan akurat terkait suara yang didengarnya.
Sejumlah partisipannya adalah orang dewasa muda berusia 32 tahun ke bawah, sementara yang lain berusia antara 46 dan 65 tahun; beberapa diantaranya merupakan musisi yang berpengalaman dan ada juga yang tidak.
Dari situ, Kraus menemukan bahwa musisi setengah baya yang telah menghabiskan waktu puluhan tahun untuk mengasah keterampilan bermusiknya mampu mengungguli rekan-rekannya, tak hanya yang non-musisi yang seumuran dengannya tetapi juga non-musisi yang usianya bertahun-tahun di bawahnya.
Kekakuan mental yang diperlukan dalam bermusik secara efektif bertindak sebagai penangkal penuaan dan menjaga sistem sarafnya tetap muda.
Jadi untuk menghadapi hari tua, Anda harusnya tak hanya menghemat uang untuk pensiun, namun juga mengumpulkan modal mental (cadangan kognitif).
Salah satunya dengan belajar memainkan alat musik, berbicara dalam bahasa asing atau menguasai berbagai keterampilan yang membutuhkan kemampuan kompleks dimulai dari sekarang.
Cadangan kognitif adalah istilah yang digunakan para ilmuwan untuk menggambarkan kapasitas otak untuk melawan penuaan dan kondisi degeneratif seperti penyakit Alzheimer.
Gagasan tentang cadangan kognitif itu berasal dari penemuan mengejutkan hampir 25 tahun lalu setelah membedah 137 otak lansia penghuni sebuah panti jompo setelah kesemuanya meninggal dunia.
Hebatnya, para peneliti gagal menemukan hubungan langsung antara penyakit Alzheimer yang terdeteksi di otak lansia (terungkap dari adanya struktur yang disebut plak) pada beberapa individu.
Dengan kata lain, beberapa individu ini mampu melawan kerusakan akibat penyakit lebih baik daripada yang lain. Pertanyaannya sekarang, bagaimana hal itu bisa terjadi?
Para ahli saraf dari University of California, San Diego melaporkan bahwa partisipan yang kemampuan otaknya sedikit terpengaruh oleh Alzheimer adalah partisipan yang ukuran otaknya lebih besar dan lebih banyak neuronnya.
Hal ini memberikan bukti sugestif bahwa dengan menjaga otak tetap aktif berarti telah melawan penurunan kemampuan otak.
Sejak saat itu, gagasan bahwa cadangan kognitif dapat memberikan perlindungan pada otak telah menerima dukungan dari berbagai pihak.
Penelitian tentang bilingualisme oleh Ellen Bialystok dari York University di Toronto, misalnya, telah menunjukkan bahwa berbicara lebih dari satu bahasa bisa menunda timbulnya gejala Alzheimer rata-rata hingga lima tahun.
Dalam studi yang dipublikasikan tahun lalu di jurnal Cortex tersebut, Bialystok dan rekannya menggunakan pemindai otak untuk mengukur tingkat atrofi otak pada individu monolingual (berbicara dalam satu bahasa) dan bilingual (berbicara dengan dua bahasa atau lebih) yang menunjukkan tanda-tanda awal penyakit Alzheimer.
Hasilnya, jumlah atrofi dalam otak orang bilingual jauh lebih besar. Hal ini menunjukkan bahwa meskipun penyakit fisiknya lebih parah daripada orang-orang yang monolingual, otak orang yang berbicara dalam dua bahasa atau lebih bisa tetap berfungsi pada tingkat yang sama.
"Latihan mental seumur hidup dengan berbicara beberapa bahasa sekaligus, terutama latihan mengingat kata apa masuk ke dalam bahasa apa dapat membantu orang-orang bilingual menambah cadangan kognitifnya," terang Bialystok seperti dilansir dari time.com, Senin (18/6/2012).
Sebuah penelitian baru pun menunjukkan bahwa aktivitas mental dapat mengimbangi efek tidak hanya penyakit degeneratif, tetapi juga proses penuaan.
Dalam sebuah artikel yang diterbitkan dalam jurnal Neurobiology of Aging tersebut, Nina Kraus dan rekan-rekannya di Northwestern University mengukur kemampuan partisipan untuk merespon dengan cepat dan akurat terkait suara yang didengarnya.
Sejumlah partisipannya adalah orang dewasa muda berusia 32 tahun ke bawah, sementara yang lain berusia antara 46 dan 65 tahun; beberapa diantaranya merupakan musisi yang berpengalaman dan ada juga yang tidak.
Dari situ, Kraus menemukan bahwa musisi setengah baya yang telah menghabiskan waktu puluhan tahun untuk mengasah keterampilan bermusiknya mampu mengungguli rekan-rekannya, tak hanya yang non-musisi yang seumuran dengannya tetapi juga non-musisi yang usianya bertahun-tahun di bawahnya.
Kekakuan mental yang diperlukan dalam bermusik secara efektif bertindak sebagai penangkal penuaan dan menjaga sistem sarafnya tetap muda.
Jadi untuk menghadapi hari tua, Anda harusnya tak hanya menghemat uang untuk pensiun, namun juga mengumpulkan modal mental (cadangan kognitif).
Salah satunya dengan belajar memainkan alat musik, berbicara dalam bahasa asing atau menguasai berbagai keterampilan yang membutuhkan kemampuan kompleks dimulai dari sekarang.
Jumat, 15 Juni 2012
Soegija
Siapa bilang Seniman itu tidak religius? Film Soegija membuktikan bahwa
seniman itu memiliki rasa religiusitas yang tinggi. Para seniman
mempunyai caranya sendiri untuk mengungkapkan imannya kepada Sang
Pencipta. Dengan anugerah kreatifitas dari Sang Maha Kreatif inilah
mereka menjadi co-creator di dunia bunyi, dunia imajinasi, dan dunia
rasa merasa.
Synopsis:
Film ini ingin melukiskan kisah-kisah kemanusiaan di masa perang kemerdekaaan bangsa Indonesia (1940-1949). Adalah Soegija (diperankan Nirwan Dewanto) yang diangkat menjadi uskup pribumi dalam Gereja Katolik Indonesia. Baginya kemanusiaan itu satu, kendati berbeda bangsa, asal-usul, dan ragamnya.
Dan perang adalah kisah terpecahnya keluarga besar manusia. Ketika Jepang datang ke Indonesia (1942), Mariyem ( Annisa Hertami) terpisah dari Maryono (Abe), kakaknya. Ling Ling (Andrea Reva) terpisah dari ibunya (Olga Lydia).
Tampaknya keterpisahan itu tidak hanya dialami oleh orang-orang yang terjajah, tetapi juga oleh para penjajah. Nobuzuki (Suzuki), seorang tentara Jepang dan penganut Budhist, ia tidak pernah tega terhadap anak-anak, karena ia juga punya anak di Jepang. Robert ( Wouter Zweers), seorang tentara Belanda yang selalu merasa jadi mesin perang yang hebat, akhirnya juga disentuh hatinya oleh bayi tak berdosa yang ia temukan di medan perang. Ia pun rindu pulang, ia rindu Ibunya.
Di tengah perang pun Hendrick (Wouter Braaf) menemukan cintanya yang tetap tak mampu ia miliki karena perang. Soegija ingin menyatukan kembali kisah-kisah cinta keluarga besar kemanusiaan yang sudah terkoyak oleh kekerasan perang dan kematian.
Komen sebagai penonton:
Kesan pertama, saya sangat takjub dan antusias melihat animo masyarakat yang tinggi terhadap film "special" ini. Umat Katolik khususnya, yang memang sangat diharapkan utk menonton, serta umat agama lain yg ternyata juga lumayan banyak yang mau ikutan nonton juga.
Kenapa saya bilang film bioskop ini "special"?
Pertama, karena ini adalah salah satu film berkualitas karya asli anak Indonesia (Sutradara by Garin Nugroho) yang sudah jarang ada di jaman sekarang. Kedua, ini bisa dianggap sebagai karya seni yang sensasional karena sejauh ini saya belum pernah melihat ada film bioskop yang menyangkut agama lain yang mendapat respon sangat luar biasa dan bertahan sejauh ini, selain film menyangkut agama mayoritas yg ada di Indonesia. Ditambah antusiasme masyarakat utk menonton juga sangat tinggi, bisa dilihat dan dibuktikan di semua bioskop yg menayangkan film ini, pada pemutaran 3 (tiga) hari pertama di weekend semua tiket terjual habis SOLD OUT di semua jam tayangnya. WOW.....amazing! Bukti lain adalah, banyak orang, khususnya angkatan papa-mama dan oma-opa kita yang biasanya sudah jarang atau bahkan tidak pernah lagi nonton film di bioskop, tau-tau muncul di kursi penonton film ini ^_^
Efek samping positif juga bagi pasangan papa-mama dan oma-opa yang ikutan nonton bisa mengulang dan mengingat masa indah jaman dahulu saat berpacaran hehehe.... sweet memory bukan?! sweet...sweet....
Selain itu, saya juga salut bahwa sampai hari kelima pemutaran film Soegija, ternyata masih tetap full penonton juga di beberapa bioskop. Apalagi ketika saya melihat, bahwa ternyata diantara barisan penonton, banyak juga penonton beragama lain yang penasaran dan antusias dengan film ini. Ternyata bukti nyata ini sedikit mematahkan pendapat dan pemikiran saya belakangan ini yang merasa bahwa Bangsa Indonesia sudah tidak ber BHINNEKA TUNGGAL IKA lagi karena banyaknya kekerasan, kejahatan, dan ketidakadilan yg dilakukan atas nama agama. Ternyata masih ada sebagian orang yang berpikiran positif dan rasional, serta menerapkan nilai2 pendidikan moral dengan bersikap tenggang rasa terhadap agama dan kepercayaan lainnya.
Isi filmnya so far so good, ada sisi humornya juga karena kehadiran akting dari Mas Butet Kertarajasa, dan beberapa pemain lainnya. Selain itu, yang menarik juga adalah sisi musikalitas yg ditampilkan sepanjang film Soegija ini sangat menarik, dengan menghadirkan pemain orkes, choir, dan beberapa pemain yg bernyanyi lagu-lagu (jadoel, gereja, nasional) sangat menyegarkan suasana. Choir-nya kompak. Sementara utk karakter Uskup Soegija sendiri agak kurang mantab yah pendalaman karakternya, terlebih karena sang Uskup menghisap cerutu kurang mencerminkan pemuka agama yg baik (menurut saya loh ya...). Atau jangan2 kisah nyatanya memang menghisap cerutu ya? hehehe....
Tapi sayang sungguh sayang karena ternyata film Soegija ini mengalami pemotongan alias sensor dari LSF Indonesia sangat banyak, sehingga film yang tadinya berdurasi hampir 4 jam ini (menurut beberapa sumber), hanya tinggal sekitar 1 jam 45 menit saja. Sungguh disayangkan memang, mengingat isi cerita di tengah-tengah film menjadi agak aneh alias tidak nyambung (tidak jelas alur ceritanya). Contohnya: scene pada saat pertemuan antara Ling Ling dan mamanya. Akan lebih baik jika film ini tidak mengalami penyensoran karena film ini kan based on true story, it's a real story in past. Jadi, apa yang harus disensor? Seringkali LSF Indonesia terlalu subjektif dalam melakukan sensor film.
Saya sih sangat mengharapkan film Soegija ini dirilis ke dalam bentuk VCD atau DVD original dengan versi ASLI tanpa sensor dari LSF, sehingga kami dapat menikmati film ini dengan sempurna dan jelas alur ceritanya, sehingga pesan dari film inipun akan tergambar dengan jelas. Paling tidak kami mengharapkan kehadiran film Soegija versi un-cut pada kalangan khusus/tertentu.
Synopsis:
Film ini ingin melukiskan kisah-kisah kemanusiaan di masa perang kemerdekaaan bangsa Indonesia (1940-1949). Adalah Soegija (diperankan Nirwan Dewanto) yang diangkat menjadi uskup pribumi dalam Gereja Katolik Indonesia. Baginya kemanusiaan itu satu, kendati berbeda bangsa, asal-usul, dan ragamnya.
Dan perang adalah kisah terpecahnya keluarga besar manusia. Ketika Jepang datang ke Indonesia (1942), Mariyem ( Annisa Hertami) terpisah dari Maryono (Abe), kakaknya. Ling Ling (Andrea Reva) terpisah dari ibunya (Olga Lydia).
Tampaknya keterpisahan itu tidak hanya dialami oleh orang-orang yang terjajah, tetapi juga oleh para penjajah. Nobuzuki (Suzuki), seorang tentara Jepang dan penganut Budhist, ia tidak pernah tega terhadap anak-anak, karena ia juga punya anak di Jepang. Robert ( Wouter Zweers), seorang tentara Belanda yang selalu merasa jadi mesin perang yang hebat, akhirnya juga disentuh hatinya oleh bayi tak berdosa yang ia temukan di medan perang. Ia pun rindu pulang, ia rindu Ibunya.
Di tengah perang pun Hendrick (Wouter Braaf) menemukan cintanya yang tetap tak mampu ia miliki karena perang. Soegija ingin menyatukan kembali kisah-kisah cinta keluarga besar kemanusiaan yang sudah terkoyak oleh kekerasan perang dan kematian.
Komen sebagai penonton:
Kesan pertama, saya sangat takjub dan antusias melihat animo masyarakat yang tinggi terhadap film "special" ini. Umat Katolik khususnya, yang memang sangat diharapkan utk menonton, serta umat agama lain yg ternyata juga lumayan banyak yang mau ikutan nonton juga.
Kenapa saya bilang film bioskop ini "special"?
Pertama, karena ini adalah salah satu film berkualitas karya asli anak Indonesia (Sutradara by Garin Nugroho) yang sudah jarang ada di jaman sekarang. Kedua, ini bisa dianggap sebagai karya seni yang sensasional karena sejauh ini saya belum pernah melihat ada film bioskop yang menyangkut agama lain yang mendapat respon sangat luar biasa dan bertahan sejauh ini, selain film menyangkut agama mayoritas yg ada di Indonesia. Ditambah antusiasme masyarakat utk menonton juga sangat tinggi, bisa dilihat dan dibuktikan di semua bioskop yg menayangkan film ini, pada pemutaran 3 (tiga) hari pertama di weekend semua tiket terjual habis SOLD OUT di semua jam tayangnya. WOW.....amazing! Bukti lain adalah, banyak orang, khususnya angkatan papa-mama dan oma-opa kita yang biasanya sudah jarang atau bahkan tidak pernah lagi nonton film di bioskop, tau-tau muncul di kursi penonton film ini ^_^
Efek samping positif juga bagi pasangan papa-mama dan oma-opa yang ikutan nonton bisa mengulang dan mengingat masa indah jaman dahulu saat berpacaran hehehe.... sweet memory bukan?! sweet...sweet....
Selain itu, saya juga salut bahwa sampai hari kelima pemutaran film Soegija, ternyata masih tetap full penonton juga di beberapa bioskop. Apalagi ketika saya melihat, bahwa ternyata diantara barisan penonton, banyak juga penonton beragama lain yang penasaran dan antusias dengan film ini. Ternyata bukti nyata ini sedikit mematahkan pendapat dan pemikiran saya belakangan ini yang merasa bahwa Bangsa Indonesia sudah tidak ber BHINNEKA TUNGGAL IKA lagi karena banyaknya kekerasan, kejahatan, dan ketidakadilan yg dilakukan atas nama agama. Ternyata masih ada sebagian orang yang berpikiran positif dan rasional, serta menerapkan nilai2 pendidikan moral dengan bersikap tenggang rasa terhadap agama dan kepercayaan lainnya.
Isi filmnya so far so good, ada sisi humornya juga karena kehadiran akting dari Mas Butet Kertarajasa, dan beberapa pemain lainnya. Selain itu, yang menarik juga adalah sisi musikalitas yg ditampilkan sepanjang film Soegija ini sangat menarik, dengan menghadirkan pemain orkes, choir, dan beberapa pemain yg bernyanyi lagu-lagu (jadoel, gereja, nasional) sangat menyegarkan suasana. Choir-nya kompak. Sementara utk karakter Uskup Soegija sendiri agak kurang mantab yah pendalaman karakternya, terlebih karena sang Uskup menghisap cerutu kurang mencerminkan pemuka agama yg baik (menurut saya loh ya...). Atau jangan2 kisah nyatanya memang menghisap cerutu ya? hehehe....
Tapi sayang sungguh sayang karena ternyata film Soegija ini mengalami pemotongan alias sensor dari LSF Indonesia sangat banyak, sehingga film yang tadinya berdurasi hampir 4 jam ini (menurut beberapa sumber), hanya tinggal sekitar 1 jam 45 menit saja. Sungguh disayangkan memang, mengingat isi cerita di tengah-tengah film menjadi agak aneh alias tidak nyambung (tidak jelas alur ceritanya). Contohnya: scene pada saat pertemuan antara Ling Ling dan mamanya. Akan lebih baik jika film ini tidak mengalami penyensoran karena film ini kan based on true story, it's a real story in past. Jadi, apa yang harus disensor? Seringkali LSF Indonesia terlalu subjektif dalam melakukan sensor film.
Saya sih sangat mengharapkan film Soegija ini dirilis ke dalam bentuk VCD atau DVD original dengan versi ASLI tanpa sensor dari LSF, sehingga kami dapat menikmati film ini dengan sempurna dan jelas alur ceritanya, sehingga pesan dari film inipun akan tergambar dengan jelas. Paling tidak kami mengharapkan kehadiran film Soegija versi un-cut pada kalangan khusus/tertentu.
Label:
film,
gereja ; agama,
history,
movie,
sejarah
Sering Gagal Bikin Kue? Mungkin Ini Faktornya
Pepatah 'semua orang bisa memasak, tapi tidak semua orang bisa memanggang' ada benarnya. Memanggang adalah paduan antara sains, alat, keterampilan, dan bahan-bahan terbaik. Jika semuanya pas, maka cake yang sempurna dapat dihasilkan.
Sering gagal bikin cake padahal sudah mengikuti resep? Menurut Huffington Post, mungkin penyebabnya adalah hal-hal sepele yang tidak tertulis dalam instruksi. Meski terlihat remeh, faktor-faktor berikut perlu diperhatikan agar kue tidak gosong, kempis, kurang matang, atau jadi rusak setelah dikeluarkan dari loyang. Apa saja?
1. Lupa mengolesi loyang dengan mentega dan tepung
Sebelum dituangi adonan, olesi loyang dengan mentega/margarin dulu lalu taburi sedikit tepung terigu. Ini agar cake mudah dikeluarkan dari loyang dan bentuknya cantik. Cake yang lengket perlu usaha untuk melepaskannya dari loyang. Selain kue rusak, alat yang digunakan juga dapat merusak loyang.
2. Tidak mengayak tepung
Mengayak tepung adalah salah satu tips kecil yang penting. Setelah diayak, tepung akan bebas dari gumpalan-gumpalan. Bahan pengembang seperti baking powder atau soda kue bisa menyatu dengan tepung. Hasilnya adalah cake yang halus dan permukaannya tidak berpori.
3. Adonan kurang aduk/terlalu banyak diaduk
Adonan tidak boleh kurang atau terlalu banyak diaduk. Mudah dilihat pada adonan cokelat yang warnanya tidak merata. Adonan yang terlalu banyak diaduk akan membuat udara masuk terlalu banyak, adonan turun, dan cake bantat.
4. Tidak menggunakan kertas roti
Selain diolesi mentega dan dilapisi terigu, loyang perlu dilapisi kertas roti terutama untuk cake dengan adonan mentega. Ini agar cake mudah dikeluarkan dari loyang setelah matang.
5. Tidak meratakan permukaan adonan
Setelah dituangkan ke dalam loyang, sebaiknya ratakan permukaan adonan agar cake jadi cantik setelah matang. Hal ini juga untuk mencegah timbulnya lubang-lubang udara di permukaan cake.
6. Mengetukkan loyang sebelum memanggang
Setelah permukaan adonan diratakan, ketukkan loyang perlahan ke atas meja agar gelembung udara yang terjebak dalam adonan kental dapat keluar. Hal ini mencegah cake kempis, bantat dan berpori permukaannya.
Sering gagal bikin cake padahal sudah mengikuti resep? Menurut Huffington Post, mungkin penyebabnya adalah hal-hal sepele yang tidak tertulis dalam instruksi. Meski terlihat remeh, faktor-faktor berikut perlu diperhatikan agar kue tidak gosong, kempis, kurang matang, atau jadi rusak setelah dikeluarkan dari loyang. Apa saja?
1. Lupa mengolesi loyang dengan mentega dan tepung
Sebelum dituangi adonan, olesi loyang dengan mentega/margarin dulu lalu taburi sedikit tepung terigu. Ini agar cake mudah dikeluarkan dari loyang dan bentuknya cantik. Cake yang lengket perlu usaha untuk melepaskannya dari loyang. Selain kue rusak, alat yang digunakan juga dapat merusak loyang.
2. Tidak mengayak tepung
Mengayak tepung adalah salah satu tips kecil yang penting. Setelah diayak, tepung akan bebas dari gumpalan-gumpalan. Bahan pengembang seperti baking powder atau soda kue bisa menyatu dengan tepung. Hasilnya adalah cake yang halus dan permukaannya tidak berpori.
3. Adonan kurang aduk/terlalu banyak diaduk
Adonan tidak boleh kurang atau terlalu banyak diaduk. Mudah dilihat pada adonan cokelat yang warnanya tidak merata. Adonan yang terlalu banyak diaduk akan membuat udara masuk terlalu banyak, adonan turun, dan cake bantat.
4. Tidak menggunakan kertas roti
Selain diolesi mentega dan dilapisi terigu, loyang perlu dilapisi kertas roti terutama untuk cake dengan adonan mentega. Ini agar cake mudah dikeluarkan dari loyang setelah matang.
5. Tidak meratakan permukaan adonan
Setelah dituangkan ke dalam loyang, sebaiknya ratakan permukaan adonan agar cake jadi cantik setelah matang. Hal ini juga untuk mencegah timbulnya lubang-lubang udara di permukaan cake.
6. Mengetukkan loyang sebelum memanggang
Setelah permukaan adonan diratakan, ketukkan loyang perlahan ke atas meja agar gelembung udara yang terjebak dalam adonan kental dapat keluar. Hal ini mencegah cake kempis, bantat dan berpori permukaannya.
Kamis, 14 Juni 2012
Liburan Seru ke Negara Tetangga Bersama Sang Buah Hati
Tidak ada salahnya Anda mengajak sang buah hati jalan-jalan ke luar
negeri. Ada banyak destinsi liburan yang seru untuk dinikmati anak dan
orangtua. Berikut 5 tempat seru di negara tetangga untuk buah hati Anda.
Anda akan memberikan pengalaman berkesan untuk anak-anak, saat mengajak mereka ke luar negeri. Selain aneka atraksi permainan, mereka akan mengenal kebudayaan serta lingkungan yang baru. Disusun detikTravel, Kamis (14/6/2012) berikut 5 tempat seru untuk sang buah hati di negeri tetangga:
1. Hong Kong Disneyland, Hong Kong
Bagi anak-anak, Disneyland merupakan tempat berkumpulnya tokoh kartun-kartun lucu, seperti Mickey Mouse dan Donald Duck. Di Hong Kong Disneyland, anak-anak Anda akan memasuki dunia para kartun Disney.
Terletak tidak jauh di pusat Kota Hong Kong, tempat ini tidak pernah sepi dari pengunjung. Selain badut-badut para kartun Disney dan Istana Disney, di sini juga ada pertunjukan tiga dimensi Mickey's PhilharMagic, Winnie the Pooh, Lion King, dan masih banyak lagi. Belum puas? Aneka permainan seperti rollercoaster dapat Anda coba bersama buah hati.
Jika anak-anak Anda penggemar Toy Story, maka Hong Kong Disneyland adalah tempat yang tepat. Ada Woody, Jessie, Buzz Lightyear, dan teman-temannya yang semuanya berukuran raksasa, dijamin anak Anda pasti terkejut dan riang gembira!
2. Singapore Science Centre, Singapore
Tidak hanya berbelanja saja, di Singapore terdapat tempat hiburan yang menarik sekaligus mendidik untuk anak-anak Anda. Tempat itu adalah Singapore Science Centre, yang merupakan pusat peragaan IPTEK dan sangat menghibur.
Kawasan ini dibagi dalam sejumlah tema yang menarik. Yang pertama adalah The Mind's Eye yang berisi ilusi-ilusi mata yang menarik. Lantas ada ruang besar dengan Tesla Coil yang bisa mengeluarkan listrik besar. Dari situ pengunjung bisa menyebar ke aneka penjuru untuk sejumlah peragaan menarik. Ada matematika, ada percobaan suara, ada Discovery Zone. Sementara di lantai 2 ada percobaan robot di Robotics Learning Center. Seru!
3. Tree Top Walk, Malaysia
Bagaimana rasanya menjelajahi hutan bersama sang buah hati? Datang saja ke Tree Top Walk di Kedah, Malaysia. Tidak jauh dari Kuala Lumpur, Anda dapat menjelajahi hutan dengan tenang, aman dan menyenangkan bersama anak-anak di sini.
Anda bersama buah hati dapat menelusuri jembatan sepanjang hampir 900 meter. Dari ketinggian 50 meter, pemandangan yang serba hijau dan aneka jenis burung akan menghampiri Anda.
Berpetualang membelah hutan bersama sang buah hati pasti sangat menyenangkan. Anda dapat melihat sungai hingga berfoto bersama dengan latar belakang hutan. Udara di sini juga segar dan jauh dari kebisingan hiruk pikuk perkotaan.
4. Madame Tussauds, Thailand
Ingin memberikan pengalaman yang berbeda untuk buah hati Anda, datanglah ke Madame Tussauds di Bangkok, Thailand. Di sini terdapat patung-patung lilin yang menggambarkan tokoh-tokoh dunia. Persis seperti aslinya!
Koleksi patung di sini mencapai 70 patung lebih. Anda pun bisa mengenalkan beberapa tokoh dunia kepada sang buah hati di sini. Beberapa patung lilin yang menyerupai tokoh dunia di tempat ini adalah Barrack Obama, Mahatma Gandhi, Albert Einstein, Beethoven, dan masih banyak lagi.
Ada pula patung-patung atlet, penyanyi dunia, hingga bintang film, seperti David Beckham, Madonna, Jackie Chan, Jim Carrey, dan masih banyak lagi. Jangan lupa untuk bertemu Doraemon di sini.
Itulah beberapa tempat di negeri tetangga yang menarik untuk Anda kunjungi bersama buah hati. Temukan pengalaman yang berkesan dan bersenang-senanglah sepanjang perjalanan!
Anda akan memberikan pengalaman berkesan untuk anak-anak, saat mengajak mereka ke luar negeri. Selain aneka atraksi permainan, mereka akan mengenal kebudayaan serta lingkungan yang baru. Disusun detikTravel, Kamis (14/6/2012) berikut 5 tempat seru untuk sang buah hati di negeri tetangga:
1. Hong Kong Disneyland, Hong Kong
Bagi anak-anak, Disneyland merupakan tempat berkumpulnya tokoh kartun-kartun lucu, seperti Mickey Mouse dan Donald Duck. Di Hong Kong Disneyland, anak-anak Anda akan memasuki dunia para kartun Disney.
Terletak tidak jauh di pusat Kota Hong Kong, tempat ini tidak pernah sepi dari pengunjung. Selain badut-badut para kartun Disney dan Istana Disney, di sini juga ada pertunjukan tiga dimensi Mickey's PhilharMagic, Winnie the Pooh, Lion King, dan masih banyak lagi. Belum puas? Aneka permainan seperti rollercoaster dapat Anda coba bersama buah hati.
Jika anak-anak Anda penggemar Toy Story, maka Hong Kong Disneyland adalah tempat yang tepat. Ada Woody, Jessie, Buzz Lightyear, dan teman-temannya yang semuanya berukuran raksasa, dijamin anak Anda pasti terkejut dan riang gembira!
2. Singapore Science Centre, Singapore
Tidak hanya berbelanja saja, di Singapore terdapat tempat hiburan yang menarik sekaligus mendidik untuk anak-anak Anda. Tempat itu adalah Singapore Science Centre, yang merupakan pusat peragaan IPTEK dan sangat menghibur.
Kawasan ini dibagi dalam sejumlah tema yang menarik. Yang pertama adalah The Mind's Eye yang berisi ilusi-ilusi mata yang menarik. Lantas ada ruang besar dengan Tesla Coil yang bisa mengeluarkan listrik besar. Dari situ pengunjung bisa menyebar ke aneka penjuru untuk sejumlah peragaan menarik. Ada matematika, ada percobaan suara, ada Discovery Zone. Sementara di lantai 2 ada percobaan robot di Robotics Learning Center. Seru!
3. Tree Top Walk, Malaysia
Bagaimana rasanya menjelajahi hutan bersama sang buah hati? Datang saja ke Tree Top Walk di Kedah, Malaysia. Tidak jauh dari Kuala Lumpur, Anda dapat menjelajahi hutan dengan tenang, aman dan menyenangkan bersama anak-anak di sini.
Anda bersama buah hati dapat menelusuri jembatan sepanjang hampir 900 meter. Dari ketinggian 50 meter, pemandangan yang serba hijau dan aneka jenis burung akan menghampiri Anda.
Berpetualang membelah hutan bersama sang buah hati pasti sangat menyenangkan. Anda dapat melihat sungai hingga berfoto bersama dengan latar belakang hutan. Udara di sini juga segar dan jauh dari kebisingan hiruk pikuk perkotaan.
4. Madame Tussauds, Thailand
Ingin memberikan pengalaman yang berbeda untuk buah hati Anda, datanglah ke Madame Tussauds di Bangkok, Thailand. Di sini terdapat patung-patung lilin yang menggambarkan tokoh-tokoh dunia. Persis seperti aslinya!
Koleksi patung di sini mencapai 70 patung lebih. Anda pun bisa mengenalkan beberapa tokoh dunia kepada sang buah hati di sini. Beberapa patung lilin yang menyerupai tokoh dunia di tempat ini adalah Barrack Obama, Mahatma Gandhi, Albert Einstein, Beethoven, dan masih banyak lagi.
Ada pula patung-patung atlet, penyanyi dunia, hingga bintang film, seperti David Beckham, Madonna, Jackie Chan, Jim Carrey, dan masih banyak lagi. Jangan lupa untuk bertemu Doraemon di sini.
Itulah beberapa tempat di negeri tetangga yang menarik untuk Anda kunjungi bersama buah hati. Temukan pengalaman yang berkesan dan bersenang-senanglah sepanjang perjalanan!
Langganan:
Postingan (Atom)








