PEOPLE ON THE NEWS: Salah satu kategori yang dilombakan dalam World Press Photo. Foto-foto atau sekumpulan foto bercerita/portfolio dari orang atau sekelompok orang yang ikut terlibat dalam sebuah peristiwa atau kejadian.
PERMAFILM: Adalah bahan pengawet dan anti static. Bila permafilm digunakan pada emulsi film, maka akan terjadi ikatan fisik dengan gelatin dan emulsi film.
PERSPECTIVE: Perspektif, pandangan ruang, suatu pandangan gambar yang tampil dalam bentuk dimensi atau ruang tertentu. Dimensi dan perspektif merupakan kesatuan.
PERSPECTIVE CORRECTION: Gunanya untuk memperbaiki penyimpangan bentuk.
PHOTO JOURNALISM: Foto jurnalistik, fotografi dengan spesialisasi khusus untuk menampilkan foto-foto yang mempunyai nilai berita, baik benda, bahan, situasi kehidupan manusia yang menarik perhatian umum karena aktualitasnya (news) sebagai berita yang mampu mengungkap kejadian, menjelaskan dan menimbulkan rasa ingin tahu.
PHOTOGRAPHY: Fotografi, teknik dan pengetahuan tentang foto. Atau, proses dan seni pembuatan gambar (melukis dengan sinar/cahaya) pada film atau permukaan yang dipekakan. Gambar yang dihasilkan diharapkan sama persis dengan aslinya, hanya dalam ukuran yang jauh lebih kecil.
PHOTOGRAPHIC SPECTRUM: Bagian kecil dari energi dalam elektromagnetik spektrum yang dapat mencahayai film.
PHOTOGRAM: Fotogram. Foto yang dibuat tanpa menggunakan kamera dan film, dengan meletakkan benda-benda di atas kertas (cetak) foto kemudian disinari.
PHOTOGRAPH: Foto yang dibuat dengan menggunakan kamera dan film.
PHOTOKINA: Nama pameran atau suatu wadah informasi terbesar dan terlengkap serta yang paling kompleks dalam bidang fotografi.
PINCHUSION EFFECT: Penyimpangan bentuk kotak menjadi bentuk seperti bantalan penyimpan jarum.
PINHOLE: Lubang kecil pada alat kedap cahaya yang dipasang bersama lensa, menyambung lubang lensa tempat gambar objek direkam dalam lembaran yang peka cahaya.
PIN-UP PHOTO: Foto yang bersifat hiburan/menghibur. Disebut gambar pin-up karena sering ditempelkan di dinding dengan pins atau paku kecil.
PISTOL GRIP: Gagang pegangan kamera yang bentuknya mirip gagang pistol.
POL COLOR FILTER: Filter yang terdiri dari selembar polarisator kelabu dan polarisator warna, terdapat berbagai kombinasi warna sehingga dapat digunakan untuk efek-efek tertentu.
POL COLOR FILTER: Filter yang terdiri dari selembar polarisator kelabu dan polarisator warna, terdapat berbagai kombinasi warna sehingga dapat digunakan untuk efek-efek tertentu.
POL CONVERSION FILTER: Filter terdiri dari selembar polarisator dengan filter konversi warna (85B). Biasanya juga digunakan untuk jenis kamera kine, sehingga memungkinkan film tungsten digunakan untuk cerah hari dan mempunyai efek seperti filter polarisasi.
POL FIDER FILTER: Filter yang terdiri dari dua filter PL linier yang digabung menjadi satu. Jumlah filter yang masuk dapat diatur dengan memutar gelang filter.
POLARIZING CIRCULAR FILTER: Filter yang dibuat dari lembaran polarisator linier dan keeping quarter wave retardation, dilapi di antara dua gelang filter. Efeknya sama dengan filter polarisasi, biasanya digunakan untuk kamera kine.
POLARIZING FILTER: Filter polarisasi, dipakai untuk menghilangkan refleksi dari segala permukaan yang mengkilap. Filter ini terdiri dari dua bagian, bagian yang satu dengan lain dapat diputar-putar untukmendapatkan sudut paling ideal menghilangkan refleksi, menambah saturasi warna dan menembus kabut atmosfer. Juga berguna untuk membirukan langit.
POLAROID: Langsung jadi. Menghasilkan gambar cetak dalam waktu yang singkat, tetapi tidak menghasilkan film negatif.
POLAROID CAMERA: Kamera Polaroid. Kamera foto langsung jadi, menghasilkan gambar cetak dalam waktu yang singkat (beberapa menit) tapi tidak menghasilkan klise atau negatif. Akibatnya tidak bias dilakukan pembesaran gambar atau pencetakan ulang.
POLAROID FILM: Film yang ditemukan oleh dr. Land. Menghasilkan foto dalam waktu singkat tetapi tidak mempunyai negatif.
POLAVISION: Sistem kinematografi langsung jadi. Kameranya dinamakan Polavision, filmnya dinamakan Phototape cassette, proyektornya Polavison player.
POPUP FLASH: Lampu kilat kecil terbuat atau menyatu dengan kamera.
PROYEKTOR: Alat yang digunakan untuk memproyeksikan gambar atau film positif, atau gambar bergerak.
PULL: Kebalikan dari proses push, yaitu mengurangi proses pengembangan film yang mengalami over exposure atau kelebihan sinar sehingga menghasilkan detail yang baik pada area yang gelap (normal), dilakukan proses pengembangan disertai dengan pengurangan waktu pengembangan film.
PULSATOR FILTER: Filter dengan inti bulatan normal dan bagian sisanya berisi prisma. Tiap-tiap titik sinar akan membentuk bintang berekor delapan dan berisi prlangi.
PUSH: Pengemabngan berlebih. Suatu proses yang intens membuat under exposure sebuah film dan mengompensasikan film itu agar menjadi normal dengan menambah waktu pengembangannya.
QL: Singkatan dari quick loading, yaitu suatu sistem pemasangan film yang cepat.
RAINBOW FANTASI FILTER: Filter dengan inti bulatan normal dan sisanya berisi prisma. Tiap-tiap berkas sinar akan bertepi pelangi.
RANA: Adalah tirai yang menggantikan fungsi penutup manual di bagian depan lensa, besar kecilnya dapat diatur sesuai kebutuhan.
RANA CELAH: Rana celah vertical dan horizontal dan terletak pada kamera. Yang vertial menutup secara vertikal dan yang horizontal menutup secara horizontal.
RANA PUSAT: Rana yang terletak pada lensa, berdampingan dengan diafragma. Menutupnya dengan cara memusat.
RELEASE CABLE: Kabel penghubung dengan shutter sehingga memungkin pemotret menekan shutter dari jarak beberapa meter dari kamera.
RELOADABLE TO LAST FRAMER: Fasilitas untuk mengembalikan film yang telah digulung di tengah posisi terakhir yang terpakai.
REMBRANDT LIGHTING: Cahaya yang berasal dari jendela atau sering juga disebut window lighting. Cahaya yang datang dari sudut 45 derajat. Pencahayaan tersebut berasal dari nama pelukis Belanda Rembrandt.
REMOTE: Alat yang memungkinkan fotografer melakukan penekanan shutter dari jarak jauh dengan penghubung arus tanpa kabel.
RESOLUTION: Daya pisah. Suatu sifat lensa yang berdaya urai dengan kemampuan menyajikan detail kehalusan gambar sesudah film dikembangkan (diproses).
RETINA: Selaput peka sinar dari mata atau salah satu merek kamera keluaran kamera.
RETOUCH: Mengubah, sifatnya memperbaiki atau menambah warna dengan menggunakan tangan atau kuas, atau juga pada masa ini dengan komputer seperti melukis sehingga menghasilkan gambar yang baik dan tanpa cacat seperti sebelumnya.
REVERSAL DEVELOPING: Pengembangan membalik atau terbalik menjadi positif.
REVERSAL FILM: Berarti kebalikan. Hasil pemotretan menggunakan film jenis ini menghasilkan gambar positif (slide).
REVERSE ADAPTER: Suatu alat penyambung yang digunakan untuk memotret saat menggunakan lensa kamera yang dibalik sehingga elemen belakang lensa menghadap ke objek. Dengan alat ini menjadikan kita dapat menggunakan lensa biasa untuk membuat pemotretan makro dengan hasil yang cukup baik.
SECOND CURTAIN SYNC: Fasilitas untuk menyalakan lampu-kilat sesaat sebelum rana menutup.
SELF ADJUSTING: Penyesuaian (diri).
SELF TIMER: Penangguh waktu. Sebuah tuas yang digunakan untuk keperluan memperlambat membukanya rana kamera sekalipun tombol pelepas kamera telah ditekan. Biasanya digunakan untuk memotret diri sendiri. Penangguhan waktunya umumnya berkisar 10 detik.
SENSE OF DESIGN: Perasaan atas komposisi. Estetika dalam nirmana datar warna.
SEPIA TONER: Pewarna coklat/sawo.
SEQUENCE: Sekuen. Satu seri dari beberapa jepretan (shot) yang meliputi suatu kejadian yang sama. Setiap jepretan hanya berbeda dalam hitungan detik.
SHADE: Teduh, bayangan yang tak berbentuk.
SHADOW: Bidang gelap/hitam atau bayangan pada sebuah foto yang berbentuk objek yang membayang.
SHAPE: Bidang, suatu bentuk dalam aspek dua dimensi yang terjadi tidak hanya oleh karena adanya kesan garis, baik berupa segi tiga, lingkaran, elips, dll. Namun selain itu bisa juga dibentuk oleh suatu bidang warna karena adanya suatu kesan bentuk tiga dimensi yang mempunyai volume.
SHARPNESS: Ketajaman film, yaitu suatu kemampuan film untuk merekam setiap garis dari pandangan yang dipotret dengan ketajaman yang baik. Ketajaman ini ditentukan dengan jumlah garis per milimeter.
SIDE LIGHT: Cahaya dari samping, yaitu cahaya yang berasal dari arah samping objek, baik kiri atau kanan dan dapat ditempatkan pada sudut 45 atau 90 derajat. Pencahayaan seperti ini menghasilkan foto dengan efek yang menonjol permukaan atau objek fotonya serta terciptanya kesan tiga dimensional. Umumnya digunakan untuk menampilkan foto-foto yang berkarakter, misalnya foto potret (portrait).
SIDE LIGHTING: Sinar dalam pemotretan yang datangnya dari arah samping kanan atau kiri - 90 derajat dihitung dari sudut pandang kamera. Arah datangnya sinar seperti ini akan menghasilkan foto dengan detail dan tekstur dari benda dengan baik. Bayangan yang dihasilkan akan menampakkan bentuk benda dengan lebih menarik dengan separo dari muka terang dan separo lagi gelap.
SINGLE LENS REFLECT: Refleks lensa tunggal (RLT), adalah kamera yang memiliki satu lensa untuk membidik yang menggunakan cermin dan prisma. Lensanya berfungsi untuk meneruskan bayangan objek ke pembidik dan meneruskannya ke film. Apa yang terlihat pada jendela pengamat sama seperti apa yang terjadi pada film atau fotonya.
SINGLE POINT READING: Suatu pembacaan pengukuran dalam pencahayaan yang dilakukan hanya pada satu titik atau bagian tertentu yang terpenting dari sebuah objek foto.
SINGLE SERVO AUTOFOCUS (S): Sandi saat Anda membidikkan suatu objek dan tombol rana telah tertekan separo, maka jarak antara kamera dengan objek terkunci hingga tombol dilanjutkan ditekan hingga terekam satu bidikan.
SKALA: Perbandingan objek utama dengan objek-objek lain dalam gambar.
SLAVE UNIT: Mata listrik yang menyalakan lampu-kilat karena pulsa yang dihasilkan oleh menyalanya lampu-kilat lain.
SLOW FILM: Film lambat yaitu kepekaan film yang rendah sehingga memberikan detail gambar yang tajam dengan butiran yang halus, kontras rendah sekalipun dicetak besar. Misalnya film dengan ISO 25, 64, 100. Film seperti ini baik untuk pemotretan arsitektur atau still life.
SMALL FORMAT CAMERA: Kamera format kecil yaitu kamera jenis SLR (Single Lens Reflect) yang menggunakan film berukuran 35 mm namun fleksibel dan enak dipegang serta ringan. Karena itu kamera seperti ini yang paling banyak digunakan oleh para fotografer. Jenis maupun ukuran filmnya sangat mudah didapat juga proses filmnya terutama bagi yang menggunakan film jenis negatif. Namun kekurangannya, untuk hasil pencetakan besar, maksimal hanya seukuran majalah.
SNAPSHOT: Bidikan spontan, tanpa modelnya diatur terlebih dahulu. Cara ini umumnya digunakan untuk membuat foto human interest, sehingga menghasilkan foto yang apa adanya dan tampak alami tak terkesan dibuat-buat.
SNOOT: Suatu alat berbentuk kerucut yang berlubang pada ujungnya dan digunakan untuk memperkecil penyebaran cahaya dari lampu kilat studio. Umumnya menghasilkan cahaya yang tampak membulat bila diproyeksikan pada bidang datar.
SNOW CROSS, STAR SIX FILTER: Sebuah kaca bening dengan goresan-goresan yang saling bersilangan yang membentuk bintang-bintang berekor enam dari tiap-tiap titik sinar.
SOCKET: Lubang tempat memasukkan kabel sinkron yang menghubungkan lampu kilat dengan penutup.
SOFT SCREEN (LENS): Lensa yang berguna untuk menghindari kontras sehingga hasil gambar terkesan seolah-olah agak kabur dengan sisi-sisi yang tak tampak ketegasan batasnya.
SOFT FOCUS LENS: Lensa yang berdaya lukis lembut.
SOFT PAPER: Kertas bergradasi lunak atau lembut.
SOFT SPOT FILTER: Filter berciri seperti soft screen namun menghasilkan gambar yang berbeda.
SOFT TONE FILTER: Filter yang bertujuan untuk membuat gambar pemandangan lunak tanpa menurunkan ketajaman dan mengubah warna, juga tidak mengubah bentuk. Kontras pun menjadi lembut tanpa mengaburkan pandangan.
SOLARISASI: Proses pembuatan foto dengan cara memberi penyinaran dua kali pada kertas foto atau film dan memasukkannya ke dalam larutan pengembang. Di tengah-tengah gambar terbentuk dilakukan penyinaran dengan cahaya putih sekali lagi dan meneruskan pengembangannya.
SONAR AUTOFOCUS: Sistem otofokus yang bekerja berdasarkan perjalanan bolak-balik suara sonar - dari kamera ke objek kembali ke kamera.
SPECIAL EFFECT: Efek khusus dengan menggunakan teknik tertentu.
SPECIAL EFFECT FILTER: Filter (penyaring) spesial efek yang pada dasarnya bukan filter karena fungsinya tidak menyaring sesuatu melainkan mengubah pandangan guna mencapai hasil yang menyimpang dari pemotretan biasa.
SPECIAL LENS: Lensa spesial yang digunakan secara khusus untuk keperluan khusus. Misalnya fish eye lens (lensa mata ikan - 180 derajat). yang pada dasarnya bukan filter karena fungsinya tidak menyaring sesuatu melainkan mengubah pandangan guna mencapai hasil yang menyimpang dari pemotretan biasa.
SPECIAL PURPOSE LENS: Lensa tujuan khusus yang didesain dan diciptakan untuk tujuan penghasilan gambar khusus yang biasanya susah dilakukan dengan lensa biasa
I'll try to share everything, from light news, effusion, reviews, until hard news (maybe).
Welcoming
Hi pals...nice to meet u all here ^_^
Please feel free to search any info which u need.
Please feel free to search any info which u need.
Selasa, 03 Mei 2011
Kamus Photography (Part-3)
SPECIAL FILTER: Sekeping plastik terang berisi ribuan prisma lembut yang mengubah tiap-tiap titik sinar menjadi bintang pelangi dan berkas sinar bertepi pelangi. Sinar yang kuat membentuk bintang dengan berkas-berkas pelangi tebal.
SPECTRUM: Berkas sinar yang terlihat oelh mata, terpecahkan oleh pembiasan prisma dalam warna-warni.
SPEEDLIGHT: Lampu-kilat yang mempunyai kecepatan menyala tinggi atau cepat.
SPEEDO SOLARISASI: Suatu teknik kamar gelap versi lain dari tehnik solarisasi (efek sabattier) pada film ortholith yang akan memberikan suatu efek gerakan yang cepat (speedo).
SPLICER: Alat pemotong film.
STEREO CAMERA: Kamera berlensa dua yang menghasilkan dua foto sekaligus. Dua foto itu harus diamati dengan alat bantu atau stereo-viewer untuk mendapatkan efek kedalaman seperti saat difoto.
STILL LIFE: Berarti lukisan atau pemotretan benda mati. Fotografi yang khusus menempatkan benda-benda kecil buatan manusia sebagai objeknya.
STOP: Satuan yang menunjukkan pergeseran nilai bukaan diafragma atau kecepatan rana dari suatu nilai ke nilai yang lain, naik atau turun. Misalnya dari diafragma f:16 ke f:22 atau dari kecepatan 1/125 detik ke 1/250 detik.
STOP BATH: Cairan penyetop. Larutan penyetop untuk menghentikan atau menahan seketika pengembang (developer) pada film atau kertas foto. Selain berguna untuk menghentikan proses yang terjadi, stop bath juga berfungsi sebagai larutan fixer yang membuat film dan cetakan foto lebih tahan lama.
STRIPPING FILM: Film yang dapat dipisahkan dari dasar seluloidnya.
STROBO: Lampu dengan kemampuan menyorot bertubi-tubi dengan selang waktu singkat.
SUBTRACTIVE: Sistem penyusunan balans warna dengan mengurangi unsure warna, suatu kebalikan dari additive atau menambahkan.
SUPER WIDE LENS: Lensa bersudut super lebar yang biasa digunakan untuk pemotretan arsitektur, interior, eksterior, pemandangan, dll. Misalnya lensa 15 mm, 17 mm.
SYNC CORD TERMINAL: Terminal sinkronisasi lampu-kilat; soket untuk memasang kabel tambahan yang dihubungkan dengan lampu-kilat.
SYNC SHUTTER SPEED: Kecepatan rana yang sinkron dengan lampu kilat.
SYNCRO: Saklar otomatis. Dengan menggunakan saklar ini pada lampu kilat maka bila ada kilatan cahaya lampu kilat lain akan mengakibatkan menyalanya lampu kilat yang terpasang syncro.
TABLE-STAND: Kaki tiga (tripod) kecil. Sandaran kamera yang membantu menahan goyang yang dipakai di atas meja.
TEXTURE: Tekstur, sifat permukaan atau sifat bahan., merupakan elemen seni visual yang sangat penting karena mampu memberi kesan "rasa" seperti halus, kasar, mengkilat, dll.
TELE CONVERTER: Lensa tambahan yang dipasang di antara lensa asli dan tubuh kamera, yang dapat mengubah lensa normal menjadi tele dan lensa tele menjadi tele panjang. Umumnya kelipatannya dua atau tiga kali jarak fokus lensa asal.
TELE LENS: Lensa tele yang digunakan untuk memperbesar objek yang akan difoto. Lensa ini dapat digunakan untuk memperoleh ruang tajam yang pendek. Khusus untuk pemotretan potret (portrait) penggunaan lensa seperti ini akan menghasilkan perspektif wajah yang mendekati aslinya. Misalnya: lensa 85 mm, lensa 135 mm, lensa 200 mm, dll.
TELEPHOTO LENS: Lensa telefoto, lensa yang mempunyai fokus panjang. Pembuatan bayangan (image) pada lensa telefoto lebih pendek bila dibandingkan dengan lensa lain.
TELEPHOTO MEDIUM: Telefoto menengah, jenis lensa telefoto yang mempunyai panjang antara 75 - 135 mm.
TEST STRIP: Suatu cara untuk mendapatkan hasil cetakan yang baik (normal) yang dilakukan dengan cara membuat pencahayaan bertingkat pada saat mencetak sebelum mencetak sesungguhnya.
TILT HEAD: Kemampuan kepala lampu-kilat untuk dapat diputar. Fungsinya untuk mendapatkan efek pencahayaan yang lembut dengan cara memantulkan terlebih dahulu cahaya yang keluar dari lampu-kilat. Kuatnya cahaya yang jatuh ke objek sangat bergantung pada permukaan pemantul, warna dan jaraknya.
TIMER SWITCH: Pengukur waktu yang akan memutuskan aliran listrik pada akhir hitungan yang telah ditentukan.
Top Light: Cahaya (dari) atas. Cahaya yang berasal dari atas objek. Biasanya digunakan untuk menerangi bagian atas kepala model yang akan difoto. Arah cahaya juga dapat menampilkan detail benda.
Transparan: Tembus pandang ialah permukaan suatu benda yang tidak menghambat pandangan untuk melihat benda di belakangnya. Kaca dan plastik misalnya bersifat tembus pandang.
Translusen: Tembus sinar. Namun kita tidak biasa melihat benda yang berada di belakang benda yang translusen tersebut. Misalnya kaca es, kaca buram, kaca susu, plastik suram, dsb.
Transparancy: Transparan, gambar tembus, slide atau film positif.
Tripod: Kaki-tiga. Suatu alat yang digunakan untuk menyangga kamera yang berbentuk kaki-tiga, yang dapat dipanjangkan dan dipendekkan sesuai keinginan (terbatas). Biasa digunakan untuk membantu mengatasi goyang saat melakukan pemotretan yang menggunakan lensa telefoto, atau yang menggunakan kecepatan rendah sehingga kedudukan kameranya tetap stabil dan pemotretan terhindar dari goyang.
Tripod Socket: Tempat (ulir) untuk tripod. Suatu bagian di kamera, biasanya berlubang dengan ulir di dalamnya, yang berguna untuk tempat memasang tripod atau kaki-tiga kamera.
TTL: Singkatan dari Through the Lens Metering. Sistem pengukuran cahaya melalui lensa. Biasa juga disebut OTF (Off the Film Metering). Kamera harus terisi film untuk mendapatkan pengukuran yang akurat. Atau dengan cara lain yaitu menggantikannya dengan kertas buram yang diletakkan pada jendela lintas film yang harus menutupi seluruh jendela tersebut. Jika tidak maka akan mendapatkan kalkulasi pengukuran yang salah karena sensor di dalam kamera akan membaca pelat hitam penekan film.
Tungsten Film: Film yang khusus diperuntukkan bagi pemotretan yang dilakukan dengan cahaya buatan dengan lampu biasa atau photo-flood, namun juga tetap dapat dipakai untuk pemotretan di bawah cahaya alami.
Twin Lens Reflex: Refleks Lensa Kembar. Kamera yang mempunyai dua lensa. Satu lensa berfungsi untuk menangkap objek yang dipantulkan oleh cermin melalui jendela pembidik, satu lensa berfungsi untuk menangkap objek untuk diteruskan ke film. Menggunakan jenis kamera seperti ini harus ekstra hati-hati karena sering terjadi kesalahan yang disebut paralaks pada pemotretan jarak dekat.
Iltra Fast Film: Film dengan kecepatan sangat tinggi (ISO 800, 1600, 3200, dst) Dirancang untuk pemotretan dengan cahaya rendah seadanya. Foto yang dihasilkan berbutir kasar namun jadi satu pilihan kreatif bagi pemotret yang menyukainya.
ULTRA FINE GRAIN: Butiran sangat halus. Salah satu sifat film atau obat pengembang.
ULTRAVIOLET: Gelombang sinar dari sisi ungu yang tampak oleh mata. Yang biasanya terdapat di dataran tinggi dan pada waktu cuaca mendung.
ULTRAVIOLET FILTER: Filter (penyaring) dalam pemotretan yang berguna untuk menetralisasi radiasi sinar ultraviolet di daerah yang berketinggian lebih dari 1000 meter atau sekitar 100 meter dari permukaan air laut.
ULTRAVIOLET LENS: Lensa ultraviolet. Jenis lensa khusus yang digunakan untuk merekam sinar ultraviolet. Biasanya digunakan dalam bidang ilmu pengetahuan.
UNEXPOSED: Tidak/belum tercahayai.
VARIOCROSS FILTER: Filter yang terdiri dari dua keping kaca bening, masing-masing dengan goresan miring yang sejajar. Goresan dari satu keeping bersilangan dengan goresan dari keping yang lainnya bila kedudukannya diubah. Efek bintang dan perpotongan sinar dapat disesuaikan menurut selera hanya dengan memutar-mutar filter.
UNITY: Kesatuan. Merupakan criteria kesenirupaan yang terkemuka, sebuah karya seni dianggap berhasil bila unsure-unsurnya tidak terlepas sendiri-sendiri.
UNDER EXPOSURE: Pencahayaan kurang. Suatu nilai pencahayaan yang terdapat pada film atau foto di mana gambar yang ada tampak agak gelap atau tampak tipis (pada film negatif) karena pencahayaannya yang ada saat pemotretan kurang.
VARIO FOCAL LENS: Lensa zoom. Lensa yang mempunyai panjang focus yang dapat diubah-ubah atau dapat bergeser. Misalnya: lensa 20-35 mm, lensa 35-70 mm, lensa 80-200 mm, dsb.
VARIO LENS: Lensa vario atau sering disebut sebagai lensa zoom. Yaitu sebuah lensa yang memiliki jangkauan panjang focus yang bervariasi atau dapat diubah-ubah. Dengan demikian memudahkan pemotret memilih berbagai ruang pandang hanya dengan menarik-ulur lensa atau memutarnya.
VERTICAL GRIP: Alat pelepas rana untuk pengambilan gambar secara vertikal tanpa harus memutar tangan.
VIEW CAMERA: Kamera yang menggunakan film format besar dan digunakan untuk keperluan pemotretan yang memerlukan detail tajam pada pencetakan hasil foto yang besar-besar umumnya digunakan di dalam studio untuk pemotretan still life karena dapat menyempurnakan perspektif serta menambah ruang tajam. Detail gambar dapat ditampilkan secara sempurna.
VIEW FINDER: Jendela bidik. Bagian dari kamera yang berfungsi sebagai tempat mata melihat bayangan benda yang akan diabadikan.
WAIST LEVEL FINDER: Pembidik sebatas pinggang.
WETTING AGENT: Obat pelarut tetes air yang mengendap pada film. Photo flo adalah larutan seperti itu.
WARM TONE: Bernada warna hangat. Suatu warna yang terasakan tidak terlampau menyilaukan mata, atau berwarna ke arah cokelat gelap ke arah hitam pekat.
WATT/SECOND (W/S): Satuan daya pada lampu kilat studio yang dibedakan dengan lampu kilat portable yang menggunakan GN. Tidak ada rumusan relevansi antara W/S dan GN, tapi 100 W/S hampir sebanding dengan GN = 30.
WEDDING PHOTOGRAPHY: Fotografi pernikahan. Fotografi yang mengkhususkan diri pada pengabadian momen-momen atau peristiwa pernikahan. Untuk menekuninya diperlukan pemahaman tehnik fotografi, pencahayaan (lighting) serta adat dan tata-cara pernikahan.
WIDE ANGLE LENS: Lensa sudut lebar, misalnya lensa 20 mm atau 24 mm. Jenis lensa dengan tubuh pendek yang biasa digunakan untuk memotret sebuah panorama luas atau untuk pemotretan sejumlah besar orang. Lensa ini menampakkan gambar yang lebih kecil.
WIDE SHOT: Pemotretan dengan sudut pandang lebar. Biasanya merupakan satu jepretan panjang diawal suatu sekuen. Tujuannya untuk mengarahkan penonton pada adegan berikutnya pada gambar hidup (movie).
WIRELESS TTL: Sistem pengukuran lewat lensa tanpa melalui kabel.
WORLD PRESS PHOTO (WPP): Suatu kegiatan lomba foto jurnalistik internasional yang diadakan rutin setiap tahun. Pesertanya adalah pemotret dari seluruh dunia yang tergabung dalam sebuah media.
WORM EYE: Pandangan cacing. Berarti memotret dari sudut pandang permukaan tanah. Hasilnya adalah rekaman foto dengan kesan tinggi yang ekstrim, hasil gambarnya pun unik karena sudut pandang seperti itu.
X-RAY FILM: Film sinar-x. Film ini dibuat kontras dan dibungkus dengan kertas timah. Karena sinar x dapat menembus benda-benda padat seprti kulit, tekstil, dan lain-lain, maka dalam pemotretan akan tampak bayangan-bayangan yang mengganggu. Film ini biasa digunakan dalam bidang kedokteran dan pengobatan.
ZONE SYSTE<: Suatu cara untuk menghasilkan foto dengan tingkat kontras yang dimulai dari nada hitam pekat hingga nada warna putih sekali.
ZOOM LENS: Lensa zoom. Jenis lensa yang memiliki elemen yang mampu bergerak hingga membuat panjang fokal bervariasi. Panjang focus dapat diganti-ganti dengan memendekkan atau mengulur tabung lensa.
ZOOM-BLUR: Kekaburan gambar yang disebabkan oleh gerakan zoom pada waktu melepas rana kamera.
ZOOMING RING: Gelang batas rentang vario pada lensa zoom.
SPECTRUM: Berkas sinar yang terlihat oelh mata, terpecahkan oleh pembiasan prisma dalam warna-warni.
SPEEDLIGHT: Lampu-kilat yang mempunyai kecepatan menyala tinggi atau cepat.
SPEEDO SOLARISASI: Suatu teknik kamar gelap versi lain dari tehnik solarisasi (efek sabattier) pada film ortholith yang akan memberikan suatu efek gerakan yang cepat (speedo).
SPLICER: Alat pemotong film.
STEREO CAMERA: Kamera berlensa dua yang menghasilkan dua foto sekaligus. Dua foto itu harus diamati dengan alat bantu atau stereo-viewer untuk mendapatkan efek kedalaman seperti saat difoto.
STILL LIFE: Berarti lukisan atau pemotretan benda mati. Fotografi yang khusus menempatkan benda-benda kecil buatan manusia sebagai objeknya.
STOP: Satuan yang menunjukkan pergeseran nilai bukaan diafragma atau kecepatan rana dari suatu nilai ke nilai yang lain, naik atau turun. Misalnya dari diafragma f:16 ke f:22 atau dari kecepatan 1/125 detik ke 1/250 detik.
STOP BATH: Cairan penyetop. Larutan penyetop untuk menghentikan atau menahan seketika pengembang (developer) pada film atau kertas foto. Selain berguna untuk menghentikan proses yang terjadi, stop bath juga berfungsi sebagai larutan fixer yang membuat film dan cetakan foto lebih tahan lama.
STRIPPING FILM: Film yang dapat dipisahkan dari dasar seluloidnya.
STROBO: Lampu dengan kemampuan menyorot bertubi-tubi dengan selang waktu singkat.
SUBTRACTIVE: Sistem penyusunan balans warna dengan mengurangi unsure warna, suatu kebalikan dari additive atau menambahkan.
SUPER WIDE LENS: Lensa bersudut super lebar yang biasa digunakan untuk pemotretan arsitektur, interior, eksterior, pemandangan, dll. Misalnya lensa 15 mm, 17 mm.
SYNC CORD TERMINAL: Terminal sinkronisasi lampu-kilat; soket untuk memasang kabel tambahan yang dihubungkan dengan lampu-kilat.
SYNC SHUTTER SPEED: Kecepatan rana yang sinkron dengan lampu kilat.
SYNCRO: Saklar otomatis. Dengan menggunakan saklar ini pada lampu kilat maka bila ada kilatan cahaya lampu kilat lain akan mengakibatkan menyalanya lampu kilat yang terpasang syncro.
TABLE-STAND: Kaki tiga (tripod) kecil. Sandaran kamera yang membantu menahan goyang yang dipakai di atas meja.
TEXTURE: Tekstur, sifat permukaan atau sifat bahan., merupakan elemen seni visual yang sangat penting karena mampu memberi kesan "rasa" seperti halus, kasar, mengkilat, dll.
TELE CONVERTER: Lensa tambahan yang dipasang di antara lensa asli dan tubuh kamera, yang dapat mengubah lensa normal menjadi tele dan lensa tele menjadi tele panjang. Umumnya kelipatannya dua atau tiga kali jarak fokus lensa asal.
TELE LENS: Lensa tele yang digunakan untuk memperbesar objek yang akan difoto. Lensa ini dapat digunakan untuk memperoleh ruang tajam yang pendek. Khusus untuk pemotretan potret (portrait) penggunaan lensa seperti ini akan menghasilkan perspektif wajah yang mendekati aslinya. Misalnya: lensa 85 mm, lensa 135 mm, lensa 200 mm, dll.
TELEPHOTO LENS: Lensa telefoto, lensa yang mempunyai fokus panjang. Pembuatan bayangan (image) pada lensa telefoto lebih pendek bila dibandingkan dengan lensa lain.
TELEPHOTO MEDIUM: Telefoto menengah, jenis lensa telefoto yang mempunyai panjang antara 75 - 135 mm.
TEST STRIP: Suatu cara untuk mendapatkan hasil cetakan yang baik (normal) yang dilakukan dengan cara membuat pencahayaan bertingkat pada saat mencetak sebelum mencetak sesungguhnya.
TILT HEAD: Kemampuan kepala lampu-kilat untuk dapat diputar. Fungsinya untuk mendapatkan efek pencahayaan yang lembut dengan cara memantulkan terlebih dahulu cahaya yang keluar dari lampu-kilat. Kuatnya cahaya yang jatuh ke objek sangat bergantung pada permukaan pemantul, warna dan jaraknya.
TIMER SWITCH: Pengukur waktu yang akan memutuskan aliran listrik pada akhir hitungan yang telah ditentukan.
Top Light: Cahaya (dari) atas. Cahaya yang berasal dari atas objek. Biasanya digunakan untuk menerangi bagian atas kepala model yang akan difoto. Arah cahaya juga dapat menampilkan detail benda.
Transparan: Tembus pandang ialah permukaan suatu benda yang tidak menghambat pandangan untuk melihat benda di belakangnya. Kaca dan plastik misalnya bersifat tembus pandang.
Translusen: Tembus sinar. Namun kita tidak biasa melihat benda yang berada di belakang benda yang translusen tersebut. Misalnya kaca es, kaca buram, kaca susu, plastik suram, dsb.
Transparancy: Transparan, gambar tembus, slide atau film positif.
Tripod: Kaki-tiga. Suatu alat yang digunakan untuk menyangga kamera yang berbentuk kaki-tiga, yang dapat dipanjangkan dan dipendekkan sesuai keinginan (terbatas). Biasa digunakan untuk membantu mengatasi goyang saat melakukan pemotretan yang menggunakan lensa telefoto, atau yang menggunakan kecepatan rendah sehingga kedudukan kameranya tetap stabil dan pemotretan terhindar dari goyang.
Tripod Socket: Tempat (ulir) untuk tripod. Suatu bagian di kamera, biasanya berlubang dengan ulir di dalamnya, yang berguna untuk tempat memasang tripod atau kaki-tiga kamera.
TTL: Singkatan dari Through the Lens Metering. Sistem pengukuran cahaya melalui lensa. Biasa juga disebut OTF (Off the Film Metering). Kamera harus terisi film untuk mendapatkan pengukuran yang akurat. Atau dengan cara lain yaitu menggantikannya dengan kertas buram yang diletakkan pada jendela lintas film yang harus menutupi seluruh jendela tersebut. Jika tidak maka akan mendapatkan kalkulasi pengukuran yang salah karena sensor di dalam kamera akan membaca pelat hitam penekan film.
Tungsten Film: Film yang khusus diperuntukkan bagi pemotretan yang dilakukan dengan cahaya buatan dengan lampu biasa atau photo-flood, namun juga tetap dapat dipakai untuk pemotretan di bawah cahaya alami.
Twin Lens Reflex: Refleks Lensa Kembar. Kamera yang mempunyai dua lensa. Satu lensa berfungsi untuk menangkap objek yang dipantulkan oleh cermin melalui jendela pembidik, satu lensa berfungsi untuk menangkap objek untuk diteruskan ke film. Menggunakan jenis kamera seperti ini harus ekstra hati-hati karena sering terjadi kesalahan yang disebut paralaks pada pemotretan jarak dekat.
Iltra Fast Film: Film dengan kecepatan sangat tinggi (ISO 800, 1600, 3200, dst) Dirancang untuk pemotretan dengan cahaya rendah seadanya. Foto yang dihasilkan berbutir kasar namun jadi satu pilihan kreatif bagi pemotret yang menyukainya.
ULTRA FINE GRAIN: Butiran sangat halus. Salah satu sifat film atau obat pengembang.
ULTRAVIOLET: Gelombang sinar dari sisi ungu yang tampak oleh mata. Yang biasanya terdapat di dataran tinggi dan pada waktu cuaca mendung.
ULTRAVIOLET FILTER: Filter (penyaring) dalam pemotretan yang berguna untuk menetralisasi radiasi sinar ultraviolet di daerah yang berketinggian lebih dari 1000 meter atau sekitar 100 meter dari permukaan air laut.
ULTRAVIOLET LENS: Lensa ultraviolet. Jenis lensa khusus yang digunakan untuk merekam sinar ultraviolet. Biasanya digunakan dalam bidang ilmu pengetahuan.
UNEXPOSED: Tidak/belum tercahayai.
VARIOCROSS FILTER: Filter yang terdiri dari dua keping kaca bening, masing-masing dengan goresan miring yang sejajar. Goresan dari satu keeping bersilangan dengan goresan dari keping yang lainnya bila kedudukannya diubah. Efek bintang dan perpotongan sinar dapat disesuaikan menurut selera hanya dengan memutar-mutar filter.
UNITY: Kesatuan. Merupakan criteria kesenirupaan yang terkemuka, sebuah karya seni dianggap berhasil bila unsure-unsurnya tidak terlepas sendiri-sendiri.
UNDER EXPOSURE: Pencahayaan kurang. Suatu nilai pencahayaan yang terdapat pada film atau foto di mana gambar yang ada tampak agak gelap atau tampak tipis (pada film negatif) karena pencahayaannya yang ada saat pemotretan kurang.
VARIO FOCAL LENS: Lensa zoom. Lensa yang mempunyai panjang focus yang dapat diubah-ubah atau dapat bergeser. Misalnya: lensa 20-35 mm, lensa 35-70 mm, lensa 80-200 mm, dsb.
VARIO LENS: Lensa vario atau sering disebut sebagai lensa zoom. Yaitu sebuah lensa yang memiliki jangkauan panjang focus yang bervariasi atau dapat diubah-ubah. Dengan demikian memudahkan pemotret memilih berbagai ruang pandang hanya dengan menarik-ulur lensa atau memutarnya.
VERTICAL GRIP: Alat pelepas rana untuk pengambilan gambar secara vertikal tanpa harus memutar tangan.
VIEW CAMERA: Kamera yang menggunakan film format besar dan digunakan untuk keperluan pemotretan yang memerlukan detail tajam pada pencetakan hasil foto yang besar-besar umumnya digunakan di dalam studio untuk pemotretan still life karena dapat menyempurnakan perspektif serta menambah ruang tajam. Detail gambar dapat ditampilkan secara sempurna.
VIEW FINDER: Jendela bidik. Bagian dari kamera yang berfungsi sebagai tempat mata melihat bayangan benda yang akan diabadikan.
WAIST LEVEL FINDER: Pembidik sebatas pinggang.
WETTING AGENT: Obat pelarut tetes air yang mengendap pada film. Photo flo adalah larutan seperti itu.
WARM TONE: Bernada warna hangat. Suatu warna yang terasakan tidak terlampau menyilaukan mata, atau berwarna ke arah cokelat gelap ke arah hitam pekat.
WATT/SECOND (W/S): Satuan daya pada lampu kilat studio yang dibedakan dengan lampu kilat portable yang menggunakan GN. Tidak ada rumusan relevansi antara W/S dan GN, tapi 100 W/S hampir sebanding dengan GN = 30.
WEDDING PHOTOGRAPHY: Fotografi pernikahan. Fotografi yang mengkhususkan diri pada pengabadian momen-momen atau peristiwa pernikahan. Untuk menekuninya diperlukan pemahaman tehnik fotografi, pencahayaan (lighting) serta adat dan tata-cara pernikahan.
WIDE ANGLE LENS: Lensa sudut lebar, misalnya lensa 20 mm atau 24 mm. Jenis lensa dengan tubuh pendek yang biasa digunakan untuk memotret sebuah panorama luas atau untuk pemotretan sejumlah besar orang. Lensa ini menampakkan gambar yang lebih kecil.
WIDE SHOT: Pemotretan dengan sudut pandang lebar. Biasanya merupakan satu jepretan panjang diawal suatu sekuen. Tujuannya untuk mengarahkan penonton pada adegan berikutnya pada gambar hidup (movie).
WIRELESS TTL: Sistem pengukuran lewat lensa tanpa melalui kabel.
WORLD PRESS PHOTO (WPP): Suatu kegiatan lomba foto jurnalistik internasional yang diadakan rutin setiap tahun. Pesertanya adalah pemotret dari seluruh dunia yang tergabung dalam sebuah media.
WORM EYE: Pandangan cacing. Berarti memotret dari sudut pandang permukaan tanah. Hasilnya adalah rekaman foto dengan kesan tinggi yang ekstrim, hasil gambarnya pun unik karena sudut pandang seperti itu.
X-RAY FILM: Film sinar-x. Film ini dibuat kontras dan dibungkus dengan kertas timah. Karena sinar x dapat menembus benda-benda padat seprti kulit, tekstil, dan lain-lain, maka dalam pemotretan akan tampak bayangan-bayangan yang mengganggu. Film ini biasa digunakan dalam bidang kedokteran dan pengobatan.
ZONE SYSTE<: Suatu cara untuk menghasilkan foto dengan tingkat kontras yang dimulai dari nada hitam pekat hingga nada warna putih sekali.
ZOOM LENS: Lensa zoom. Jenis lensa yang memiliki elemen yang mampu bergerak hingga membuat panjang fokal bervariasi. Panjang focus dapat diganti-ganti dengan memendekkan atau mengulur tabung lensa.
ZOOM-BLUR: Kekaburan gambar yang disebabkan oleh gerakan zoom pada waktu melepas rana kamera.
ZOOMING RING: Gelang batas rentang vario pada lensa zoom.
Rabu, 27 April 2011
Berat Badan Turun dengan Rajin Menulis Diary
Anda masih suka menulis diary? Jika iya, Anda bisa mencoba metode diet ini, menurunkan berat badan dengan rajin menulis di health diary.
Menurut ahli fitness, Anuradha Inamdar, menulis health diary setiap harinya dan menjaga kebiasaan makan sehari-hari, dapat membantu Anda mengurangi berat badan. Bagaimana cara melakukannya?
Mudah saja, sama seperti Anda menulis diary. Pada health diary, Anda menulis detail apa saja yang Anda makan setiap harinya, baik yang sehat maupun tidak sehat. Tulis juga berbagai hal yang berhubungan dengan kesehatan Anda.
Berikut ini hal-hal yang perlu Anda catat dalam health diary, seperti dilansir Times of India:
1. Daftar makanan yang sudah anda makan baik makanan yang sehat maupun yang tidak sehat.
2. Beberapa jenis makanan beserta manfaatnya dan seberapa pentingnya makanan itu bagi tubuh.
3. Buatlah sebuah 'food pyramid' sesuai dengan kebutuhan Anda. Misalnya :bertambahnya berat badan, berkurangnya berat badan atau apakah Anda mempertahankannya.
4. Buatlah rencana-rencana kegiatan yang akan Anda ikuti dan lakukan sehari-harinya misalnya makanan apa yang harus Anda makan agar berat badan bisa berkurang, seberapa banyak air putih yang haru Anda minum dan jadwal berolahraga Anda dalam seminggu.
5. Halaman mengenai seasonal diet dan pola makan anda harus berubah sesuai dengan seasonal diet yang sudah ada
Setelah selesai membuat semuanya dalam 'health diary', mulailah melakukan segala sesuatunya sesuai dengan apa yang sudah ditulis. Jangan lupa juga untuk menulis berat badan awal Anda dan target berat badan yang harus di capai di akhir pekan.
Apa yang mesti dilakukan selanjutnya?
Jangan lupa untuk menganalisa jadwal Anda setiap harinya dan tetap membuat perubahan sesuai dengan kebutuhan tubuh. Pastikan setiap minggunya untuk menetapkan target baru dan Anda akan melihat perubahan positif dalam tubuh anda.
Jika anda tidak suka menulis dan membuat 'health diary', banyak website-website yang mempunyai 'online diary'. Online diary ini juga mampu menghitung asupan kalori yang sudah ada dalam tubuh Anda dan mampu menganalisa seberapa sehatkah rutinitas yang telah Anda lakukan setiap harinya.
Menurut ahli fitness, Anuradha Inamdar, menulis health diary setiap harinya dan menjaga kebiasaan makan sehari-hari, dapat membantu Anda mengurangi berat badan. Bagaimana cara melakukannya?
Mudah saja, sama seperti Anda menulis diary. Pada health diary, Anda menulis detail apa saja yang Anda makan setiap harinya, baik yang sehat maupun tidak sehat. Tulis juga berbagai hal yang berhubungan dengan kesehatan Anda.
Berikut ini hal-hal yang perlu Anda catat dalam health diary, seperti dilansir Times of India:
1. Daftar makanan yang sudah anda makan baik makanan yang sehat maupun yang tidak sehat.
2. Beberapa jenis makanan beserta manfaatnya dan seberapa pentingnya makanan itu bagi tubuh.
3. Buatlah sebuah 'food pyramid' sesuai dengan kebutuhan Anda. Misalnya :bertambahnya berat badan, berkurangnya berat badan atau apakah Anda mempertahankannya.
4. Buatlah rencana-rencana kegiatan yang akan Anda ikuti dan lakukan sehari-harinya misalnya makanan apa yang harus Anda makan agar berat badan bisa berkurang, seberapa banyak air putih yang haru Anda minum dan jadwal berolahraga Anda dalam seminggu.
5. Halaman mengenai seasonal diet dan pola makan anda harus berubah sesuai dengan seasonal diet yang sudah ada
Setelah selesai membuat semuanya dalam 'health diary', mulailah melakukan segala sesuatunya sesuai dengan apa yang sudah ditulis. Jangan lupa juga untuk menulis berat badan awal Anda dan target berat badan yang harus di capai di akhir pekan.
Apa yang mesti dilakukan selanjutnya?
Jangan lupa untuk menganalisa jadwal Anda setiap harinya dan tetap membuat perubahan sesuai dengan kebutuhan tubuh. Pastikan setiap minggunya untuk menetapkan target baru dan Anda akan melihat perubahan positif dalam tubuh anda.
Jika anda tidak suka menulis dan membuat 'health diary', banyak website-website yang mempunyai 'online diary'. Online diary ini juga mampu menghitung asupan kalori yang sudah ada dalam tubuh Anda dan mampu menganalisa seberapa sehatkah rutinitas yang telah Anda lakukan setiap harinya.
Selasa, 12 April 2011
Anak ke berapakah Anda?
Liputan6.com, London: Anak ke berapakah Anda Sebuah penelitian menemukan posisi anak memainkan peran dalam keberhasilan di masa depan. Dalam penelitian itu menunjukkan anak kedua lebih sukses dibanding anak pertama. Mau tau alasannya
Sebuah penelitian baru di Universitas Cambridge menunjukkan bahwa perdebatan antara saudara laki-laki dan perempuan benar-benar meningkatkan keterampilan sosial, kosakata, dan perkembangannya. Selain itu persaingan antar saudara juga dapat meningkatkan perkembangan mental dan emosional.
Dr Claire Hughes, dari Newnham College, Cambridge, mengatakan dalam siaran persnya. "Bukti kami menunjukkan pemahaman sosial anak-anak dapat dipercepat oleh interaksi mereka dengan saudara kandung dalam banyak kasus".
"Saudara yang lebih agresif adalah mereka yang sering membantah dan anak yang lebih tua menempatkan anak yang lebih muda di bawahnya sehingga semakin membuat mereka belajar pelajaran yang kompleks tentang komunikasi dan seluk-beluk bahasa," jelas Hughes.
Dalam penelitian ini, sebanyak 140 anak-anak berusia antara 2 hingga 6 tahun dianalisa perkembangan kognitif dan sosial mereka selama lima tahun. Para peneliti membawa anak-anak dari keluarga berpenghasilan rendah dan keluarga dengan orangtua remaja. Sekitar 43 persen dari anak-anak yang disurvei memiliki ibu yang merupakan anak pertama sewaktu remaja, dan 25 persen berasal dari keluarga yang hidup di bawah garis kemiskinan.
Berbagai macam tes telah dilakukan termasuk pengamatan video dari perilaku mereka, dan kuesioner dengan orangtua, guru, dan anak-anak sendiri.
Peneliti berpandangan bahwa jatuhnya anak-anak mengembangkan persaingan mereka dan membantu mereka membentuk hubungan sosial di kemudian hari. "Ketika anak-anak berdebat dalam sebuah kasus membuat mereka benar-benar mendapatkan manfaat dari konfrontasi," katanya.
"Orangtua yang lelah dengan pertengkaran di antara anak-anak yang terus menerus harus mengambil kenyamanan, faktanya bahwa anak-anak mereka sedang belajar pentingnya keterampilan sosial".
"Saudara kedua berbuat lebih baik dalam pengujian kami, dan anak-anak yang memiliki pemahaman sosial yang lebih baik yang menjadi lebih populer di kemudian hari".
"Pandangan tradisional menunjukkan memiliki saudara laki-laki atau perempuan menyebabkan banyak kompetisi untuk mendapatkan perhatian orangtua dan cintanya".
Hughes menambahkan, "Anak-anak bisa mengajar orang dewasa beberapa hal karena mereka sering menyelesaikan perselisihan dengan cepat agar dapat bermain kembali," jelasnya.
"Anak-anak bisa menyadari keadilan antara mereka dan saudara mereka yang sulit dikelola orangtua, tapi perilaku ini hanya menunjukkan berapa besar kepedulian mereka".
Hughes mengatakan, anak-anak yang memiliki performa terbaik dalam melaksanakan tugas yang dirancang peneliti berada pada usia enam tahun. Mereka berasal dari keluarga yang ibunya melakukan percakapan dengan menguraikan ide-ide, menyorot perbedaan dalam sudut pandang atau menyesuaikannya dengan kesenangan anak.
"Banyaknya perhatian yang telah diberikan berdampak menguntungkan bagi anak-anak yang terlibat banyak percakapan dalam keluarga. Hal ini menunjukkan bahwa kita perlu fokus pada dasar dan kualitas percakapan itu juga,"pungkasnya.
Sekarang tinggal Anda yang menilai, sesuaikah penelitian ini dengan kehidupan Anda
Senin, 21 Maret 2011
Rute Angkutan Umum di Jakarta (Kopaja)
1. Kopaja B86 Terminal Kota - Terminal Lebak Bulus
Rute : Mangga Dua - Jembatan Lima - Tubagus Angke - Latumeten - S. Parman - Slipi – Patal Senayan - Arteri Pondok Indah - Metro Pondok Indah
2. Kopaja S615 Terminal Lebak Bulus - Tanah Abang
Rute : Jl. Arteri - Prapanca Buntu - Iskandarsyah - Hasanudin - Trunojoyo - Sisimangaraja - Hangtuah - Asia Afrika - TVRI - Pintu VIII - Gatot Subroto - Bendungan Jatiluhur - BendunganHilir IV - Penjernihan - KH. Mas Mansyur
3. Kopaja B87 Terminal Kalideres - Muara Baru
Rute : Daan Mogot - Muara Angke - P. Permata Indah - Teluk Gong - Jembatan Tiga – Pluit Selatan - Pluit Utara
4. Kopaja B88 Sukabumi Udik - Pegadungan
Rute : Pos Pengumben - Kelapa Dua - Jl. Panjang - Flyover Putri Hijau - Jl. Juraganan - Jl. Arteri - Slipi - S. Parman - Daan Mogot - Peta Selatan - Peta Barat - Peta Utara
5. Kopaja P04 Terminal Senen - Rawa Sari
Rute : Bungur Besar - Belakang Stasiun KA. Senen - Suprapto - Tanah Tinggi IV - Tanah Tinggi XII - Johar Baru - Percetakan Negara
6. Kopaja U28 Teluk Gong - Terminal Kota
Rute : Jembatan Tiga - Pluit Selatan - Pluit Utara - Muara Baru - Jl. Pakin - Jl. Tongkol - Jl.Cengkeh - Kunir - Stasiun Kota - Pintu Besar Utara - Jl. Bank - Kali Besar Timur
7. Kopaja B93 Tanah Abang - Terminal Kalideres
Rute : Fachrudin - Jati Baru - Cideng Barat - Jl. Musi - Jl. Biak - Roxy - Kyai Tapa - Daan Mogot
8. Kopaja B94 Tanah Abang - Joglo
Rute : Fachrudin - Cideng Barat - Jl. Biak - Roxy - Kyai Tapa - S. Parman - Bunderan Slipi - Palmerah - Raya Kebayoran Lama - Pos Pengumben - Kelapa Dua
9. Kopaja B95 Tanah Abang - Rawa Bokor
Rute : Jati Baru - Cideng Barat - Jl. Musi - Tomang Raya - S. Parman - Daan Mogot - Kalideres - Rawa Lele
10. Kopaja P06 Terminal Senen - Kebon Binatang
Rute : Stasiun Senen - Kramat Bunder - Kramat Raya - Salemba Raya - Matraman Raya-Jatinegara Timur - Kampung Melayu - Lapangan Ross - Casablanca - Supomo - Raya PasarMinggu - Putar Duren III - Buncit Raya - Pejaten Raya - Ampera Raya - P. Mutiara - Lingka
11. Kopaja P20 Terminal Senen - Terminal Lebak Bulus
Rute : Stasiun Senen - Kramat Bunder - Senen Raya - Kwini I - AR. Saleh - Kwitang - AR. Hakim -Tugu Tani - Menteng Raya - Cikini Raya - Moh. Yamin - Cokroaminoto - Rasuna Said - BuncitRaya - Ring Road Selatan
12. Kopaja S612 Kebun Binatang BLK - Terminal Kampung Melayu
Rute : Cilandak Marinir - Cilandak - Ampera Raya - Raya Mampang Prapatan - Kapt. Tendean -Gatot Subroto - DR. Supomo - Tebet Raya - PS. Darurat - Lapangan Ross - Attahiriyah -Jatinegara Barat - Matraman Raya - Jatinegara Timur
13. Kopaja S614 Terminal Pasar Minggu - Pasar Cipulir
Rute : Mangga Besar - Cilandak Dua - Jl. Madrasah - Jl. Arteri - Prapanca Buntu - Blok A - Panglima Polim - Jl. Barito - Mayestik - Velbak - Kebayoran Lama - Raya Ciledug
14. Kopaja P13 Tanah Abang - Terminal Lebak Bulus
Rute : KS. Tubun - Gatot Subroto - TVRI - Pintu IX - Pakubuwono - Kebayoran Lama – Pondok Pinang - Pasar Jum'at
15. Kopaja P16 Tanah Abang - Terminal Ciledug
Rute : Kebon Jati - KS. Tubun - Katamso/Tali - Kemanggisan Utara - Kemanggisan Raya - TanjungDuren - Kel. Duri - Raya Kedoya - Jl. Pilar - Puri Indah - Puri Kembangan - Karang Mulya - Karang Tengah
16. Kopaja P18 Tanah Abang - Pasar Cipulir
Rute : Raya Jati Baru - Fachrudin - KH. Mas Mansyur - Pejompongan - Penjernihan - BundaranSlipi - Palmerah Selatan - Palmerah Barat - Raya Kebayoran Lama - Pos Pengumben - Jl. Panjang- Cidodol - Raya Ciledug
17. Kopaja P19 Tanah Abang - Ragunan
Rute : Raya Jati Baru - Kebon Sirih - MH. Thamrin - Sudirman - Semanggi - Sisimangaraja - CSW- Trunojoyo - Wijaya II - Darmawangsa III - Prapanca Buntu - Arteri -Puri Mutiara - Madrasah -Ampera Raya - Cilandak II - Harsono RM - Dep. Kebun Binatang
18. Kopaja S61 Terminal Manggarai - Terminal Kampung Melayu
Rute : Stasiun Manggarai - Manggarai Utara - Bukit Duri Puteran - Slamet Riyadi – Matraman Raya - Jatinegara Timur
19. Kopaja S66 Terminal Manggarai - Terminal Blok M
Rute : Sultan Agung - Guntur - Kawi - Halimun - Sultan Agung - Latuharhari - Jl. Cimahi - Jl.Cianjur - Rasuna Said - Gatot Subroto - Polda Metro - Sudirman - Pattimura - Trunojoyo -Adityawarman - Hasanudin - Pakubuwono - Iskandarsyah
20. Kopaja S620 Terminal Manggarai - Terminal Blok M
Rute : Saharjo - Minangkabau - Sultan Agung - Kawi - Halimun - Latuharhari - Jl. Cimahi - Jl.Cianjur - Rasuna Said - Terusan mampang - Kapten Tendean - Wolter Monginsidi - Trunojoyo
21. Kopaja S63 Terminal Blok M - Terminal Depok
Rute : Iskandarsyah - Wijaya II - Darmawangsa III - Prapanca - Pangeran Antasari - Puri Mutiara - Ampera Raya - TB. Simatupang - Tanjung Barat - Lenteng Agung
22. Kopaja T503 Terminal Kampung Melayu - Cilangkap
Rute : Otista - MT. Haryono - Sutoyo - Raya Bogor - Jl. Suci - Jl. Keong Raya - Jl. Ciracas
23. Kopaja S68 Kebun Binatang - Terminal Kampung Melayu
Rute : Raya Ragunan - Margasatwa - Raya Pasar Minggu - Pancoran - MT. Haryono - Jl. Wino -Pasar Baru Tebet - Tebet Raya - Lapangan Ross - Attahiriyah - Kampung Melayu Kecil -Jatinegara Barat - Matraman Raya - Jatinegara Timur
24. Kopaja S612 Kebun Binatang - Terminal Kampung Melayu
Rute : Cilandak Marinir - Cilandak - Ampera Raya - Mampang Prapatan - Kapten Tendean -Gatot Subroto - DR. Supomo - Tebet Raya - PS. Darurat - Lapangan Ross - Attahiriyah -Jatinegara Barat - matraman Raya - Jatinegara Timur
25. Kopaja T502 Terminal Kampung Rambutan - Tanah Abang
Rute : Raya Bogor - PS. Heck - Tol Jagorawi - UKI - Dewi Sartika - Otista - Matraman Raya -Matraman Dalam - Pegangsaan Timur - Moh. Yamin - Ridwan Rais - Merdeka Selatan - KebonSirih - Fachrudin
26. Kopaja U27 Kelapa Gading - Terminal Senen
Rute : Perintis Kemerdekaan - Yos Sudarso - Danau Sunter Utara - Agung Podomoro - RE.Martadinata - Jl. Baru/Kodamar - Gunung Sahari
27. Kopaja S603 Terminal Blok M - Pondok Betung
Rute : Iskandarsyah - Melawai - Panglima Polim - Jl. Barito II - Mayestik - Gandaria III - Kebayoran Lama - Raya Ciledug - Ulujami
28. Kopaja S605 Terminal Blok M - Terminal Kampung Rambutan
Rute : Panglima Polim - RS. Fatmawati - Jl. H. A. Majid - Jl. A. Tolib - Jl. Bangka Raya – Ampera Raya - Cilandak - Lingkar Luar Selatan - TB. Simatupang
29. Kopaja S605A Terminal Blok M - Terminal Pasar Minggu
Rute : Hasanudin - Iskandarsyah - Melawai Raya - Panglima Polim - Wijaya II - Darmawangsa III- Darmawangsa Raya - Prapanca I - Kemang Raya - Ampera - Cilandak II - Mangga Besar - Jl.Ragunan
30. Kopaja S606 Terminal Pasar Minggu - Srengseng Sawah
Rute : Raya Pasar Minggu - Lenteng Agung - Yonsikon - Kalibata BLK
31. Kopaja S608 Terminal Blok M - Tanah Abang
Rute : Hasanudin - Trunojoyo - Kyai Maja - Taman Puring - Gandaria III - Gandaria – Pakubuwono - Jl. Sinabung - KP. Rawa - Pintu VIII - TVRI - Pejompongan - Penjernihan - KH. Mas Mansyur
32. Kopaja S609 Terminal Blok M - Meruya Ilir
Rute : Iskandarsyah - Trunojoyo - Kyai Maja - Mayestik - Taman Puring - Gandaria III - Gandaria - Velbak - Kebayoran Lama - Raya Ciledug - Komp. Bank - Jl. Ulujami
33. Kopaja S613 Terminal Blok M - Perum Bintaro
Rute : Hasanudin - Trunojoyo - Kyai Maja - Mayestik - Kebayoran Lama - Raya Ciledug – Ulujami Raya-Bintaro Permai
34. Kopaja S616 Terminal Blok M - Srengseng Sawah
Rute : Hasanudin - Trunojoyo - Wolter Monginsidi - Kapten Tendean - Gatot Subroto - Raya Pasar Minggu - Lenteng Agung - Jl. Jahe - Kelapa Tiga - Moh. Kahfi III - Jl. Cempedak - ISTN
35. Kopaja T48 Terminal Kampung Rambutan - Pulo Gebang
Rute : TB. Simatupang - Raya Bogor - Kramat jati - Cililitan - Sutoyo - DI. Panjaitan - CipinangBesar - Cipinang Muara - Pahlawan Revolusi - Jl. SS - Perum Klender - Kantor Walikota Jakarta Timur
36. Kopaja T57 Terminal Kampung Rambutan - Terminal Blok M
Rute : TB. Simatupang - Raya Bogor - Kramat Jati - Cililitan - Dewi Sartika - Kalibata – Duren Tiga - Buncit Raya - Kapt. Tendean - Wolter Monginsidi - Trunojoyo
37. Kopaja T501 Terminal Kampung Rambutan - Terminal Pulo Gadung
Rute : TB. Simatupang - Raya Bogor - Kramat Jati - Sutoyo - DI. Panjaitan - RS. Persahabatan - Balap Sepeda - Perintis Kemerdekaan
38. Kopaja T505 Terminal Kampung Melayu - Taman Puring
Rute : Raya Otista - Cawang Atas - MT. Haryono - Pengadegan - TMP. Kalibata - Duren Tiga -Buncit Raya - Kemang - Prapanca Raya - Kyai Maja - Taman Puring - Arteri Pondok Indah -Bungur Kramat - Pakubuwono - Jl. Bumi
Untuk Rute Bus Lainnya (Mayasari & Metromini), silahkan klik:
http://www.scribd.com/doc/6829578/Jalur-Bis-Jakarta
Untuk Rute Bus Lainnya (Mayasari & Metromini), silahkan klik:
http://www.scribd.com/doc/6829578/Jalur-Bis-Jakarta
Rute Angkutan Umum di Jakarta (Bus)
1. Bianglala Patas P65 Terminal Senen - Terminal Ciputat
Rute : Stasiun Senen - Medan Senen - Kramat Raya - Salemba Raya - Diponegoro - Imam Bonjol- Sudirman - Sisimangaraja - Panglima Polim - RS. Fatmawati - TB. Simatupang - Pasar Jum'at -Ciputat Raya
2. Bianglala Patas P66 Terminal Senen - Terminal Ciledug
Rute : Stasiun Senen - Medan Senen - Senen Raya - Lapangan Banteng Timur - LapanganBanteng Barat - Pejambon - Merdeka Timur - Merdeka Utara - Merdeka Barat - MH. Thamrin -Sudirman - Hangtuah - Pakubuwono - Bumi - Mayestik - Kebayoran Lama - Raya Ciledug
3. Bianglala Patas P69 Terminal Kota - Terminal Ciputat
Rute : Jl. Lada - Stasiun Kota - Jembatan Batu - Mangga Dua Raya - Hayam Wuruk - IR. H Juanda- Merdeka Barat - MH. Thamrin - Sudirman - Sisimangaraja - Panglima Polim - Radio Dalam -Metro Pondok Indah - Lebak Bulus - Pasar Jum'at - Ciputat Raya
4. Bianglala Patas P79 Terminal Kota - Terminal Ciledug
Rute : Hayam Wuruk - Hasyim Ashari - Kyai Tapa - S. parman - Gatot Subroto - GerbangPemuda - Asia Afrika - Hangtuah - Pakubuwono - Bumi - Kyai Maja - Bungur - Kebayoran Lama -Ciledug Raya
5. Bianglala Patas P84 Perumnas Klender - Terminal Muara Angke
Rute : I Gusti Ngurah Rai - Bekasi Timur - Kampung Melayu - Lapangan Ross - Casablanca - KH.Mas Mansyur - Fachrudin - Cideng Barat - Hasyim Ashari - Kyai Tapa - Latumeten - JembatanTiga - Pluit Putra - Muara Karang
6. Bianglala Patas AC AC45 Terminal Kota - Terminal Ciputat
Rute : Jl. Lada - Stasiun Kota - Jembatan Batu - Mangga Dua Raya - Hayam Wuruk - IR.H.Juanda- Merdeka Barat - MH. Thamrin - Sudirman - Sisimangaraja - Panglima Polim - Pela - RadioDalam - Margaguna - Metro Pondok Indah - Lebak Bulus - Pasar Jum'at - Ciputat
7. Bianglala Patas AC AC57 Terminal Kota - Terminal Ciledug
Rute : Jl. Cengkeh - Kunir - Hayam Wuruk - Majapahit - Merdeka Barat - MH. Thamrin – Sudirman - Hangtuah - Pakubuwono - Jl. Bumi - Mayestik - Kebayoran Lama - Ciledug Raya
8. Bianglala Patas AC AC102 Tanah Abang - Terminal Depok
Rute : Kebon Jati - Fachrudin - Kebon Sirih - MH. Thamrin - Jend. Sudirman - Semanggi – Gatot Subroto - Buncit Raya - TB. Simatupang - Lenteng Agung - Margonda Raya
9. Bianglala Patas AC AC107 Terminal Pulo Gadung - Terminal Ciputat
Rute : Perintis Kemerdekaan - Ahmad Yani - Tol Layang Jagorawi - Raya Pondok Gede – Raya Bogor - TB. Simatupang - Lebak Bulus - Ciputat Raya
10. Bianglala Patas AC AC44 Terminal Senen - Terminal Ciledug
Rute : Stasiun Senen - Medan Senen - Senen Raya - Lapangan Banteng Timur - LapanganBanteng Utara - Lapangan Banteng Barat - MH. Thamrin - Sudirman - Hangtuah - Pakubuwono -Jl. Bumi - Kebayoran Lama - Raya Ciledug
11. Bianglala Reguler 924 Terminal Grogol - Terminal Blok M
Rute : S. Parman - Gatot Subroto - Sudirman - Sisimangaraja
12. Bianglala Reguler 933 Terminal Lebak Bulus - Terminal Manggarai
Rute : TB. Simatupang - Buncit Raya - Mampang Prapatan - Gatot Subroto - DR. Supomo - DR.Saharjo
13. Bianglala Reguler 966 Tanah Abang - Terminal Depok
Rute : Kebon Jati - Fachrudin - Cideng Barat - Kebon Sirih - MH. Thamrin - Sudirman – Semanggi - Gatot Subroto - Buncit Raya - TB. Simatupang - Lenteng Agung - Margonda Raya
14. Bianglala Reguler 942 Terminal Lebak Bulus - Terminal Senen
Rute : TB. Simatupang - Fatmawati - Panglima Polim - Sisimangaraja - Sudirman - MH. Thamrin - Merdeka Barat - IR. H Juanda - Jl. Pos - DR. Sutomo - Gunung Sahari
15. Bianglala Reguler 943 Terminal Blok M - Terminal Rawamangun
Rute : Bulungan - Kyai Maja - Gandaria - Velbak - Pakubuwono - Jl. Hanglekir - Sudirman - Bundaran HI - Imam Bonjol - Diponegoro - Salemba Raya - Pramuka
16. Koantas Bima P101 Tanah Abang - Pondok Cabe
Rute : Jati Petamburan - Bunderan Slipi - Gatot Subroto - Gerbang Pemuda - Asia Afrika - PintuIX - Hangtuah - Pakubuwono - Jl. Bumi - Taman Puring - Kebayoran Lama - Pasar Jum'at – Raya Ciputat
17. Koantas Bima P102 Tanah Abang - Terminal Ciputat
Rute : KS. Tubun - Bunderan Slipi - Gatot Subroto - TVRI - Asia Afrika - Hanglekir - Pakubuwono -Jl. Bumi - Taman Puring - Gandaria - Radio Dalam - Raya Pondok Indah - Lebak Bulus - PasarJum'at - Raya Ciputat
18. Koantas Bima T507 Terminal Kampung Melayu - Terminal Bogor
Rute : Jatinegara Barat - Mester - Jatinegara Timur - Otista Raya - MT. Haryono - Sutoyo - Cililitan - Kramat Jati - Raya Bogor - Cisalak - Cimanggis
19. Koantas Bima S621 Terminal Blok M - Terminal Ciputat
Rute : Hasanudin - Trunojoyo - Panglima Polim - Darmawangsa - Brawijaya III - Jl. Arteri – Lebak Bulus - Pasar Jum'at - Raya Ciputat
Langganan:
Postingan (Atom)